Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
bab 10. tak terduga


__ADS_3

"Barra, lepaskan tanganku" pinta Aleea yang yang pergelangan tangannya merasa kesakitan, karena dari tadi Barra menggenggam nya erat .


"Malam ini kuharap adalah hari terakhir kau bekerja di club ini" pinta Barra pada Aleea


"nggak bisa, aku sudah menandatangani kontrak kerja selama 6 bulan, aku tak mau membayar uang penalti" jawab Aleea dengan wajah lesu


"aku akan membayar uang penalti itu, berhenti bekerja di tempat ini, dan bekerjalah untukku, aku tidak mau mendengar penolakan, sekarang kemasi barangmu dan ucapkan selamat tinggal pada manager mu itu!!" kata Barra memerintah, lalu dia berlalu pergi keruangan manager Aleea untuk mengakhiri kontrak kerja itu.


Sedangkan semua anggota geng Barra menatap mereka dengan mata yang terbelalak, mereka tidak percaya bahwa Barra akan peduli sampai sejauh ini dengan seseorang yang baru ia kenal. Sungguh hal yang tak terduga, bahwa pertemuan mereka yang tanpa sengaja kemarin telah sedikit mengubah dunia Barra saat ini dan mungkin akan mengubahnya 180 derajat sebentar lagi.


Bagas yang masih belum percaya dengan kata-kata Barra barusan mencoba memastikannya sekali lagi.


"Apa kau serius akan menyuruh gadis itu bekerja untukmu? Akan kau suruh dia bekerja apa? Dikantor milik ayahmu?" tanya Bagas kepo


"diamlah dan jangan banyak tanya, aku akan membuat gadis itu berguna" jawab Barra tersenyum menyeringai sambil menatap Aleea yang sudah keluar dari ruangan manager nya .


Barra terus menatap Aleea yang melangkah kearahnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh siapapun, hanya author yang tau.


"kenapa kau menatap ku seperti itu" pertanyaan Aleea, mewakili pertanyaan semua anak geng motor Barra, yang tidak memiliki keberanian untuk mengutarakan nya pada ketua mereka.


"siapa yang menatap mu, jangan Ge'Er, ayo kita pergi akan kutunjukkan pekerjaan barumu" Barra menarik tangan Aleea tanpa permisi.


Aleea pun lagi-lagi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menurut mengikuti langkah kaki Barra yang pergi meninggalkan club itu.


" aku sudah membayar semua tagihannya, kalian berpesta lah aku akan pergi terlebih dahulu" ucap Barra yang berlalu pergi meninggalkan gengnya sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang sama sekali.


"aisshh...salah minum obat tu anak" gumam Bagas yang sungguh heran dengan perubahan sikap Barra. Begitupun juga dengan anggota geng yang lain.


...----------------...


Kini Barra dan Aleea berada diparkiran club.


Aleea ingin meminta penjelasan tentang dirinya yang harus bekerja untuk Barra. Namun dia ingin berterimakasih terlebih dahulu pada Barra karena telah membantu nya lepas dari kontrak kerja yang sama sekali tidak ia inginkan

__ADS_1


"ehhmm.." Aleea berdehem


Seketika Barra menoleh pada Aleea yang berjalan dibelakang nya.


"Ada apa? Apa yang ingin kau katakan" seolah pertanyaan Barra menunjukkan kalau dia bisa membaca isi pikiran Aleea.


"emm...lepaskan dulu tanganku" Aleea mengingatkan Barra yang tak kunjung melepas kan genggaman tangannya.


"terimakasih" ucap Aleea sambil menundukkan pandangannya


"Untuk apa?" jawab Barra singkat dengan nada ketusnya. Sungguh laki-laki yang tidak bisa ditebak, batin Aleea dalam hati.


"emm..karena tadi telah menyelamatkan ku dari om-om hidung belang dan karena kau juga sudah membayar kan uang penalti untuk putus kontrak kerja ku di club ini" ucap Aleea dengan tulus dan pandangan mata yang berbinar-binar


"hhmm" jawab Barra acuh


"aku janji akan menggantikan uang mu suatu saat nanti jika aku sudah mendapatkan pekerjaan baru" timpal Aleea.


"lalu?" tanya Aleea penasaran


"Cukup kau banyar dengan tenagamu, mulai sekarang kau bekerja untukku, selain disiang hari kau menjadi pelayan ku, dimamlam hari aku ingin kau menjadi asisten ku, aku akan menggajimu setiap bulannya" jelas Barra


"Aku tidak mau ada penolakan darimu, aku anggap dirimu setuju, untuk membalas budi atas kebaikanku yang sudah tak terhitung padamu" lanjut Barra seraya menarik pinggang Aleea mendekat dengannya, kini tubuh ramping Aleea melekat sempurna dengan Barra.


