
Hari ini hari pertama Aleea masuk ke kampus Adikara group. Akhirnya Aleea bersedia pindah kekampus ini dengan mengajukan syarat pada pak Genta, bahwa dirinya tidak ingin orang-orang kampus tahu jika dirinya adalah putri tirinya, ia ingin mengurus berkas kepindahannya sendiri dan pak Genta menyetujui hal itu.
Dia merasa sedikit gugup, karena hal yang pertama memang selalu mendebarkan. Dengan mengenakan outfit terbaiknya Aleea melangkah turun dari mobil, seketika semua mahasiswa yang berada di kampus itu menatap Aleea yang datang dengan diantarkan mobil mewah, begitu Aleea keluar dari mobil itu, semua mata tertuju padanya, Aleea tampak mempesona dengan wajah cantik dan tubuh rampingnya, kaki jenjangnya terlihat begitu indah ketika melangkah menuju pintu masuk kampus Adikara group.
Seluruh mahasiswa berdecak kagum melihat akan kecantikan Aleea, namun hal itu justru membuat Aleea merasa terganggu, dia jadi semakin gugup karena seluruh mahasiswa menatap dirinya tanpa berkedip.
Aleea berjalan menuju kantor administrasi untuk mengurus berkas-berkas dan data dirinya sebagai mahasiswa pindahan.
Dia tampak kebingungan mencari ruangan itu berada, meski ini bukan yang pertama kalinya Aleea masuk kekampus ini, namun ia tetap merasa bingung, karena dulu ia hanya masuk di seputar area taman saja saat menjadi pelayan Barra waktu itu.
Aleea berusaha bertanya pada mahasiswi yang ia temui untuk meminta bantuan, akhirnya setelah mendapatkan petunjuk dari seorang mahasiswi yang ia temui tadi, Aleea berhasil menemukan dimana kantor administrasi itu berada.
Setelah selesai mengurus kelengkapan data dirinya ia bergegas mencari kelas jurusan hukum, karena Aleea sebelumnya memang mengambil fakultas hukum, dia memiliki cita-cita menjadi seorang pengacara yang jujur dan berkompeten, agar kelak di masa depan ia dapat menolong orang-orang yang buta akan hukum dan membutuhkan bantuannya di bidang hukum.
Aleea masuk kedalam sebuah kelas yang tampak begitu luas, disana sudah dipenuhi dengan mahasiswa dan mahasiswi yang akan jadi teman satu jurusan nya, Aleea mencoba menyapa anak-anak dikelas itu dengan ramah, dia memperkenalkan dirinya, semua menyambut kehadiran Aleea dengan hangat. Aleea sedikit merasa lega karena hari pertamanya tak seburuk yang ia pikirkan, seluruh mahasiswa maupun mahasiswi disini adalah anak-anak yang ramah dan humble, Aleea merasa kagum dengan attitude mereka yang terkesan baik.
"kampus ini memang luar biasa" pikir Aleea merasa takjub
Setelah kelas pertamanya berakhir Aleea berniat ingin berkeliling kampus, karena dirinya masih merasa asing dan belum mengenal satupun teman dikampus itu.
Aleea memutuskan untuk melihat-lihat letak ruangan dan kelas dikampus yang super besar dan mewah itu.
"hah...kampus ini sungguh menakjubkan, ada banyak sekali ruangan disini, aku bisa pingsan jika ingin melihat seluruh ruangan disini dalam satu hari, lebih baik aku lanjutkan besok lagi, aku akan pergi ke kantin saja", gumam Aleea sambil terus berjalan.
Tanpa ia sadari ia melintasi sebuah lapangan basket yang sangat luas, tiba-tiba dari arah samping ada sebuah bola basket yang terjun bebas tepat mengenai kepalanya.
"auuuu....", Aleea merasa sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba itu, kepalanya terasa pusing setelah terlempar bola basket.
"kenapa rasanya mataku seperti berkabut", gumam Aleea sembari memegangi kepalanya yang terasa pusing.
