Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)

Aku Juga Ingin Bahagia ( Pejuang garis dua)
Murkah Arga.


__ADS_3

Arga melampiaskan semua kemarahannya, ia tak main-main menghajar Arham. Arham yang tak terima dengan tindakan Arga yang tiba-tiba datang dan menghajarnya melakukan perlawanan. Namun, kekuatan Arga tak sebanding dengannya membuat dia mengalami beberapa luka yang cukup parah di wajahnya, perkelahian mereka baru bisa dihentikan saat satpam yang bekerja di perusahaan itu melerai keduanya.


"Aku sudah pernah memperingatkan mu, jangan pernah mengganggu istriku lagi, tapi Sepertinya kau tak mengindahkan peringatan ku. Jadi jangan salahkan aku jika aku benar-benar melakukan apa yang pernah aku katakan kepadamu," tegas Arga menatap tajam pada Arham sebelum keluar dari ruang rapat itu .


Arham yang kesakitan mengerti akan kemarahan Arga. Namun, ia tak peduli akan hal itu, yang ada di dalam pikirannya saat ini ia harus kembali merebut Zahra darinya. Zahra adalah miliknya, pemikiran itu membuatnya benar-benar gila.


Arham menendang kursinya, menghamburkan semua berkas-berkas di sana, membanting laptop miliknya membuat para rekan bisnis yang tadi ikut rapat dengannya segera keluar, sepertinya bos mereka sedang ada masalah.


Arga mengendarai mobilnya menuju ke kantornya, Ia juga mendapat beberapa luka di wajahnya dan juga pakaiannya sudah tak karuan.

__ADS_1


"Kau pikir aku main-main dengan ancaman ku, lihat saja apa yang aku lakukan padamu. Selama ini aku menahan diri hanya karena menghormatimu sebagai mantan suami dari Zahra. Namun, sekarang tidak lagi. Apa yang kau lakukan pada Zahra itu benar-benar keterlaluan," geramnya kemudian Arga pun mengambil ponselnya menelpon seseorang dan meminta orang itu untuk mengumpulkan semua rekan bisnisnya sore ini juga di restoran X.


Arga langsung menuju ke kantornya mengganti pakaiannya dan mengumpulkan semua berkas-berkas penting. Ia langsung menuju ke restoran yang sudah disepakati oleh semua rekan bisnisnya, mereka semua datang kesana sesuai keinginan Arga, mereka juga tak tau mengapa Arga mengumpulkan mereka.


Ada sekitar 20 orang dan orang-orang itu adalah orang-orang yang berpengaruh dalam dunia bisnis.


"Aku minta maaf karena telah mengumpulkan kalian secara mendadak. Namun, ini tak bisa aku tunda lagi. Aku membawa beberapa kontak kerja sama kita dan aku ingin membatalkannya," ucapnya membuat orang-orang yang ada di sana terheran-heran mereka merasa tak memiliki kesalahan ataupun kerjasama mereka yang menyalahi aturan. Namun mengapa tiba-tiba Arga membatalkan kontrak kerjasama dengan mereka.


"Aku sedang ada masalah dengan Arham dan ini masalah pribadi. Bukannya aku bersikap tak profesional hal ini sudah sangat penting.

__ADS_1


Aku sengaja mengumpulkan kalian di sini karena kalian juga bekerja sama dengan perusahaan Arham, sekarang aku berikan kalian Pilihan, kalian bisa memilih salah satunya, kalian ingin bekerja denganku atau bekerja dengan perusahaan Arham, jika kalian memilih perusahaan Arham akan membayar denda atas pembatalan sepihak dari perusahaanku. Semua bisa melihat kemarahan di wajah Arga. Perkelahian mereka pagi tadi juga sudah tersebar di kalangan para pebisnis.


"Aku akan tetap bekerja sama dengan Anda!" ucap salah satu dari mereka dan satu persatu dari 20 orang tersebut mengatakan jika ia akan berpihak kepadanya hingga tersisa 5 orang saja.


"Bagaimana dengan kalian? Aku tidak akan memaksa jika kalian ingin memilih Arham aku akan membayar dendanya."


"Sebenarnya kamu masih ingin bekerja sama dengan perusahaan Anda, tapi jika kami membatalkan lebih dulu kontrak kerjasama pada Arham bukankah kami akan mendapat denda?" Pertanyaannya itu membuat yang lainnya juga baru menyadari akan hal itu, jika memilih mereka memilih Arga sudah dipastikan kontrak kerjasama dengan Arham akan mereka batalkan dan itu akan berdampak pada ganti rugi mereka semua.


"Kalian tenang saja, masalah ganti ruginya aku akan yang menanggungnya. Selagi kalian berpihak padaku. Membuat yang sudah memihak padanya menjadi lega kemudian kelima orang tersebut juga ikut mendukung Arga.

__ADS_1


"Aku rasa cukup sekian rapat kita hari ini, kita akan bertemu lagi di kesempatan lainnya. Aku harap kalian secepatnya membatalkan Kontak kerjasama kalian dengan perusahaan Arham."


__ADS_2