Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)
Kembali Terulang


__ADS_3

Di saat perekonomian Arham semakin menurun membuat Nasya lebih tertarik lagi menjalin hubungan dengan Aditya, bahkan saat ini tau tentang kedekatan mereka Nasya tak takut sama sekali..


Selama ini Wani terus saja memberikan uang dalam jumlah banyak kepada Nasya agar Nasya tetap berada di samping Arham. Sudah lama Nasya ingin meminta pisah dengan suami yang tak pernah mencintainya itu. Namun, sudah beberapa bulan ini Wani tak memberikannya uang sepeser pun, membuat Nasya kembali ingin menggugat cerai seorang Arham.


"Dasar wanita lintah ya kamu, selama ini aku memberikan uang lebih dan sekarang kau menghianati Arham dengan pria lain," geram Wani.


"Untuk apa juga aku mempertahankan Rumah tanggaku dengan pria seperti Arham, dia bahkan tak tertarik padaku dan hanya memikirkan istri orang lain. Ibu pikir aku wanita sebodoh itu yang tahan dengan suami seperti Arham, sudah cukup Bu aku ingin bercerai, aku ingin bersama dengan pria yang mencintai ku."


"Tidak! Kau tak boleh bercerai dengan Arham. Bagaimana dengan Keenan? Dia masih sangat membutuhkanmu."


"Ibu tenang saja, aku takkan mengganggu kehidupan kalian dengan Kenan. Kenan bisa tinggal di sini bersama kalian," ucap Nasya.


"Nasya. Ibu akan coba berbicara pada Arham, sekarang dia sedang dalam masa sulit jangan tambah kesulitannya. Sekarang ibu mohon padamu akhiri hubunganmu dengan pria itu."


"Mengakhirinya. Aditya itu jauh lebih sempurna dan sudah pasti lebih kaya dari Arham. Bukan hanya bisa memberiku uang yang banyak, Aditya juga memberiku kepuasan yang tak pernah Arham berikan padaku. Sebaiknya Ibu urus saja anak ibu itu sendiri," ucapnya, saat berbalik ia melihat Arham di belakangnya. Namun, ia tak terkejut dan tak takut jika Arhan mendengar perkataan yang baru saja dikatakannya. Ia pun berlalu ke kamarnya dan memasukkan barang-barangnya.


"Apa kau ingin kau minta cerai dariku?" tanya Arham.

__ADS_1


"Tentu saja, aku sudah memiliki Aditya yang jauh lebih menghargai keberadaanku daripada kau."


"Baiklah aku akan menceraikanmu. Aku akan secepatnya mengurusnya, tapi Kenan akan tetap disini bersamaku."


"Silahkan saja, tapi jangan halangi aku jika aku ingin bertemu dengannya."


"Tentu saja, walau bagaimanapun kau adalah ibunya."


"Baiklah kita sepakat," ucapnya dan keluar menyeret kopernya. Wani mencoba menghentikan langkah Nasya.


"Nasya, pikirkan sekali lagi. Bagaimana nasib mereka jika kau meninggalkan mereka."


Wani hanya bisa melihat menantunya itu pergi dari sana, ia pun bergegas berlari menuju ke kamar putranya.


"Arham apa yang Nasya katakan? Kau setuju untuk bercerai?"


"Jika dia memang ingin bercerai dariku Ya silakan saja, lagi pula Ibu pikir aku masih ingin menjadikannya istri setelah ia berselingkuh dengan orang lain? Itu tidak akan, Bu!"

__ADS_1


"Itu karena kau tak pernah mencintainya, kau tak pernah mencoba untuk mencintainya," kesalnya.


"Aku sudah berusaha untuk mencintai Nasya, Bu. Aku sudah terus berusaha sepanjang waktu, tapi tetap saja aku tak bisa mencintainya. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan seperti yang Ibu pikir. Sudahlah! Ibu menginginkan seorang Putra kan, sekarang sudah ada Kenan. Bukankah Ibu sudah mendapatkan apa yang Ibu inginkan dariku lalu untuk apa lagi mempertahankan Nasya jika menantu sebaik Zahra Ibu relakan mengapa Ibu tak bisa merelakan menantu seperti Nasya yang sama sekali tak bisa dibandingkan dengan Zahra."


Wani hanya mengepal tangannya, ia sebenarnya tak ingin Nasya pergi bukan karena Nasya merupakan menantu terbaik untuknya, tapi ia tak ingin jika Zahra menganggapnya kalah karena telah memilih Nasya dibanding dengan dirinya.


Hanya dalam waktu sebulan Nasya dan Arham pun resmi bercerai, Nasya sangat senang. Ia langsung menuju ke Apartemen milik Aditya, ingin memberikan kejutan. Namun, saat sampai di sana ia melihat Aditya sedang bersama dengan seseorang.


"Aditya, siapa dia?" tanyanya.


Aditya terdiam, ia terkejut. Mengapa Nasya bisa sampai ke Apartemennya tanpa memberitahunya terlebih dahulu tak seperti biasanya.


"Saya istrinya, kamu sendiri siapa ya?" Mengapa kamu bisa masuk di Apartemen ini?" tanya wanita yang bersama dengan Aditya di rumah itu.


Nasya terkejut ia tak mengira jika pria yang selama beberapa bulan ini bersamanya adalah seorang pria yang memiliki istri. Nasya mendengar suara ribut-ribut di belakangnya dan ternyata itu adalah suara dua anak kecil yang sedang bermain.


'Apa ini, apa aku kembali menjalin hubungan dengan pria yang sudah memiliki istri,' batin Nasya kemudian menatap Aditya, tapi pria itu malah membuang tatapannya arah lain.

__ADS_1


"Maaf, Saya hanya teman. Saya pikir Aditya hanya sendiri. Saya pamit." Nasya keluar dari Apartemen itu dengan hati yang sangat sakit ya. Mengapa ia harus kembali menjadi orang ketiga.


__ADS_2