
"Om Akmal."
Dada ku seperti di pukul oleh palu yang besar. Nama itu.. mengingatkanku pada sosok yang ku rindukan setiap malam.
" Wajahnya loh mirip anakmu." Celoteh nek Aminah.
Jantungku semakin tak karuan naik turun. Bagaimana jika Zaskia berpacaran dengan Akmal?
" Allah.. cobaan apa lagi ini?" Gumamku.
Malam semakin larut, namun mataku tak kunjung mau terpejam. Sejak mendengar perkataan El dan nenek, perasaan ku menjadi tidak enak.
Cemburukah aku? Kenapa harus Zaskia? Apa Akmal tidak bisa menemukan bule yang lebih cantik?
Kenapa pertemuan yang ku rindukan malah menemukan masalah baru dalam hidupku?
" Ya Allah, semoga saja lelaki yang dekat dengan Zaskia bukan Akmal ku, bukan Akmal ayahnya El. Bukan juga lelaki yang ku rindui setiap detik, bukan juga lelaki yang namanya selalu ku sebut dalam doaku."
*
Hari ini Zaskia ingin datang kerumahku bersama temannya. Perasaanku mulai tidak enak. Aku takut jika teman yang akan di bawa oleh Zaskia adalah Akmal ku.
Aku masih mondar-mandir di dalam kamar. Pakaian apa yang pantas aku kenakan untuk menyambut kedatangan adikku dan tan lelakinya itu.
El sudah sejak pagi ku suruh mandi dan ku pakai kan pakaian yang bagus. Karena Zaskia katanya akan mengajak kami jalan-jalan. Nek Aminah mau ku ajak, namun beliau lebih dulu menolak dengan alasan mabuk kendaraan.
El sudah menunggu di teras. Ia tidak sabar menunggu kedatangan tantenya.
Aku mematut tampilanku di cermin, gamis ala kadarnya ku pakai untuk menutupi tubuhku yang kurus. Aku bukanlah tipe orang yang sering membeli baju. Bahkan pakaianku bisa dihitung dengan jari.
Selama hidup mandiri, aku lebih mementingkan kebutuhan El, atau aku akan menabungnya.
Suara deru mobil berhenti tepat didepan rumahku, El teriak kegirangan sambil melompat-lompat.
" Tante..." Teriak El kesenangan.
Aku mengintip dari celah bilik kamarku. Zaskia turun dari mobil dengan anggunnya. Aku merasa minder dengan tampilan ku. Jika dibandingkan dengan Zaskia, aku lebih cocok di sebut upik abu.
Lama aku menunggu teman lelaki zaskia turun dari mobil. Hingga ku dengar suara Zaskia yang mencari ku, " El, bunda mana?"
" Bunda di kamar, tan." Jawab El.
Kudengar derap langkah kaki berjalan kearah kamar. Aku pura-pura sibuk berhias.
" Hai mbak.." Zaskia menyapa ku ramah.
" Eh, Za."
Aku berusaha santai dan tidak gugup.
" Uda siap, mbak? Kita berangkat sekarang ya?"
" Iya, sebentar mbak ngambil tas dulu."
__ADS_1
" Aku tunggu di mobil ya mbak." Zaskia berlalu meninggalkan ku.
Aku menghela napas berat, Bismillahirrahmanirrahim.....
Ku langkahkan kaki keluar dari rumah.vtak lupa menguncinya.
Ternyata El dam Zaskia sudah duluan masuk kedalam mobil.
Aku membuka pintu mobil, dan langsung duduk di belakang Zaskia.
" Siap berangkat?"
" Allah... Suara itu.." aku terpaku menatap punggung teman lelaki adikku.
" Om Akmal, kita mau kemana sih?" Tanya El dengan manjanya.
" Kekebun binatang, El sudah pernah pergi kesana?" Tanya lelaki itu.
Badanku rasanya panas dingin. Tanpa melihat wajahnya saja aku tahu siapa laki-laki ini.
" Enggak pernah, ya kan bun?" El mengajakku berbicara.
" Eh, iya." Jawab ku gugup.
Entah karena tidak asing pada suaraku, tiba-tiba saja lelaki itu menoleh kebelakang. Tatapan kami bertemu.
" Allah, itu Akmal ku..." Aku bersorak dalam hati.
Aku mulai panik, takut ia langsung jujur tentang hubungan kami pada Zaskia.
" Mas, kenapa?" Zaskia tampak panik.
