Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 24. Evelyn


__ADS_3

Setelah Barra memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dari taman bermain itu, Barra memacu mobil sportnya menuju basecampnya, disana teman-teman geng motor nya sudah menunggu dirinya untuk mempersiapkan event balap resmi yang akan diikuti oleh Barra.


Setelah beberapa waktu mobil sport milik Barra membelah keramaian jalan malam itu, akhirnya dia sampai di sebuah ruko berlantai dua, teman-temannya sedang sibuk mengotak-atik motor yang akan Barra gunakan untuk balapan nanti.


Dengan langkah gontai Barra melangkah masuk kedalam basecamp, dengan sembarang ia lemparkan jaket kulitnya ke sebuah sofa, dia menjatuhkan dirinya ke sofa dengan malas, sepertinya dia sangat tidak bersemangat saat ini.


Bagas melirik Barra yang sedang duduk di sofa, tidak seperti biasanya Barra terlihat sedikit kacau. Bagas mengerutkan keningnya dan penasaran ada apa gerangan dengan wajah sahabatnya yang ditekuk itu.


"Kenapa itu wajah ditekuk begitu" tanya Bagas menghampiri Barra sambil melemparkan sebuah kotak rokok diatas meja ,


Barra hanya melirik Bagas dan membuang nafasnya dengan berat, tanpa mengatakan sepatah kata pun Barra mengambil kotak rokok yang dilemparkan Bagas dan memungut sebatang rokok dari dalam kotak itu, dia mengapit sebatang rokok itu dengan bibirnya, kemudian terlihat asap rokok mengepul dan meliuk diudara hingga hilang terbang bersama angin. Nyala merah terlihat diujung rokok itu saat Barra menghisapnya lalu padam dan muncullah sebuah kepulan asap lagi, begitu seterusnya, hingga Barra telah menghabiskan beberapa batang rokok saat dirinya duduk tak bergeming di atas sofa.


Bagas yang sedari tadi duduk bersama Barra, dia juga menikmati setiap hisapan nikotin yang jelas dapat merusak paru-parunya.


Melihat Barra yang wajahnya ditekuk, dia yakin pasti Barra sedang memiliki masalah dengan ayahnya, karena biasanya hanya ayahnya yang bisa membuat Barra menjadi frustasi.


"kenapa brow, tampang mu itu sudah seperti cucian yang baru keluar dari mesin cuci ibu ku saja" gumam Bagas sambil tersenyum mengejek pada Barra, Bagas ingin memancing sahabatnya itu agar bersedia membagi kesulitannya pada dirinya. Sebagai sahabat Bagas selalu tidak tega jika Barra terlihat murung dan menyimpan semua masalahnya sendiri.


Mendengar perkataan Bagas yang mengatainya, Barra pun melemparkan bantal sofa tepat ke muka Bagas.


"Sialan, memangnya aku cucian dirumahmu?, dasar, apa kau sudah bosan hidup?" Balas Barra menggoda Bagas.


"Lagian punya muka ditekuk kayak gitu"


"katakan saja sesukamu, hari ini aku sangat malas meladeni mu"


"Pasti gara-gara paman kan? Apa kau bertengkar lagi dengannya?" tanya Bagas yang masih saja penasaran.


"kau sudah seperti cenayang saja, sok tau"


"jangan salah, aku memang keturunan cenayang, kakekku dulu adalah cenayang yang handal"


"Benarkah, dasar mulut besar kau"


"weeyy...jangan salah, siapa yang mulut besar, memang benar yang kukatakan, aku adalah seorang cucu dari cenayang yang termasyhur dijamannya dulu, aku buktikan agar kau percaya" kata Bagas sambil berdiri dan mengambil segelas air lalu mulutnya berkomat-kamit sambil memercikkan air dalam gelas itu keseluruh sudut ruangan, termasuk ke wajah Barra.


Barra hanya tertawa kecil merasa konyol melihat tingkah Bagas yang membagongkan.


"ya, ya... Aku percaya padamu, hentikan dan buang jauh-jauh air ditangan mu itu" Kata Barra yang mulai kesal karena Bagas terus memercikkan air pada wajahnya.


"gimana? Kamu percaya kan kalau aku hebat, jadi benar kan kau sedang bertengkar dengan paman?" tanya Bagas dengan bangga karena merasa tebakannya benar

__ADS_1


"iya, aku memang kesal dengan ayah, tapi aku tidak bertengkar dengannya, bahkan kemarin aku dari rumah utama" kata Barra mulai mau bercerita.


"lalu kenapa kau kesal dengan paman, bukankah sangat bagus jika kau sudah bersedia mengunjungi rumah utama, bahkan sudah hampir 3 tahun kau tidak pergi kesana sejak kau memutuskan untuk tinggal di apartemen?"


"aku hanya ingin memastikan sesuatu, jadi aku bersedia datang saat pak tua menyuruh ku untuk datang kerumah"


"memastikan apa?"tanya Bagas dengan mengerutkan keningnya,dia semakin dibuat penasaran oleh perkataan Barra.