"Hei kau, murid pindahan, ambilkan bola itu!!",
teriak seorang anak laki-laki yang berjalan menuju arahnya, namun Aleea belum bisa melihat dengan jelas wajah anak laki-laki itu.
"siapa dia, tampan sekali, apakah dia kapten basket dikampus ini, kenapa dia terlihat seperti tokoh komik, apakah dia benar-benar manusia??", pikir Aleea yang pandangannya dan otaknya masih belum sinkron karena terlempar bola baru saja.
"hei...apa kau tidak mendengar apa yang ku katakan?? Kenapa masih berdiri disitu?" teriak anak laki-laki itu pada Aleea yang terlihat bengong.
"baiklah...", sahut Aleea bergegas mengambil bola yang ada dihadapannya dan langsung berjalan mendekat menuju arah tempat anak laki-laki itu berdiri.
"Barra...??", Aleea terkejut, ternyata anak laki-laki itu adalah Barra, "hah... kenapa dia terlihat tampan sekali saat mengenakan setelan seragam basket seperti itu, aku sampai tak bisa mengenalinya",pikir Aleea dalam hati sembari menyodorkan bola basket yang ada ditangannya kepada Barra.
"kenapa kau tidak hati-hati saat berjalan? Apa kau melamun, sampai tidak melihat ada bola terlempar ke arahmu??", tanya Barra ketus pada Aleea, dia merasa khawatir sekaligus sebal dengan sikap ceroboh Aleea.
"iya maaf...",
"dasar gadis ceroboh, apa ada yang terluka?",
"enggak, aku baik-baik saja", sahut Aleea sembari menggelengkan kepalanya.
"benarkah?",
Aleea menganggukkan kepalanya cepat,
"jangan seperti itu lagi, kamu harus berhati-hati, jaga dirimu, jangan sampai terluka", ucap Barra sembari membalikkan badannya dan meninggalkan Aleea menuju lapangan basket. Sedangkan Aleea masih berdiri ditempatnya dan menatap Barra yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja, sebenarnya Aleea sedikit kecewa, karena dia ingin Barra menemaninya walau hanya sekedar mengobrol, tapi Aleea sadar jika Barra memiliki kesibukannya sendiri, dia ternyata adalah seorang kapten basket yang sangat keren dan tampan dikampus.
__ADS_1
Lapangan basket itu sudah kembali riuh dengan sorak-sorai penonton ketika Barra kembali mendribble bolanya, ya tentunya penonton yang kebanyakan mahasiswi yang tergila-gila pada Barra.
"Coba lihat dia, seolah lupa dengan aku yang berdiri disini, aku jadi berpikir, apa setiap hari dia menikmati sorak-sorai para gadis-gadis itu saat aku tidak berada didekatnya?? Dasar cowok devil!!", Aleea menggerutu sebal, melihat kenyataan bahwa Barra yang menjadi idola seluruh mahasiswi dikampus ini. Dia seketika merasa cemburu dan sekaligus insecure melihat betapa banyak pesaingnya.
"Hai murid pindahan", sapa seseorang yang tak asing bagi Aleea.
"kamu?",
"namaku Zico, bukan kamu",
"yaaa...aku tahu, maksudku bukan itu.",
"lalu apa? kau pikir aku mengikuti mu kesini?" tebak Zico yang seolah bisa membaca pikiran Aleea. "sepertinya kau mengidap penyakit ke GR-an, aku kesini untuk latihan basket nona, bukan untuk mengikuti mu!!" ucap Zico sembari tersenyum meledek pada Aleea
"siapa juga yang berpikir seperti itu", ucap Aleea ketus.
"lalu apa yang dilakukan murid pindahan seperti mu, di lapangan basket seperti ini??", ucap Zico dengan menaikkan sebelah alisnya dan menatap tajam Aleea .
"enggak, aku hanya tidak sengaja lewat sini, aku ingin kesana", sahut Aleea dengan jarinya yang menunjuk ke sembarang arah.