" Kamu sakit,mas? Kalau sakit kita bisa batalkan rencana hari ini kok." Ucap Zaskia bingung.
Cukup lama Akmal terdiam, ia hanya memandangku dan El secara bergantian. Atau ia masih tidak percaya jika harus bertemu dalam situasi yang sulit.
" Om, kok berhenti? Kita gak jadi ya pikniknya?" El mulai merengek.
Di luar dugaanku, Akmal menghidupkan mesin dan mulai melajukan mobilnya.
Suasana di dalam mobil ini dingin, hening bahkan aku hampir saja membeku. Atau hanya sekedar perasaanku saja.
Hanya El dan Zaskia yang asyik berceloteh.
Kami sudah tiba di kebun binatang. Akmal memberikan uang pada Zaskia untuk membeli tiket masuk. Tanpa curiga pada kami, Zaskia menggandeng El. Kini hanya ada aku dan Akmal. Apakah Akmal sengaja?
Kami saling berpandangan, namun mulut kami sama-sama terkunci. Untuk sekian detik hingga, " hai, apa kabar?" Sapaan itu akhirnya keluar dari mulutnya.
" Baik." Jawabku singkat.
" El, sangat mirip padaku." Ungkapnya sendu.
Dari kejauhan Zaskia dan El tampak riang berjalan ke arah kami.
__ADS_1
El lari mendahului tantenya.
" Om...ini tiketnya." El menyerahkan beberapa lembar tiket pada Akmal.
Akmal menggandeng El, mataku mengembun melihat pemandangan di depanku. Putriku merasa nyaman bersama Akmal. Andai El tahu bahwa ayahnya sudah ada di sampingnya.
Aku memilih duduk sendiri di sebuah bangku panjang di dalam kebun binatang. Sementara El asyik berkeliling dengan Zaskia dan Akmal.
Aku hanya memandang mereka dari kejauhan. Memandang keakraban yang terjadi antara El dan Akmal.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Zaskia jika tahu Akmal adalah ayah biologis, El. Aku takut jika nanti Zaskia tidak bisa menerima kenyataan ini. Aku juga takut jika kenyataan ini merusak hubungan persaudaraan antara aku dan Zaskia.
Sepertinya mereka sudah selesai mengelilingi kebun binatang untuk melihat semua satwa disini. Zaskia dengan bangganya menggandeng tangan Akmal. Ada yang berdenyut didadaku. Sakit!
" Bunda, tadi El lihat singa loh."
" Oh iya? Lihat apa lagi?" Tanyaku sambil mengusap keringat di wajahnya.
" Ada gajah, harimau, ular, unta." Ucapnya bersemangat.
Kami memilih keluar dari kebun binatang untuk mengisi kampung tengah yamg mulai berteriak minta diisi.
Saat akan naik ke dalam mobil, " bunda, El mau semangka dong."
Sontak Akmal menatapku. Aku membuang pandanganku.
" Yuk beli sam om aja." Akmal menggandeng tangan El.
" Aneh banget ya mbak, kesamaan El dan mas Akmal kok bisa sama. Wajahnya juga mirip banget." Zaskia menatapku curiga.
Aku hanya diam membisu. Aku tidak tahu harus mengatakan apa pada adikku.
" Mbak, lihat deh! Kayak pinang di belah dua loh mereka." Zaskia menunjuk kearah El dan Akmal.
Aku hanya mengangkat bahu, sebagai tanda aku tidak tahu.
" Jangan-jangan El anaknya mas Akmal, mbak?" Celetuk Zaskia.
Aku terkejut, bahkan menatap Zaskia tanpa berkedip. Zaskia mulai berani menduga-duga, lebih ngerinya lagi dugaannya benar.
" Allah, tolong hambamu ini." Doaku dalam hati.
El dan Akmal masuk kedalam, mereka asyik menikmati buah semangka yang di beli tadi.
" Mas, kamu kayak pinang di belah dua loh sama El." Lagi-lagi Zaskia mengutarakan pendapatnya pada Akmal.
" Uhuuukk.." bisa-bisanya Akmal tersedak.
" Eh, maaf sayang, aku cuma bercanda kok." Ucap Zaskia merasa bersalah.
Kulihat tangan Zaskia menepuk punggung Akmal dengan lembut. Aku yang sejak tadi hanya menjadi penonton seketika cemburu, Allah salahkah aku cemburu?
Menurut kalian salah kah jika Salsa cemburu pada Zaskia? Tinggalin jejak like komen dan follow aku ya... Terimakasih
__ADS_1