
Junot menerangkan bahwa markas perkumpulan Juan dan gengs nya di daerah bangunan lama yang berada sedikit jauh dari perkampungan. Maka dari itu, munculah ide Hendra untuk melakukan penyamara guna untuk meminimkan ketahuan dari orang siruhan Juan.
Mobil sewaan yang di sewa Bayu telah diganti. Sekarang Bayu, Junot dan hendra telah sampai disalon.
"Selamat datang disalon kecantikan ironbeuty. Disini melayani perawatan full body dari ujung kaki hingga ujung rambut. Kepada tuan-tuan yang ganteng dan manis ada yang bisa kami bantu?." Ucap pegawai salon yang terlihat setengah jadi mukanya cantik dipaksakan oleh bedak entah berapa centi alias banci.
"Kamu yakin Hen kita penyamaran kesini?." Ujar Bayu seperti ketakutan melebihi seperti melihat setan.
"Aku kurang yakin sih, soalnya aku tidak tau sebelumnya tempat seperti beginian. Tapi tidak salah juga kita mencoba." Ujar Hendra bersiasat.
"Ya sudah, bang Hendra saja ngomong sama abang eehhh mbak itu." Ucap Junot yang ragu memanggil pelayan itu apa.
Hendra menarik nafas panjang hendak ingin bertanya pada pelayan itu.
"Selamat siang mas, eeehhh mba. Apa pemilik salonya ada." Ujar Hendra sedikit gugup.
"Hehehe,,, panggil ince aja mas. Mas mau cari siapa?." Ujar pelayan itu lagi.
"Pemilik salon ini, kami ada perlu jika dia ada." Ujar Hendra lagi.
"Mohon maaf mas tidak bisa bertemu beliau kecuali sebelumnya ada janji." Ucap pelayan itu profesional.
Hendra terlihat memutar otak agar pelayan ini bisa memanggil pemilik salon untuk kesepakatan agar mudah berurusan.
"Gini ince cantik,,, aku punya keperluan dan kerjasama yang penting. Kamipun mau membayar mahal kalau kerja samanya berjalan lancar. Makanya aku harus bicara sama pemilik salonnya." Ujar Hendra dengan tampang buaya ketika menggoda seorang wanita.
Pelayan itu sedikit terkesima dengan kelembutan dan ketampanan Hendra "Baiklah, ince akan panggilkan mama iron. Mohon tunggu sebentar ya." Ujar pelayan itu dan berjalan melaksanakan tugasnya.
__ADS_1
Bayu yang berdiri dibelakan Hendra sedikit melihat jijik pada Hendra yang menggoda bencong.
"Hen, lu sudah berubah haluan menyukai makluk jadi-jadian itu?." Ujar Bayu setelah kepergian ince dari mereka.
"Apaan si lu bro. Kamu tenang saja, aku melakukan ini karena bisa melakukan hal yang kita inginkan. Tenang saja aku tetap Hendra yang dulu bro." Ujar Hendra mrlakukan pembelaan dan berlalu duduk di sofa ruang tunggu juga diikuti Junot dan Bayu.
"Tapi bang Hendra keren banget lo aktingnya menaklukkan banci." Ujar Junot mengejek.
"Apaan si lu Jun, gue sebenarnya sangat geli tapi mau gimana lagi." Ujar Hendra dengan nada melunak agar tak kedengaran sama orang lain.
Tak lama kemudian pelayan tadi datang menghampiri dengan lenggok khas juga cari perhatianya.
"Mas tunggu sebentar ya,, mama ironya sebentar lagi akan turun untuk menemui kalian. Kalian mau minum apa biar ince bikinin khusus buat kalian para cowo ganteng dan manis hihihi." Ujar pelayan itu dengan kecentilan seperti penari latar slowmontion.
"Tidak usah dibikinin minum. Kami tidak haus." Ujar Bayu memotong agar pelayan itu cepat pergi.
Hendra terlihat risih juga memundurkan kepalanya.
"Jangan sentuh seperti itu ya ince,,,, yasudah kamu ambilin air putih saja." Ucap Hendra dengan muka datar.
"Iiihh kok kalian marah, ince cuma mau menawarkan yang terbaik. Yasudalah ince ambil air putih saja." Ujar ince dan berlalu ke dapur salon. Hendra melototi ince itu dengan ekspresi mengejek lidah terjulur juga jari-jarinnya dilambai di pipinya seperti ejekan anak kecil. Bayu dan Junot tertawa dengan ditutupi oleh tanganya melihat Hendra jadi incaran si banci.
