
Setiap kesabaran pasti akan memperoleh hasil yang manis. Allah SWT menguji setiap umatnya sesuai dengan batas kemampuan mereka. Allah SWT tak akan menguji seseorang melebihi batas kemampuannya. Jika setiap orang mampu ikhlas melalui semua ujian itu, Maka Allah SWT menjanjikan kebahagiaan yang akan senantiasa bersamanya.
Ikhlas dalam menerima semua cobaan dan takdir yang diberikan Allah memang sangatlah berat. Namun, percayalah dibalik semua ujian itu ada hikmah yang terpendam.
Allah SWT akan mengabulkan doa-doa para hambanya yang senantiasa meminta kepadaNya, ia akan memberi jawaban atas doa mereka di waktu yang tepat. Jika bukan hari ini mungkin saja Allah SWT akan mengabulkan apa yang kita inginkan di hari esoknya.
Zahra kini sedang berjuang melahirkan anaknya, itulah jawaban dari doa-doa nya selama ini, ia hanya meminta di berikan kesempatan untuk menjadi seorang ibu.
Suara tangis bayi memenuhi ruangan persalinan tersebut, Zahra meneteskan air mata mendengarkan suara tangis bayi yang baru saja dilahirkannya. Bayi yang dilahirkan dari rahimnya sendiri, bayi yang selama ini sudah dinanti-nantikan olehnya, bayi yang selalu disebutnya dalam setiap sujudnya.
Zahra tak bisa menahan Isak tangisnya, ia menangis di pelukan Arga, begitupun dengan Arga, kesabarannya berbuah manis walau selama ini ia tak begitu yakin jika ia akan memiliki anak dari wanita yang dicintainya itu. Namun, Ia tetap bersabar dan menganggap jika semua itu adalah ujian dari pernikahan mereka, ia lebih mementingkan perasaan cintanya untuk Zahra dan Nabila.
__ADS_1
Suara tangis bayi yang memecah kesunyian membuktikan jika kesabaran mereka serta doa-doa yang mereka panjatkan kini terkabul.
Arga tak bisa membendung air matanya mendengar suara tangis anaknya dan juga surat tangis dari wanita yang sangat dicintainya itu, ia memeluk erat Zahra mencoba menenangkannya, mengusap air matanya dengan penuh cinta dan kasih.
"Terima kasih sayang, terima kasih bunda kamu telah menjadi sosok wanita yang sangat kuat yang selalu sabar dalam segala hal. Terima kasih sudah memberikan anugerah terindah dalam hidupku," ucap Arga mengecup lama kening Zahra yang masih terus saja menangis.
"Selamat ya, Bu. Putranya sehat," ucap dokter meletakkan bayi yang begitu tampan itu di dada Zahra, Zahra membiarkan tangan anaknya menggerakkan dan menyentuh wajahnya dan itu semakin membuatnya terisak.
"Ayah ini bukan mimpi kan? Ini adalah anakku kan?" tanyanya di selat tangisnya membuat Arga mengangguk kemudian mencium pucuk kepala putranya dan bergantian mencium kening Zahra, kebahagiaan yang tiada tara yang tak bisa diungkapkan oleh Arga dengan sebuah kata-kata.
Dengan bangga Arga memperkenalkan putranya, ia menggelar acara yang sangat meriah melambangkan bagaimana rasa cintanya dan rasa syukurnya atas kehadiran Rafa di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Semua ikut bahagia menyambut kelahiran Rafa, Wani dan juga Nasya juga ikut dalam acara megah tersebut.
Mereka ikut memberi selamat atas kebahagiaan yang Zahra rasakan. Wani meminta maaf karena selama ini telah jahat padanya.
"Sebelum Ibu minta maaf Aku sudah memaafkan Ibu, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk ibu, Mas Arham dan juga Keenan," ucap Zahra yang membuat Wani memeluk mantan menantunya itu, ia telah membuang sebuah berlian yang begitu berharga demi Sebuah batu yang tak bernilai.
Nasya yang malu akan keadaannya, saat ini juga datang ke acara tersebut, ia minta maaf kepada Zahra atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Nasya tak menduga hati Zahra begitu luas, ia dengan mudah memaafkan semua kesalahannya dan mendoakan kebahagiaan untuknya.
"Bunda, terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku. Aku sangat bersyukur Allah mengirimkan Bunda sebagai pendampingku," ucap Arga mengusap rambut istrinya itu yang sedang menggendong bayi mereka. Arga bisa melihat betapa baiknya istrinya itu. Nabila juga ikut memeluk Bundanya. Arga menggendong Nabila, mereka bertiga mencium Rafa dengan penuh sayang.
Senyum terlihat jelas di wajahnya mereka.
__ADS_1
Tamat.
♥️🙏 Terima kasih sudah membaca 🙏💖