Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
bab 8. masak bersama


__ADS_3

Setelah Aleea mengirimkan alamat rumah nya, Barra bergegas memakai jaket kulitnya dan memakai sepatunya, dia meninggalkan apartemen nya dengan mengendarai motor sport kesayangannya.


Tak butuh waktu lama Barra pun sampai didepan rumah Aleea, setelah memarkir motornya dia masuk kedalam rumah, tanpa basa-basi dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, memang seperti hantu yang datang dan pergi sesuka hati.


Seolah sudah seperti rumah sendiri, Barra melenggang menuju dapur, karena dia mendengar suara Aleea yang sedang memasak. Mendengar Aleea yang bersenandung kecil sambil mengaduk sup nya seketika Barra tersenyum, sungguh jika ada yang melihat senyuman Barra saat itu akan melunturkan gelar cowok kulkas yang selama ini disematkan padanya.


Greepp


Barra memeluk pinggang Aleea yang sibuk memasak dari belakang. "apa makanan untukku sudah siap baby?" bisik Barra manja ditelinga Aleea. Seketika hal itu membuat Aleea terkejut dengan kedatangan Barra yang tidak ia sadari.


"Apa yang kamu lakukan?, tidak ada kontak fisik dalam kesepakatan!!" Kata Aleea sambil berusaha melepaskan tangan besar Barra yang melingkar di pinggangnya, sambil berbalik memutar tubuhnya menghadap Barra. Namun justru wajah mereka saling berhadapan tanpa jarak sama sekali. Aleea menatap Barra yang tersenyum dengan senyuman mautnya dan menatap Aleea dengan penuh hasrat, seolah akan menerkamnya saat itu juga. Ada sedikit getaran aneh dalam hati Aleea, namun ia segera tersadar dan mendorong dada bidang Barra menjauh darinya.


"kenapa? Apa kamu merindukan ciuman kita kemarin?" Goda Barra pada Aleea, ia menyadari pipi merah Aleea yang tersipu saat wajah mereka bertemu tanpa jarak.


"apa maksud mu, tidak aku tidak merindukan apapun!!" jawab Aleea cepat dan langsung memutar tubuhnya kembali dan berpura-pura fokus mengaduk supnya, padahal jantung nya berdetak tak karuan mendengar godaan Barra, jujur tatapan dan senyuman maut Barra membuat Aleea mabuk kepayang. Sungguh pesona cowok yang Baru ia kenal itu memang luar biasa.


"kau mau memberiku makan sup atau bubur?" pertanyaan Barra membuyarkan lamunan Aleea yang masih terbayang-bayang oleh tatapan dan senyuman maut Barra.


Tanpa ia sadari, ia terus mengaduk sup nya hingga over cook.


"ahh maafkan aku, supnya terlalu matang"kata Aleea terkejut melihat supnya yang hampir menjadi bubur.


"Aku akan masakkan yang baru saja, kamu tunggu dimeja makan" kata Aleea pada Barra yang masih saja berdiri disampingnya.


"Aku bantu kau memasak, aku tidak mau kau membuatkan aku sup bubur lagi"sahut Barra sembari berjalan menuju kulkas untuk mengambil bahan-bahan membuat sup.

__ADS_1


"tidak usah, biarkan aku masak sendiri saja, kau tunggu dimeja makan" Aleea berusaha membujuk Barra dan merebut bahan sup yang ada ditangan Barra.


"Apa kau mau terlambat untuk pergi bekerja" kata Barra sambil menunjuk kan jam yang sudah menunjukkan hampir jam 5 sore. Dan hal itu terpaksa membuat Aleea membiarkan Barra membantunya memasak.


Setelah beberapa menit berkutat didapur akhirnya masakan mereka sudah siap, Aleea menyiapkan nya dimeja makan sembari menunggu Barra yang tadi izin pergi kekamar mandi.


"Apa makanan nya sudah siap?" bisik Barra lembut lagi-lagi Barra membuat Aleea terkejut dengan memeluk Aleea dari belakang dengan tiba-tiba.


"kenapa kau suka sekali membuatku terkejut" sahut Aleea kesal dan duduk di kursinya.


