
Zaskia boleh memiliki raganya Akmal, namun ia tidak berhak mendapatkan jiwanya Akmal.
Tapi... meski Akmal mengaku tidak mencintai Zaskia, apa Akmal bisa menolak pesona Zaskia? Nyatanya Zaskia dan Akmal tetap melakukan malam pertama. Bagaimana aku bisa tahu jika Akmal dan Zaskia selalu melewatkan malam bersama?
Ah...Ternyata aku bodoh.
Karena sudah merasa ngantuk, aku mematikan lampu kamar. Baru saja akan terlelap, tring. Ponselku berbunyi.
Aku mengambil handphone di atas meja.
Satu pesan baru dari nomor tidak di kenal. Karena penasaran aku pun langsung m
membukanya.
Sebuah foto yang membuat dada ku terasa nyeri. Foto Akmal bertel*njang dada di atas ranjang dengan posisi tertidur. Separuh tubuhnya tertutup selimut. Disampingnya ada wajah Zaskia dengan rambut hitam terurai. Ia memeluk Akmal sambil menampilkan senyum penuh kemenangan. Dibawah foto ia tuliskan sebuah kalimat,( Tanpa aku katakan, kamu pasti tahu apa yang baru saja kami lakukan.)
Sebagai orang yang sudah dewasa, tentu aku tahu apa yang barusan mereka kerjakan. Senam ranjang. Ya, senam ranjang. Orang dewasa terlalu suka melakukan itu. Termasuk diriku.
Aku kembali memandang foto mereka, ups salah. Maksudnya aku kembali memandang foto Akmal. Lelaki itu pasti habis kelelahan, karena habis bercinta dengan Zaskia. " Dasar buaya, kucing garong!" pekikku dalam kekecewaan.
***
Karena kiriman foto dari Zaskia tadi malam, membuat aku menjadi kurang tidur. Tapi demi anak-anak, aku mencoba untuk bangun meski mataku terasa lengket untuk di buka.
El sudah menunggu ku di meja makan, sementara Yusuf sedang di mandikan oleh Riri. Riri adalah baby sister yang menjaga Yusuf. Kata Akmal agar aku bisa rilek dan tidak terlalu capek, karena Akmal tidak bisa membantuku mengurus anak-anak.
Sebenarnya Akmal terlalu memanjakan ku, hanya saja aku tidak bisa memiliki raganya seutuhnya.
" Mama sudah sembuh?" El memperhatikan wajahku.
" Sudah sayang. Oh iya segera habiskan makannya, sebentar lagi bus sekolah akan segera tiba."
El segera menghabiskan makanannya. Meski sedikit keras, El adalah anak yang penurut. El terlalu pandai mengambil hatiku. Hanya saja sekarang ia sedang menjaga jarak dengan Akmal. Sebagai anak yang mulai remaja, wajar jika El mulai memberontak. Dia hanya ingin ayahnya selalu ada di rumah ini, namun pada faktanya ia harus kembali kehilangan sosok ayah di hidupnya.
" Ma, El berangkat dulu ya.." El mencium pipiku dan segera berlari kedepan rumah karena bus sekolah sudah datang menjemput.
Aku mengantar El sampai didepan rumah, El melambaikan tangan padaku. Gadis kecil ku itu sekarang sudah mulai tumbuh menjadi gadis yang cantik. Semoga saja ia tidak mengalami nasib yang sama seperti mamanya nanti.
__ADS_1
Setelah El hilang dari pandangan, aku segera menutup pintu.
Aku memasuki kamar Yusuf, kangen sama anak lelaki ku. Sejak kecil ia terbiasa ku tinggal. Kasihan sekali.
" Hai sayang.. Yusuf..."
Anak bayiku tersenyum lucu menampilkan mulutnya yang belum tumbuh. Jika di bandingkan El, mungkin nasib Yusuf lebih baik. Tapi lebih sedihnya lagi, Yusuf tidak akan pernah mengenali ayahnya sendiri.
" Miris ya nak." batinku menggerutu.
***
Tring!
