Aku Single Mom

Aku Single Mom
ASM 50


__ADS_3

" Sa, terima kasih sudah berhasil mendidik anak-anak menjadi anak yang hebat dan luar biasa. Aku bangga padamu sa. Padahal uang yang ku kirim setiap bulan tidak banyak untukmu. Tapi... Kamu bisa menyekolahkan mereka hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Oh iya Sa, semalam saat mendengar Zaky akan melamar seorang wanita, mau tidak mau kami harus hadir. Kamu tahu apa yang apa yang ada di pikiranku?"


" Apa.." tanyaku penasaran.


" Aku berharap bisa bertemu denganmu dan anak-anak. Ku langitkan doaku di setiap sepertiga malam. Sa.. ku pikir.. kau sudah menemukan penggantiku, ternyata..kau masih betah sendiri."


" Tidak mudah bagiku untuk memberikan kepercayaan pada seorang laki-laki. Kamu tahu kenapa?"


Akmal terdiam menatapku, menunggu kelanjutan ceritaku.


" Kenapa?" Tanya tidak sabaran.


" Kamu terlanjur menancapkan samurai di dadaku." Gelakku sambil tertawa.


" Aku terluka atas kepergianmu, Akmal. Kupikir setelah kita berpisah dan bertemu kembali lalu menikah dan punya anak lagi.. kupikir semua akan baik-baik saja, nyatanya aku tetap tidak bisa menggapai mu. Kau terlalu mahal untuk ku rengkuh, Akmal."

__ADS_1


" Ternyata bukan kita saja yang mengalami keruwetan membina biduk rumah tangga, El juga mengalami apa yang kita alami. Kamu tahu Sa? Mama menyesal telah membuang kalian. Kata mama, mama seperti membuang berlian dan menukarnya dengan imitasi. Apa lagi setelah melihat anak- anak kita berhasil meski tanpa ada campur tangan ku, rasanya mama ingin menjilat ludahnya kembali dan memutar waktu kembali seperti dulu." Mata Akmal menerawang menceritakan kisah hidupnya.


" Andai aku dulu kukuh tetap mempertahankan kamu... Mungkin.. kita akan tetap bersama." Mata Akmal berkaca-kaca.


" Jangan pernah sesali apa yang sudah terjadi diantara. Jika kita bersama, belum tentu anak-anak akan seperti sekarang. Akmal, terima kasih ya, sudah menempah aku menjadi seorang wanita yang kuat." Aku mencoba tersenyum meski manik-manik air mulai jatuh satu persatu di pipiku.


Mungkin ini bukan tangisan kesedihan tapi tangisan kebahagiaan. Meski aku tetap sendiri, dan Akmal tetap bertahan dengan Zaskia.


Setelah puas berbincang-bincang, akhirnya Akmal pamit pulang.


Ia menoleh sejenak padaku. Memberikan senyuman manis untukku. Senyuman manis yang membuat aku begitu mengidolakannya.


" Apa pun yang terjadi... Tetaplah menjadi suami adikku... "


Ia hanya tersenyum, entah apa arti senyuman itu. Wajah tampan itu menghilang bersama mobil putih miliknya.

__ADS_1


Siapa sangka pertemuan kami kali ini begitu dewasa. Kami sama-sama sudah bertobat, dan berusaha menjauhi segala zina yang pernah terjadi diantara kami.


Aku boleh mencintainya, aku boleh mendambanya, tapi aku juga harus tahu jika cinta tidak selamanya harus bersama dan saling memiliki dalam ikatan pernikahan.


Aku Salsabila, rela menjadi janda demi lelaki yang hanya sebentar menjadi sosok suamiku.


Aku.. Salsabila, rela membesarkan anak-anak dan merawat anak-anak hanya seorang diri.


Meski janda.. aku ingin menjadi seorang janda yang terhormat.


Untuk kamu, Akmal.. lelaki pengisi hatiku.. lihat, aku tidak pernah menanamkan kebencian pada putra dan putriku.


El tetap mencintaimu dan menganggap mu ayahnya meski lamu tak pernah hadir menemaninya, do'akan putri mu, supaya bisa melupakan sosok Zaky dan menemukan lelaki yang tepat agar bisa membimbingnya menuju surganua Allah.


Dan Yusuf.. putraku yang harus kehilangan kasih sayang sejak ia baru di lahirkan. Ia harus menerima kekalahan karena keegoisan nenek dari pihak ayahnya. Tapi putraku tidakenyompan dendam. Ia paham, ayahnya punya alasan untuk sesuatu hal yang dipilih oleh mu.

__ADS_1


Meski aku janda... Tapi aku bahagia..


__ADS_2