"kenapa? Apa kamu ingin aku melakukan hal yang lebih membuatmu terkejut lagi, hmmm? Tanya Barra menggoda Aleea masih dengan tatapan dan senyuman mautnya yang semakin menawan. Sembari mengikuti Aleea duduk di kursi, mereka memulai makan masakan yang telah mereka masak bersama. Barra begitu manja menyuruh Aleea melayani mengambil makanan ini dan itu, mereka sudah seperti pasangan pengantin Baru saja.


Sejenak mereka menikmati makanan Meraka masing-masing, tanpa ada yang bicara sepatah katapun, hanya sesekali Barra menatap Aleea sambil tersenyum, entah mengapa Barra sangat nyaman saat sedang bersama gadis mainannya ini, rasanya ia lupa akan gelar cowok bad boy, yang dingin , dengan muka datarnya yang tak pernah menampilkan senyum disana.


"Tidak, aku tinggal berdua dengan ibuku, Ayahku sudah meninggal sejak aku berusia 8 tahun, sekarang ibuku sedang bekerja diluar kota" jawab Aleea santai sembari terus melahap makanannya.


"ohh,.." Barra hanya manggut-manggut saja mendengar perkataan Aleea.


"Siapa namamu?" tanya Aleea


"Barra ramadittya Adikara, panggil saja Barra, atau baby juga lebih baik" jawab Barra sambil menggoda dan melemparkan senyum mautnya.


"kalo namaku A" belum sempat Aleea meneruskan Barra sudah melanjutkannya.


"Aleea Khumairah" sahut Barra sambil terus melahap makanannya dan melirik Aleea dengan tatapan mautnya.

__ADS_1


"kok kamu tau?" tanya Aleea heran.


"Bukan hal yang sulit bagiku hanya untuk sekedar mencari tahu tentang kamu" jawab Barra sambil menyentil kening Aleea.


"aauww...sakit tahu" Aleea mengusap keningnya yang kesakitan oleh sentilan Barra.


"makanya kamu jangan membantah dan patuhlah padaku, kalau tidak aku akan memberi tahu bibi (ibunya Aleea) bahwa anak perempuannya telah merenggut keperjakaanku!!" kata Barra berusaha mengikat gadis mainannya ini dengan sebuah ancaman.


"kamu jangan bicara apapun kepada ibuku, aku akan berusaha menjadi pelayanan yang baik untukmu selama tiga bulan, tapi setelah itu bebas kan aku!!" jawab Aleea yang tak ingin Barra bicara macam-macam pada ibunya. Dia tidak ingin membuat ibunya khawatir.


"oke, kita lihat saja nanti, sebaik apa kamu melayani aku, baru aku putuskan sampai kapan kau akan melayani ku!!" kata Barra yang seenaknya saja mengubah kesepakatan, karena memang dari awal semuanya hanya permainan Barra yang ingin dekat dengan gadis mainannya itu.


"kenapa kau selalu mengubah kesepakatan semaumu sendiri" Aleea mulai cemas dengan Barra yang tidak menepati kesepakatan yang mereka buat.


"apa kau selalu ingin aku memberitahu bibi tentang pekerjaan dan tentang semua yang kau lakukan padaku kemarin? Jangan membantahku dan jadilah pelayan yang baik!!" kata Barra sambil mengacak pucuk kepala Aleea. "ya sudah aku sudah kenyang, terimakasih untuk makanannya, kau pintar juga memasak, lain kali aku ingin makan disini lagi!!" ucap Barra sambil memakai jaket kulitnya dan berlalu pergi meninggalkan Aleea tanpa permisi.


"Dasar devil" Aleea mengumpat kesal sambil menatap punggung Barra yang berlalu pergi meninggalkan meja makan.


Aleea mengintip motor sport Barra yang berlalu pergi meninggalkan halaman rumahnya, dari sela-sela tirai jendela, tanpa sadar ia tersenyum tipis menatap cowok bad boy yang dingin sedingin kulkas namun dengan pesonanya yang memabukkan setiap kaum hawa yang melihat nya.


Mungkinkah debaran cinta juga mulai tumbuh di hati Aleea? Lalu bagaimana dengan perasaan Aleea yang sebenarnya pada pak Mike dosen ganteng itu? Entahlah mari kita tunggu kelanjutannya🥰


Bersambung


mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak, like, komentar, dan vote, terimakasih 🙏🙏 maaf jika masih terdapat banyak kesalah dan typo yang tidak tepat. Mari kita belajar bersama dengan saling memberi saran dan mengingatkan 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2