"kalau begitu aku pergi dulu, daaa...", ucap Aleea sembari melambaikan tangannya kearah Zico dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan dari lapangan Barra sempat melihat adegan itu ditengah-tengah dirinya yang sibuk mendribble bola basketnya.
Hal itu rupanya sangat menggangu Barra, dia tidak ingin Aleea terlibat urusan apapun dengan Zico walau hanya sekedar mengobrol.
...----------------...
Setelah Barra selesai latihan basket, dia segera mengganti pakaiannya dan ingin menemui Aleea. Barra meninggalkan ruangan ganti dengan terburu-buru, dan tidak sengaja ia menabrak Zico yang juga tengah berada di ruangan ganti itu, karena, meski mereka musuh bebuyutan, mereka adalah tim Basket yang solid dalam pertandingan. Namun akan berubah 180 derajat saat diluar pertandingan, mereka akan kembali seperti tom and Jerry yang seolah tidak bisa berdamai.
Brukkk....suara tas ransel Zico yang terjatuh karena tertabrak oleh Barra.
"apaa...katamu?? Bukankah kau yang sengaja menghalangiku kan? Apa kau mau cari gara-gara dengan ku? Hah...??", sahut Barra yang tak kalah nyolot.
"siapa yang menghalangi mu, jelas-jelas kau yang menabrak ku?? Apa kau mau cari mati denganku??",
"haissh... lupakan, untuk kali ini terserah apa katamu, karena aku terburu-buru ", ucap Barra yang tak mau meladeni Zico dan memilih melenggang pergi meninggalkannya begitu saja.
"hei...kau...mau kemana kau, mari kita selesaikan secara jantan, dasar bedebah....!!", Zico merasa kesal karena Barra mengacuhkannya.
Sementara Barra mencari-cari Aleea ke seluruh sudut kampus, dan akhirnya dia menemukan Aleea yang sedang asyik membaca buku di perpustakaan.
Tanpa berpikir panjang Barra langsung masuk ke perpustakaan itu, seketika anak-anak yang berada didalam merasa sangat terkejut melihat Barra yang notabennya ketua geng yang dikenal dingin, urakan dan cenderung brutal, tiba-tiba masuk ke perpustakaan yang hanya dipenuhi oleh anak-anak kutu buku.
Aktivitas di perpustakaan itu sejenak berhenti total, semua mata tertuju pada sosok Barra yang selama ini baru pertama kali melangkahkan kakinya ke ruangan itu.
Barra seketika menyadari kehadirannya terlihat aneh bagi mereka. Namun Barra tak mau menghiraukannya dan bersikap acuh, dia terus melenggang menuju tempat dimana Aleea sedang asyik membaca bukunya.
"Rupanya kau disini, dasar gadis ceroboh", teriak Barra menyapa Aleea dengan nada ketus dan cukup tinggi, seketika hal itu kembali membuat orang-orang yang berada disitu kembali menatapnya.
"shuttt....pelankan suaramu", kata Aleea menghentikan Barra yang masih ingin bicara dengan intonasi tinggi.
"iya..iya...aku pelankan suaraku, susah sekali mencari mu!!, apa kau tahu aku sudah berkeliling kampus ini untuk menemukanmu??",
"kenapa?? Bukankah tadi kau terlihat sangat menikmati dengan sorak-sorai gadis-gadis dilapangan basket itu?? Kenapa mencariku?",
__ADS_1
"hhmmmm....baby cemburu yaa?? Begitulah pria mu ini baby, selalu jadi idola gadis-gadis!!" kata Barra yang justru menggoda Aleea saat ia tahu gadisnya sedang cemburu padanya.
"cihhh.... percaya diri sekali kamu?? lagipula siapa yang cemburu!!",sahut Aleea dengan mulut manyunnya.
Barra tersenyum melihat tingkah Aleea yang menggemaskan ketika sedang cemburu.