Satu pesan masuk dari Akmal, ( Sa, besokkan weekend, aku ingin mengajak kalian liburan selama tiga hari. Segwra beberes, besok aku jemput pagi, ya.)
Heran, tidak ada angin tidak ada hujan,. Tahu-tahu lelaki itu mau mengajak kami berlibur? Aku segera membalas pesan ayah dari anak-anak ku, ( Serius?)
(Serius, ada hal yang ingin ku bicarakan.)
Seserius apa? apakah dia tidak takut istrinya marah? Ah. aku tidak perduli. Segera aku membalas pesannya, ( Oke.)
" Mama mau kemana? El ikut dong."
Aku yang sudah bersiap akan pergi, seketika bingung, karena El ingin ikut. Aku mencoba senyum dan tidak terlihat gugup.
" El ikut dong, ma." rengeknya padaku.
" Mama sebentar saja loh, El. Kamu siap-siap, pilih beberapa baju yang akan kamu bawa. Besok kita pergi berlibur." Aku berusaha membujuk El.
" Kita mau liburan ma?" Seketika wajah El menjadi riang.
" Iya, atah tadi sudah ngabari mama."
" Oke deh ma, kalau begitu El gak jadi ikut mama."
Aku bernapas lega. Segera aku pergi sebelum Yusuf melihatku dan bergantian ingin ikut. Tujuan ku saat ini adalah mendatangi sebuah klinik yang sedikit jauh dari rumahku. Setidaknya aku akan memasang KB di tempat Dokter yang tidak mengenalku juga tidak tahu status perkawinanku.
__ADS_1
***
Setelan memasang KB, akhirnya aku pulang kerumah. Aku seperti seorang ABG yang baru saja jatuh cinta. Tidak sabar ingin bertemu tambatan hati. Ternyata cintaku pada Akmal sudah sedalam lautan dan setinggi hunung Himalaya. heheh....
Pagi ini kami sudah bersiap. Aku, El dan Yusuf sedang menunggu kedatangan Akmal. Koper berisi pakaian kami sudah diletakkan di teras rumah.
Hingga terdengar suara klakson mobil didepan rumah. El berlari menyambut ayahnya.
" Ayah..." Teriak El riang.
Akmal turun dari mobil sambil merentangkan tangan. El dan Akmal berpelukan. Tidak ingin kegilangan momen, cepat-cepat aku segera merekam seorang anak perempuan yang sedang memeluk ayahnya. Sudut mataku mulai berair. Aku terharu dengan pemandangan yang ada didepan mataku. Sudah lama sekali El cuek kepada ayahnya. Dan hari ini.. El kembali seperti El yang dulu.
Setelah selesai bermanja-manja dengan El, Akmal masuk kedalam rumah menemuiku.
Aku kepergok Akmal sedang mengusap mata.
" Nangis ya?" Akmal menggodaku.
" Enggak, cuma kemasukan debu." Elakku.
Cup.
Dengan santainya bibir Akmal mendarat di keningku.
" Akmal.." jeritku tertahan. Ada perasaan malu karena ia melakukannya di depan Nek Aminah, Riri dan Vani.
" Dasar Akmal." Gerutu ku dalam hati.
Akmal menyalami nek Aminah, meminta izin untuk membawa kami pergi berlibur. Tidak lupa sebelum berangkat Akmal memberikan bonus kepada Nek Aminah, Riri dan Vani. Bagiku itu bukan bonus melainkan uang tutup mulut agar mereka tidak sampai berkicau di luar sana.
" Yuk berangkat." Akmal membawa koper kami kedalam mobil.
Setelah berpamitan dengan mereka, akhirnya kami berangkat berlibur.
Sepanjang perjalanan, El sangat antusias. El asyik bercerita bersama ayahnya. Sedangkan aku dan Yusuf hanya sebagai pendengar yang baik saja.
Setelah lelah, akhirnya El tertidur di bangku belakang. Yusuf juga tertidur lelap dalam dekapanku.
__ADS_1
" Sebenarnya kita mau kemana sih?" Aku membuka percakapan di antara kami.
Akmal hanya mengedipkan matanya sebelah. " Rahasia." Ucapnya menggodaku.