"Memastikan siapa calon istri pak tua itu, dan siapa calon adik tiriku itu"


"hah....? Apa maksudmu paman akan menikah lagi?


"iya, dan kau tau siapa calon istrinya? cucu cenayang ?" tanya Barra pada Bagas, Barra tau jika Bagas tidak tau siapa calon ibu tirinya.


"mana aku tau? siapa, kenapa kau membuatku jadi penasaran sih"


"Dasar cenayang gadungan, dia Bu Sarah, ibunya Aleea' jawab Barra datar dan kelewat dingin.


"..apaaa?? Apa kau tidak sedang mabuk Barr? Jangan ngelantur!!"


"Memang benar , ibunya Aleea ternyata sahabat pak tua saat mereka masih SMA dulu!!"


"kenapa kau menyebut gadis bodoh itu adik iparmu?" tanya Barra yang saat ini dia sedang dalam mode savage. Barra sama sekali tidak memiliki gairah apapun bahkan hanya sekedar mengobrol, makanya Barra dari tadi hanya menjawab ceplas-ceplos dan dingin setiap pertanyaan Bagas.


"karena gadis manis itu sangat cocok denganmu, bahkan kita semua berharap kalau kalian berjodoh!! Tapi kenyataannya malah kalian akan menjadi saudara, bukankah ini sangat terdengar lucu"


"Sebaiknya kau diam dan lakukan saja apa yang membuat mu tidak mengganggu ku, aku ingi tidur eyahlah dari sini" kata Barra yang ingin Bagas pergi menjauh darinya.


Namun tiba-tiba suara nyaring seorang perempuan terdengar menyapa nya dari ujung pintu, gadis itu menghampiri Barra dan Bagas yang masih duduk disofa, Barra menatap ke arah suara yang memanggil namanya dengan manja itu berasal, dia seperti tidak asing dengan suara itu, ternyata benar saja yang Barra duga, Evelyn. Barra menaikkan sebelah alisnya dan menatap tajam gadis yang datang kearahnya "Sejak kapan gadis itu datang, bukankah dia sedang ada diluar negeri?" pikir Barra dalam hati.


Bagas yang melihat kedatangan Evelyn sudah tidak merasa terkejut lagi, karena dia sudah mengetahui kedatangan gadis yang diam-diam dia sukai itu sejak kemarin. Bahkan Bagas menyimpan rapat tentang masalah rencana busuk Evelyn terhadap Barra di club kemarin malam.


"Hai Barra, apa kabar?" sapa Evelyn yang langsung duduk disebelah Barra dan tanpa permisi gadis itu langsung memeluk Barra tanpa sungkan."aku sangat merindukan mu Barra, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu saat aku berada di luar negeri"


"lepaskan aku Eve"


Evelyn sangat senang saat mendengar Barra yang masih memanggil namanya dengan panggilan Eve, itu adalah panggilan Barra padanya sejak mereka duduk dibangku SMP, dulu Barra selalu membela Evelyn saat dirinya dibully oleh teman-teman gadisnya, karena dulu Evelyn tidak memiliki teman saat SMP dia selalu ditindas dan bully oleh anak-anak gadis, Namun sejak Barra membelanya tidak ada lagi yang berani membully dirinya, bahkan teman-teman yang dulu memusuhi nya seketika ingin berteman dengannya saat melihat Barra selalu membela nya, karena sejak dibangku SMP Barra dan teman-teman nya adalah geng yang ditakuti dan disegani. Sejak saat itu Evelyn selalu menganggap Barra sebagai pangerannya dan selalu berada di dekat Barra walau Barra selalu bersikap dingin kepadanya, namun saat masuk universitas Evelyn memutuskan untuk pindah keluar negeri bersama keluarganya demi karir dan impian nya sebagai model internasional.


"Kau manis sekali Barra, bahkan kau masih saja memanggilku dengan nama itu?" Evelyn semakin mempererat pelukannya.


"memang itu namamu kan, lepaskan aku Eve"

__ADS_1


"Biarkan aku memelukmu sebentar lagi Barra, kau tidak tau betapa aku merindukanmu selama 3 tahun ini"


Mendengar permintaan Evelyn yang dengan nada memelas Barra menjadi tidak tega dan membiarkan Evelyn memeluknya sebentar saja. Kelemahan Barra adalah melihat seorang wanita yang lemah dan tak berdaya, maka dari itu Evelyn selalu bersikap manja dan seolah lemah dihadapan Barra, padahal sesungguhnya dia tidak selemah itu.