"tadi baby juga terlihat asyik ngobrol dengan bedebah itu, aku tidak suka",
"bedebah...?? siapa??", tanya Aleea berusaha mengingat-ingat dengan siapa ia mengobrol tadi, seketika ia teringat dia sempat berbicara dengan Zico tadi.
"Zico?? Apa kamu juga cemburu melihatku mengobrol dengannya??",
"iya, aku sangat cemburu dan tidak suka, sepertinya kau harus dihukum untuk itu", ucap Barra dengan tatapan dan senyuman mautnya yang khas itu.
"dihukum..? mana boleh begitu? Aku hanya menyapanya sebentar", Aleea merasa bulu kuduknya berdiri ketika tatapan dan senyuman maut itu sudah tampak diwajah cowok devil dihadapannya ini.
"mana boleh menyapanya, aku tidak suka, harus tetap dihukum, biar baby gak akan menyapa cowok manapun lagi," senyum tipis Barra tampak mengembang disudut bibirnya.
Barra menyondongkan tubuhnya pada Aleea yang duduk didepannya, Barra menatap Aleea dan terus mendekatkan wajahnya pada wajah Aleea,
"apa kamu sudah tidak waras?? Ini dikampus sayang? Banyak orang, jangan lakukan itu", pinta Aleea pada Barra yang justru semakin mendekat saja.
"Aku gak peduli baby, pokoknya kamu harus dihukum, cium aku disini", pinta Barra sambil menunjuk sebelah pipinya.
"tapi ini kampus, banyak orang ,"
"hmmm...baby gak mau?, oke aku akan menelan baby sekarang juga," kata Barra yang mulai mengancam gadis polosnya itu.
"oke..oke...cupppp,"- Aleea mengecup singkat pipi Barra "puas...?",
Barra hanya tersenyum dan mengusap lembut bekas ciuman Aleea dipipinya.
Bruukkkhh..... terdengar suara buku yang terjatuh dari arah belakang Aleea dan Barra,
seorang gadis berkacamata melihat semua adegan yang Aleea dan Barra lakukan, dia sungguh terkejut dengan apa yang dia saksikan barusan.
Sontak Aleea dan Barra sama-sama menoleh kearah gadis itu, Aleea tampak merasa panik, meski dikampus ini tidak ada yang mengetahui jika dirinya adalah anak tiri Presdir Adikara group dan juga adik tiri Barra, namun Aleea tetap merasa cemas dan khawatir jika gadis itu akan bercerita tentang apa yang ia lihat barusaja kepada orang lain, sedangkan Barra seperti biasa, dia tetap tenang dan tidak peduli.Dia hanya menatap tajam gadis itu, sehingga dengan sendirinya gadis itu merasa takut, dan meminta maaf karena telah mengganggu sang ketua geng yang juga seniornya dikampus itu.
"ma..maaf kak, aku janji akan menutup mulutku ini, silahkan lanjutkan, aku permisi," kata gadis itu dengan nada bergetar sembari berlalu pergi meninggalkan Barra dan Aleea.
Aleea merasa heran melihat gadis itu yang justru ketakutan melihat Barra, dia belum tahu jika cowok devil nya itu adalah ketua geng dan senior yang paling ditakuti dan disegani oleh seluruh mahasiswa di kampus itu, kecuali Zico dan gengnya.
"Ada apa dengannya...?? kenapa dia seperti melihat hantu saat melihat mu sayang??"
tanya Aleea heran.
"biarkan saja baby, dia melakukan hal yang benar," kata Barra sambil kembali menatap Aleea penuh arti.
Aleea tahu betul arti tatapan Barra itu, Aleea seketika mendelik, ia sungguh merasa hidupnya akan segera berakhir ketika Barra sudah menatapnya dengan tatapan mautnya.
Bersambung
Happy reading 😍
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️.
__ADS_1
Mohon maaf jika masih terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan kata dan typo yang tidak tepat, mari kita sama-sama belajar dengan saling mengingatkan 🙏♥️
Selamat malam dan selamat beristirahat, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan kalian, Ok 💜🎉