Tak lama kemudian datanglah makluk yang tidak tau asalnya dengan memakai baju super ketat dan memakai jas dalam tanpa dikancing agar mencolokkan badanya terkihat.
'Ya Allah,,, makluk apalagi ini???' Bayu membatin.
"Selamat siang, Aku mama Iron. Apakah kalian mencari aku?." Ujar mama iron selaku pemilik salon yang lumayan besar itu.
__ADS_1
"Oh jadi ini mama iron. Perkenalkan saya Hendra dan dua saudaraku." Ujar Hendra mengulurkan salam bersifat profesional. 'Ternyata mama iron yang ince maksud adalah mama para banci. Bisa-bisa kami jadi sasaran kalau dekat dengan mereka. Waduuuhhhh ya tuhan bantu aku menghadapi makluk ini, tapi demi perjuangan kasus Farhan kami harus lakukan.' Batin Hendra yang sedang mengulurkan salam pada mama Iron.
Setelah bersalaman mama Iron banci kelas kakap itu menyuruh Hendra,Junot dan Bayu untuk duduk.
Walaupun mama Iron terlihat ngetrik yang sangat berlebihan dalam penampilan, ia terlihat profesional urusan pekerjaan.
"Baiklah, kerjasama apa yang kalian tawarkan pada saya sehingga begitu pentingnya menemui saya?." Ujar mama Iron membuka pembicaraan.
"Begini mam, kami membuntuhkan bantuan untuk melakukan sebuah penyamaran. Apakah mama Iron bisa membantu? Kami akan siap membayar sesuai yang mama Iron minta nantinya." Ujar Hendra menjelaskan awal kerjasamanya. Disini Hendra juga sedikit menjelaskan agar penyamaran rahasia untuk mereka bertiga.
Mama Iron mulai memahami maksud yang di terangkan Hendra. Ia juga sedikit prihatin atas tidak punya hati orang yang tidak bertanggung jawab itu yang telah mengakibatkan Hendra yang terlihat tampan olehnya rela melakukan hal seperti ini.
"Jadi penyamaran seperti apa yang kalian inginkan, kebetulan aku punya baju sewaan juga yang bisa kalian pakai. Aku harus menahan salah satu ktp dari kalian saja untuk jaminanya." Ujar mama Iron menyetujui dan menanyakan penyamaran apa.
"Mama tahan KTP saya saja. Ini mama Iron KTP saya." Ucap Hendra sambil mengulurkan KTPnya dari dompetnya. Mama Iron menerimanya juga perjanjian membayar langsung uang sewa sebesar 3 juta untuk tiga orang penyamaran.
"Begini Mam, kami mau menyamar jadi wanita. Soalnya jika kami berpenampilan laki-laki mereka akan tetap mengetahui jika kami berselisih dijalan nanti." Ujar Hendra sontak membuat Juan dan Bayu kaget.
"Apa???? Wanita???." Ujar Bayu dan juan serentak dengan nada keras.
"Kenapa kalian terlihat kaget seperti itu? Santai saja bro. Kita akan lakukan ini cuma hari ini, lagian kalau kita ke markas mereka tanpa penyamaran akan ketahuan." Ujar Hendra.
Awalnya Bayu menolak begitu juga dengan juan yang membuat mama Iron bingung harus berbuat apa. Karena bujuk dan Hendra meyakinkan dengan berat hati mereka menyetujuinya.
"Baiklah,,, tapi kalau mereka mendekati dan bertanya kepada kita mereka akan tau kita laki-laki." Ujar Junot.
"Hmmm,, jadi begini. Kita memang berpenampilan wanita. Tapi disini kita pasti terlihat seperti transgender kan. Jadi kita berpura-pura hunting foto di bangunan tua agar mereka tidak mencurigai kita nanti. Lagian mereka tau kita apabila mereka ada disanakan. Jika mereka tidak disana kita hanya memasang kamera pengintai sajakan. Kita lakukan penyamaran ini supaya lebih aman bro." Jelas Hendra yang terdengar sedikit masuk akal.
__ADS_1
"Baiklah,,, aku akan setuju. Tapi sepatu haknya jangan terlalu tinggi ya. Nanti bukanya jalan malah jadi lumpuh tuh gara-gara sepatu." Ujar Bayu sedikit mendumel pasrah.