
"Ayah kita pulang sekarang," ucap Zahra langsung menghampiri Arga yang sedang bermain dengan Nabila dan juga Kenan.
"Bunda, Bunda kenapa?" tanya Arga yang panik melihat Zahra yang terlihat menangis dan terus menariknya dan mengajaknya untuk segera pulang.
Zahra hanya menggeleng dan terus saja menarik jas Arga membuat Arga langsung menggendong Nabila dan menggandeng Zahra untuk keluar dari tempat acara tersebut menuju ke parkiran.
"Bunda ada apa? Kenapa Bunda menangis?" tanya Arga.
Zahra tak menjawab dan kali ini melihat ke arah Nabila yang juga melihat ke arah mereka. Arga pun mengerti mungkin Zahra tak ingin menjelaskannya karena ada Nabila, Ia pun menuruti apa yang Zahra inginkan. Mereka pun pulang sementara itu Arham hanya melihat mobil mereka sudah pergi meninggalkan acaranya, ia memegang bibirnya yang terasa perih karena gigitan Zahra.
"Begitu sampai di rumah Zahra langsung masuk ke kamarnya, sementara Arga membawa Nabila ke kamarnya menidurkan anak itu yang sudah tidur dalam mobil saat perjalanan pulang. Setelah memastikan Nabila sudah tertidur pulas, Arga menelpon ibunya mengabarkan jika mereka pulang lebih dulu.
Arga masuk ke kamarnya, ia tak melihat Zahra di dalam sana.
"Bunda?" panggilannya.
Arga mendengar jika Zahra sedang di kamar mandi.
"Bunda Sebenarnya ada apa?" tanya Arga yang terus mengetuk pintu saat mendengar suara tangisan Zahra dari dalam sana.
__ADS_1
"Bunda buka pintunya jika tidak Ayah dobrak pintunya," ucap Arga terus mencoba membuka pintu tersebut dengan memutar-mutar gagang pintunya, mengetuknya dengan keras.
"Zahra!"
Zahra yang mendengar Arga menyebutkan nama nya bukan dengan sebutan Bunda kemudian membuka pintu dan langsung memeluk Arga.
"Sebenarnya ada apa? Jangan membuatku panik seperti ini?" tanya Arga mengusap air mata istrinya menatap matanya meminta jawaban dari pertanyaannya.
"Ayah, mas Alham mencium bibirku. Aku jijik, Aku benci, aku tak bisa menjaga diriku sendiri. Aku minta maaf, Ayah," ucap Zahra mengusap bibirnya dengan kasar, bahkan nyaris melukai bibirnya sendiri.
Melihat itu Arga langsung menghentikannya.
Zahra terus memukuli bibirnya membuat Arga langsung menarik tengkuknya dan memagut bibir istrinya itu seolah menghapus ciuman Arham di bibir istrinya dengan ciumannya.
"Jangan menyakiti dirimu, aku mohon itu sama saja kau menyakitiku," ucap Arga menarik Zahra ke dalam pelukannya.
Setelah merasa tenang Arga pun bawanya ke tempat tidur dan terus mencoba untuk menenangkan istrinya itu yang masih tak terima dengan apa yang telah Arham lakukan padanya.
'Arham. Sepertinya kau ingin main-main denganku. Apa kau pikir ancamanku itu hanya sebuah gertakan,' batin Arga semakin mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Tidurlah jangan mengingatnya lagi," ucap Arga mengecup kedua kelopak mata Zahra.
"Aku sudah berusaha melupakannya. Namun, aku terus saja mengingatnya, aku tak terima akan hal itu."
"Ingat saja ciumanku," ucap Arga kembali ******* bibir istrinya, melakukan percintaan yang lebih dari biasanya, dia ingin membuat Zahra melupakan apa yang baru saja terjadi dan hanya mengingat sentuhan dan ciuman suaminya. Zahra menanggapi sentuhan-sentuhan dari Arga dan benar saja semua itu bisa membuat Zahra tenang dan melupakan apa yang baru saja Arham lakukan padanya dan fokus pada setiap sentuhan Arga.
*****
Pagi hari saat sarapan Arga merasa tenang saat melihat istrinya itu sudah kembali seperti sebelumnya, melupakan kejadian memalukan yang dialaminya malam tadi.
"Bunda, Ayah ke kantor dulu," pamitnya pada Zahra membuat Zahra dan Nabila mengantarnya hingga ke teras, melambaikan tangan sampai mobil Arga menghilang dari balik pintu gerbang.
Begitu Arga melihat kedua orang tercintanya itu kembali masuk ke dalam rumah, Dia langsung merubah arah tujuannya menuju ke perusahaan Arham.
Saat ini Arham sedang mengadakan rapat dengan semua direksinya, Arga langsung menerobos masuk ke dalam ruang rapat melewati beberapa penjaga dan ia langsung menarik kerah Arham dan melepaskan tinjunya.
Perkelahian pun terjadi di ruang rapat itu, perkelahian antara dua Bos besar membuat mereka semua hanya bisa memandang mereka. tak ada yang berani ingin melerainya. Namun, Arga memperingatkan untuk tak menghentikan perkelahian mereka.
Siapa yang tak kenal dengan Arga dalam dunia bisnis ia bisa membalikkan perusahaan dari yang besar dan sukses menjadi bangkrut begitupun sebaliknya.
__ADS_1