
"Tidak apa-apa kok jun, sudah ga sakit lagi kok". Ujar Farhan berusaha berdiri dibantu ibunya.
"Maafin Juan ya Han, maaf juga gara-gara juan keributan ini terjadi". Ujar Junot terlihat sedikit tidak enak.
"Iya Han, tadi Juan berlebihan menghinamu. Aku juga minta maaf karna tadi ikut menghinamu". Ucap Rendi mengulurkan tangan meminta maaf.
"Iya tidak apa-apa Ren, Jun. Aku maafin kalian kok". Ujar Farhan ramah dan menjabat tangan Rendi.
"Makasi ya Han,,, Ooo iya,, apa benar ini cafe milik kamu Han?". Ucap dan tanya Rendi.
"Mmmm" melihat ke arah Bayu dan dibalas senyuman "Ini milik keluarga kami Ren, ini berkat ide dan dimodali mas Bayu abang angkatku". Ucap Farhan sambil tersenyum.
"Sama saja kamu yang punya, tapi kamu terlihat hebat Han berani membuka usaha di usia muda". Tambah Junot. "Kamu memang pintar dan rendah hati ya Han, hanya Juan menganggapmu sebagai musuh. Maafin aku ya Han ga bisa bela kamu depan juan. Aku berusaha menjelaskan kejadian waktu itu, tapi juan tidak menghiraukan penjelasanku dan marah berkesudahan tanpa alasan saat melihatmu". Jelas Junot lagi.
"Tidak apa-apa Jun, kalian ga usah khawatir. Doakan saja agar Juan sadar apa yang mereka perbuat salah." Jawab Farhan lagi.
"Baiklah, maiasi sekali lagi ya Han, aku akan menanggung kerugian keributan ini". Jawab Junot dan mengambil dompet dari sakunya hendak mengeluarkan uangnya.
"Baiklah, tidak ada kerusakan kok. Bayar saja makanan yang telah dihabiskan saja". Ucap Farhan berusaha profesional dan menghitung pesanan mereka yang dimeja.
Setelah selesai membayar Junot dan tiga teman kainya beralih pergi. Farhan dan Bayu merapikan kembali meja yang sempat diberantakan akibat keributan itu.
Sehabis membersihkan dan merapikan meja tersebut Bayu menghampiri Farhan.
"Han, kamu kedepanya harus hati-hati dengan Juan ya. Dia terlihat sangat membenci kamu Han". Ujar Bayu menyampaikan kecemasanya.
__ADS_1
Farhan membalas senyuman "Mas Bayu tenang saja. Mungkin Juan punya masalah lain yang membuatnya kesal mas. Soalnya tidak mungkin gara-gara kesalahan waktu itu ia semarah itu padaku". Ujar Farhan.
"Maksudmu Han?". Tanya Bayu tidak mengerti ungkapan Farhan.
"Aku pernah melihat Juan menangis setelah kelulusan SMA. Munkin masalah keluarganya, makanya dia melimpahkan amarahnya padaku yang kebetulan terjadi kesalah pahaman kemaren. Aku rasa Junot lebih tau, makanya Junot hanya diam dikala Juan bersikap keras." Jelas Farhan lagi.
"Aku makin ga habis pikir padamu Han, kamu mau mengerti orang yang menyakitimu. Sampai kapan kamu sabar seperti ini Han?". Jelas Bayu.
"Mas Bayu, aku hanya berusaha tidak melakukan kesalahan dan memaafkan orang yang berbuat jahat padaku. Walaupun terkadang aku sedikit terpancing, tapi aku akan berusaha untuk bersabar Mas". Jelas Farhan.
Bayu tertegun dengan ucapan Farhan dan terlihat sedikit merenung.
"Mas,,, lah kenapa bengong. Apa ada yang salah dengan ucapanku?". Ujar Farhan yang membuat Bayu sedikit terkejut.
"Eeehhh ga,, gak salah kok." Jawab Bayu terlihat sedikit gugup.
Bayu sontak menyeka air matanya dan menunduk menyembunyikan kesedihanya.
"Han, kamu begitu mudah memafkan orang yang berusaha jahat padamu. Sedangkan aku tidak bisa memaafkan kesalahan ayahku yang ia tidak sengaja lakukan. Apakah aku anak yang durhaka Han?". Ujar Bayu mengungkapkan kesedihanya.