Tatapan mata mereka bertemu, Aleea mendongakkan kepalanya karena memang tinggi Badan Barra jauh sekali diatasnya.


Sungguh kelakuan cowok devil ini tak terduga, Barra menatap dalam manik Aleea, jantung milik Aleea berdetak tak beraturan, tiba-tiba saja sesuatu yang lembut telah menempel sempurna di bibirnya, lagi-lagi aksi Barra hampir membuat jantungnya copot, Barra telah menciumnya tepat dibibir nya, Aleea berusaha menolak namun Barra semakin menekan tengkuknya dan mempererat cengkraman tangannya pada pinggang kecil Aleea, sehingga mau tidak mau Aleea pun menikmati ciuman itu, Barra merasakan bibir tipis itu begitu lembut dan manis, merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari Aleea Barra mulai berani memasukkan lidahnya, mengeksplore setiap inci ruang dalam mulut Aleea, Barra semakin memperdalam ciumannya seakan tak peduli pada sekeliling, mereka saling mel*mat,meng*l*m, meny*sap, dan bertukar saliva. Ini adalah ciuman pertama bagi Aleea, dan begitupun juga dengan Barra.


Meski Barra dikenal si cowok bad boy, dia sama sekali belum pernah melakukan ciuman dengan wanita manapun. Memang karakter nya yang sedingin kulkas tidak mudah diacairkan, namun Aleea tampaknya berhasil mencairkan cowok kutub ini.


Setelah beberapa menit mereka terhanyut dalam ciuman pertama yang bergairah itu, akhirnya Barra melepaskan pagutannya karena Aleea mulai tersengal kehabisan nafasnya, sejenak keduanya terdiam dan dengan begitu rakusnya menghirup oksigen yang ada disekelilingnya.


Pipi Aleea tampak merah merona, dia benci tapi dia juga sangat menikmati nya, bahkan dia telah dibuat mabuk kepayang oleh ciuman Barra barusan.

__ADS_1


"Apa kau sangat menyukainya?" bisik Barra lembut dan seketika itu membuat Aleea semakin tersipu, dia sungguh dibuat gila oleh tindakan Barra yang selalu tak terduga, sikapnya sungguh tak bisa ditebak.


"Kau...mmmppph" Barra kembali mengecup singkat bibir Aleea, yang membuat gadis itu memilih untuk bungkam tidak mau meneruskan kata-katanya,


Dan karena memang malam sudah begitu larut, Barra mengantar kan Aleea pulang kerumahnya. Membelah dinginnya malam, motor sport Barra melaju tanpa hambatan, hanya sesekali angin yang bertabrakan dengan tubuh mereka membawa hawa dingin yang menusuk kulit dibalik pakaian mereka, Barra menarik tangan Aleea untuk mempererat tangannya yang melingkar diperut ber otot Barra.


Malam ini awal yang bagus bagi Barra, perasaan yang baru pertama kali tumbuh dalam hatinya, ada perasaan yang belum bisa ia jelaskan, bahkan pada dirinya sendiri.


Begitupun juga dengan Aleea yang masih belum menyadari ada benih cinta dalam hatinya, karena saat ini hatinya masih diselimuti oleh rasa kagumnya pada dosen Mike yang tampan dan dewasa itu.


...****************...


Pagi ini sungguh cerah, kicauan burung terdengar samar diluar sana, sang Surya yang sudah mulai meninggi dengan cahayanya yang menghangatkan, berusaha menerobos masuk celah-celah jendela yang masih ditutup gorden tipis itu, sedangkan Aleea masih bergelung dibawah selimut tebalnya, seolah ia enggan membuka matanya dan tetap ingin terus berada dalam mimpinya.


Drrrt...drrrttt...drrrtt....


Suara ponselnya terus berbunyi, dengan malas dari dalam selimut , tangan Aleea meraih benda pipih diatas nakas itu, susah payah Aleea Menggeser tombol berwarna hijau pada ponsel berlogo gambar apel itu.


"hallo..." Jawab Aleea dengan suara seraknya khas orang yang baru bangun tidur.


Seketika matanya terbelalak mendengar suara diseberang sana, bahwasanya itu telvon dari Barra yang mengatakan dirinya akan sampai 5 menit lagi dirumahnya untuk meminta sarapan bersama.


Tanpa aba-aba Aleea langsung berlari kekamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya dan menyikat giginya, rasanya tak mungkin dirinya mandi karena Barra akan segera sampai. Setelah keluar dari kamar mandi Aleea langsung berlari menuju dapur, dia kembali terkejut oleh keberadaan Barra yang sudah duduk dimeja makan lengkap dengan sarapan yang sudah dihidangkan rapi diatas meja, ia juga melihat ibunya yang sedang memasak didapur.


"mama...Barra...!!"


Sontak keduanya yang dipanggil sama-sama menoleh.


Bersambung.


Happy reading 😍,


Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like, komentar, dan votenya terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2