Saat Evelyn tengah memeluk Barra dengan mesranya, Aleea tiba-tiba datang ke basecamp itu untuk mengajak Barra pulang kemansion milik Ayah Barra, Karena saat dirinya bersama Mike tadi ibunya menelfon untuk menginap saja dimansion, karena ibunya dan ayah Barra sedang mengunjungi nenek dan kakek Barra yang ada diluar kota untuk memberitahukan kabar pernikahan mereka. Bu Sarah dan Pak Genta berfikir jika Aleea akan lebih aman tinggal dimansion saja daripada dirumah sendirian, karena dimansion akan ada banyak pelayanan dan penjaga yang bisa melayaninya. Pak Genta juga menyuruh Barra untuk menemani adiknya itu dimansion. Tapi nomor Barra tidak dapat dihubungi akhirnya pak Genta menyuruh Aleea untuk meminta Barra menginap dimansion selama mereka berdua pergi keluar kota.


Deghhh.... Hati Aleea berdesir melihat adegan Evelyn dan Barra berpelukan dengan mesra, hatinya terasa perih seperti tergores sesuatu, "mungkinkah perasaan seperti ini yang dinamakan cemburu, ternyata sangat sakit, dadaku terasa sesak" pikir Aleea dalam hati


Barra tersadar akan kedatangan Aleea, dia segera mendorong tubuh Evelyn, Barra berdiri dan menghampiri Aleea yang masih berdiri diambang pintu.


"Aleea, kenapa kau kesini selarut ini?" Tanya Barra heran dengan kedatangan Aleea, bukankah tadi dia meninggalkannya dengan Mike, apa mungkin mereka masih bertengkar, apakah Mike tidak mengantarkan Aleea pulang, hingga selarut ini.Begitulah yang ada dalam pikiran Barra, ia cemas melihat Aleea yang sudah larut malam menghampiri nya, ia cemas jika Aleea sedang tidak baik-baik saja.


"Apa kah dosen bodoh itu masih saja marah padamu??"


"Enggak koq, kita sudah berbaikan, dia sudah mengerti dan meminta maaf pada ku"


"Owwhh... syukurlah" sahut Barra sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Kenapa Barra merasa kecewa saat mendengar Aleea dan Mike sudah berbaikan, padahal Barra mengharapkan hubungan mereka berakhir saja.


"Lalu kenapa kau kemari selarut ini Aleea"


tanya Barra yang masih penasaran dengan kedatangan Aleea selarut ini ke basecamp nya.


"Apa kedatangan mu mengganggu mu??"


"iya, nona kau mengganggu waktu kami untuk berdua"Sahut Evelyn tiba-tiba muncul dari arah belakang Barra, Evelyn memeluk sebelah tangan Barra dan menyandarkan kepalanya ke pundak Barra, dia ingin membuat Aleea cemburu. gadis ini menatap Aleea dengan tatapan tidak suka, karena dia ingat saat Barra mabuk malam itu, dia mengigau dan memanggil-manggil nama Aleea, "Jadi ini gadis yang bernama Aleea" pikir Evelyn dalam hati sambil menatap Aleea dari bawah sampai atas, seolah ingin memastikan jika gadis yang bernama Aleea tidak secantik dirinya.Tapi tidak, Aleea ternyata memang gadis yang sangat cantik dan miliki bentuk tubuh yang hampir sempurna, bahkan Evelyn yang seorang model saja merasa insecure pada dirinya saat melihat Aleea.


"maaf jika kedatangan ku mengganggu waktu kalian, sebaiknya aku pulang dulu"


"Aleea tunggu" Barra menarik dan menggenggam tangan Aleea lembut. Dia melepas kan tangan Evelyn dari lengannya,


"Biarkan aku mengantarmu pulang, ayo" ajak Barra sambil menarik Aleea pergi dari basecamp itu dan masuk kedalam mobil sport yang terparkir didepan ruko. Barra sama sekali tidak memperhatikan Evelyn dan itu sangat membuat Evelyn merasa jengkel.Dia menatap sebal Barra dan Aleea yang sudah tak terlihat lagi.


"Lepaskan saja Barra, dia sudah menemukan cintanya, jangan ganggu dia, diluar sana masih banyak laki-laki yang mau dengan mu" kata Bagas menghampiri Evelyn yang masih saja berdiri tak bergeming didepan pintu.


"Apa kau salah satunya?"sahut Evelyn dengan lirikan mata yang menggoda, gadis itu meraih tangan Bagas sehingga tubuh mereka bertabrakan, kini tubuh mereka saling menempel, Evelyn sengaja menggesekkan buah d*da nya pada dada bidang Bagas,sambil menatap penuh gairah pada Bagas, Evelyn meraih tengkuk leher Bagas sehingga membuat cowok berpostur 185 cm itu membungkuk, Tanpa ragu gadis itu ******* bibir Bagas dengan penuh gairah, Evelyn sengaja menggoda Bagas, dia tau Bagas menyukai nya dari dulu, dia ingin membuat Bagas bertekuk lutut padanya dan memanfaatkan cinta pria dalam dekapannya ini.


Bersambung


Happy reading 😍


Mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dan typo yang tidak tepat. Mohon dukungannya dengan saling mengingatkan dan jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏🙏♥️

__ADS_1


__ADS_2