Farhan menghela nafas "Mas Bayu, walaupun mas Bayu sangat membenci ayah Mas, dia tetap ayahmu mas. Dia telah membesarkanmu menjadi orang hebat, ia telah menyayangimu dan saking ia gak sanggup melihatmu kecewa mas makanya ia mengakhiri hidupnya. Disamping kesalahan dimasa lalu yang disebut karma baginya tapi dia pasti tidak merencanakan itu buat anaknya. Ayah mana yang tak menyayangi anaknya". Ucap Farhan.
Bayu tertegun dan merasa bersalah membenci ayahnya. Bayu mulai mengeluarkan air mata karna tak sanggup membendungnya lagi.
"Ini semua salahku Han, gara-gara aku ayah dan Nita bunuh diri. Dan aku melarikan diri kesini Han. Aku sungguh anak yang tidak berguna, aku anak durhaka yang membuat orang yang menyayangiku bunuh diri". Ucap Bayu sedikit meratap terduduk di balik meja bartender dekat meja kasir tersebut.
__ADS_1
Farhan memeluk Bayu untuk menenangkannya. "Mas Bayu tidak boleh menyalahkan diri mas Bayu. Semua yang terjadi jangan mas Bayu sesali ya. Mulai sekarang mas Bayu cukup perbaiki kesalahan yang telah terjadi dan serahkan semua pada Allah swt". Jelas Farhan ikut bersedih. "Mas Bayu harus kuat ya, demi ibu mas Bayu di kampung dan demi kami juga ya. Allah pasti ada rencana dibalik ini semua". Jelas Farhan lagi.
"Astaqfirullahalazim... Kamu benar Han,,, aku harus kuat untuk perbaiki ini semua. Aku masih punya ibu, ibu Nita juga kamu, bapak juga ibuk. Makasi ya Han kamu telah menjadi adik sekaligus teman bagiku. Walaupun kamu masih berumur 20 tahun tapi kamu sangat dewasa dari ku. Mas Bayu beruntung bertemu denganmu Han". Ucap Bayu mengusap air matanya dan terlihat kembali berusaha bersemangat.
"Aku cuma mengingatkan mas Bayu. Mas Bayu juga hebat dan mengajarkanku membuka usaha. Aku beruntung kehadiran mas Bayu di keluarga". Ucap Farhan.
Setelah kesedihan mereka usai, mereka kembali bekerja. Terlihat usaha yang ditanam Farhan menenangkan Bayu dari kehilangan arah Bayu berbuah manis. Hingga mereka terlihat seperti kakak adik yang kompak dan akur.
Sesekali Bayu dan Farhan becanda membuat ibu Farhan melihat tingkah mereka tersenyum dan merasakan syukur atas kebahagiaan pada keluarganya.
Hari itu hari yang melelahkan. Jarum jam melintasi angka 10 menandakan usainya jam operasional cafe FB family ini. Bayu, Farhan dan ibuk bersiap untuk pulang.
Sesampai dirumah walau dengan wajah kecapean mereka menyempatkan berkumpul yang disambut bapak Farhan.
"Waaahh anak-anakdan istri bapak terlihat capek sekali ya. Apa perlu bapak buatkan teh jahe agar kembali seger". Ujar bapak hangat sambil menutup Al-Qur'an habis dibacanya.
"Tidak usah pak. Biar ibuk yang lakukan itu. Bapak duduk saja, bapak juga pasti capek dari pasar." Ucap ibuk yang selalu tidak meninggalkan kewajibanya sebagai stri bapak.
Bapak tersenyum "Baiklah buk". Bapak mengerti ibuk selalu berbakti padanya.
"Bagaimana perkembangan usaha kalian?". Tanya Bapak setelah mereka duduk santai sambil menonton tv.
"Alhamdulillah baik pak, malah makin ramai pengunjung. Mungkin kalau seperti ini terus kita akan buka cabang". Jawab Bayu.
"Alhamdulillah,,, bapak bangga sama kamu Bay,, begitu oekerja keras dan sangat bersungguh-sungguh dalam berusaha. Semoga Farhan cepat menguasainya juga ya. Jadi anak-anakbapak jadi pengusaha dua-duanya". Jelas Bapak dengan bangga.
__ADS_1
"Farhan sudah mulai mengerti pak. Bahkan dari awal Farhan yang mengontrol ambisiku supaya stabil memikirkan usaha". Ujar Bayu menyampaikanya secara hangat. "Oo iya pak, munkin lusa aku akan pulang kepadang pak. Aku ingin menemui ibuku dan ibu nita. Aku juga akan berziarah kekuburan ayah dan Nita juga sekalian melihat usahaku yang terbengkalai pak. Mungkin agak lama pak dan cafe akan kuserahkan pengurusanya pada Farhan". Ucap Bayu.