Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab. 44.sepucuk surat


__ADS_3

Pagi kembali hadir, sinar mentari menerobos celah-celah gorden apartemen Barra, diatas tempat tidur berukuran king size nya Barra menggeliat malas dalam gelungan selimut, matanya masih tertutup rapat, tangannya meraba-raba sampingnya mencari Aleea yang sejak semalaman tidur dalam pelukannya,


"Baby, apa tidurmu nyenyak...hmmm, apa semalam baby bermimpi indah..??", gumam Barra yang mengira jika Aleea masih berada disampingnya.


Namun setelah beberapa saat Barra meraba tempat tidurnya, dia tidak juga menemukan apa yang ia cari, Barra pun juga tak mendengar jawaban dari Aleea, akhirnya Barra membuka matanya, dia mendapati tempat tidur Aleea sudah kosong, Barra berpikir mungkin Aleea sedang berada dikamar mandi, akhirnya Barra beranjak dari tempat tidurnya dan mencoba memeriksa kamar mandi, namun disitu nihil, tak ada siapapun di kamar mandi, kemudian Barra berpikir mungkin Aleea sedang membuat sarapan didapur, akhirnya Barra pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur.


Sesampainya didapur Barra juga tak menemukan Aleea disana, Barra mulai merasa kebingungan, "kemana sebenarnya Aleea pergi, mungkinkah dia pulang ke mansion, tapi kenapa tidak membangunkan dirinya",pikir Barra.


Pandangan Barra masih sibuk menyapu seluruh ruangan diapartemennya, berharap Aleea berada disana, tiba-tiba maniknya menatap secarik kertas diatas meja makan, itu terlihat seperti sebuah surat.


Barra bergegas menyambar secarik kertas diatas meja makan itu, entah kenapa jantungnya begitu berdebar, tiba-tiba perasaannya tidak enak, feeling-nya mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


Dengan tidak sabar Barra membuka secarik kertas itu.


Deghhh...


Jantung nya seakan dihujam ribuan anak panah, sekujur tubuhnya tiba-tiba terasa lemas bagai tak bertulang, tiba-tiba mata Barra terasa panas, dan air matanya pun dengan lancang membasahi pipi pria berwajah rupawan itu, Barra membaca kata demi kata yang ditulis oleh Aleea dalam secarik kertas itu, tanpa berpikir panjang Barra bergegas pergi untuk mencegah kepergian Aleea. Dimana pun itu Barra pasti akan menghentikan Aleea untuk pergi darinya, Barra tidak akan membiarkan itu terjadi.


Dear Barra, pria devil ku yang tercinta


Selamat pagi sayang, apa tidurmu nyenyak?


Aku semalam tidur dengan sangat nyenyak berkat pelukan hangat darimu, mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah pergi sangat jauh, tapi kamu tidak perlu cemas, aku akan menjaga diriku baik-baik, begitupun kamu, aku harap setelah kepergian ku kamu bisa hidup dengan lebih baik lagi, belajarlah dengan giat dan raih apa yang menjadi mimpi kamu, jangan lupa makan dengan baik dan selalu jaga kesehatanmu, jangan terus merokok dan minum-minum beralkohol, itu sangat buruk untuk kesehatanmu, jangan merindukan aku karena aku juga akan berusaha untuk tidak merindukan kamu, aku sudah memutuskan untuk pergi jauh dari hidupmu, kehadiran ku hanya akan membuat dirimu kesulitan, aku tidak ingin kamu dan paman memiliki hubungan yang tidak baik karena aku, ini adalah jalan terbaik untuk keluarga kita, kita tidak bisa egois untuk tetap mempertahankan hubungan terlarang ini dan mengorbankan banyak kebahagiaan yang lainnya, jaga paman dan mama ku saat aku tidak berada dirumah.


*yang selalu mencintai*mu


ALEEA


...----------------...


Barra memacu motor sportnya dengan kecepatan tinggi, dia tak menghiraukan lagi jalan raya yang semakin padat oleh pengendara lainnya, pikirannya kalut, perasaannya begitu kacau, dia hanya ingin segera menemukan Aleea dan mencegah gadis itu pergi kemanapun.


Barra memasuki mansion mewah milik Ayahnya, tanpa berbasa-basi Barra berteriak memanggil Ayahnya, ia tahu jika kepergian Aleea pasti ada campur tangan Ayah dan ibu tirinya.


"Keluar pak tua, katakan kemana kau mengirim Aleea pergi", teriak Barra dengan suara baritonnya, matanya memerah menahan emosi yang meledak-ledak saat melihat ayahnya turun dari tangga.

__ADS_1


"dimana sopan santun mu Barra, kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" sahut pak Genta dengan tenang sembari berjalan mendekat pada putranya yang tengah kalut itu.


"kemana papa mengirim Aleea, kenapa papa Setega itu menyuruh Aleea pergi",


"itu permintaannya sendiri, papa tidak menyuruhnya sama sekali," sahut pak Genta masih dengan nada tenang nya tanpa perasaan bersalah sama sekali.


Pria paruh baya itu mengajak Barra untuk mengikutinya duduk dan bicara diruang keluarga, Namun Barra tak menghiraukannya sama sekali.


"tidak perlu basa-basi, katakan saja padaku kemana papa menyuruh Aleea pergi",


"katakan kemana Aleea pergi", teriak Barra sekali lagi, ia sudah merasa frustasi pada ayahnya yang masih saja terlihat tenang,


Tampak Bu Sarah yang keluar dengan membawa nampan berisi teko dan cangkir teh di tangannya, wanita paruh baya itu juga tampak terlihat tenang seolah tak terjadi apapun pada anaknya.


"Bibi, kumohon beritahu aku kemana kalian mengirim Aleea pergi", ucap Barra memohon ketika Bu Sarah meletakkan nampan dimeja ruang keluarga itu dan menuangkan teh panas untuk suaminya.


"tenang saja nak Barra, Aleea baik-baik saja dimanapun dia berada, lebih baik duduklah dan minum teh hangat ini", ucap Bu Sarah tenang.


"Bibi, kenapa Bibi juga se tega ini pada Aleea, dia tidak baik-baik saja bibi, dia pergi karena terpaksa oleh kalian",


"enggak bibi, Aleea tidak baik-baik saja, kenapa kalian selalu menganggap cinta diantara kami adalah sebuah kesalahan yang besar?, tidak bisakah kita saling mencintai? jika kalian hanya memikirkan apa kata orang, aku akan membawa Aleea pergi dari sini, kita akan hidup bahagia ditempat yang tidak ada satupun orang yang mengenal kami, kalian tak perlu membuat Aleea mengambil keputusan seperti ini",


"Barra, sudah terima saja keputusan Aleea, dia bisa berpikir lebih dewasa dari pada kamu, seharusnya kau sebagai kakaknya malu dengan sikapmu yang kekanak-kanakan seperti ini, sampai kapanpun papa tidak akan mengizinkan kalian menjalin sebuah hubungan", Ucap pak Genta mempertegas keputusannya.


"Aaghhh.....shittt", Barra mengumpat dan meninjukan kepalan tangannya didinding dengan frustasi. Barra begitu jengah dengan keputusan ayahnya yang tak ingin memberikan dia kesempatan.


"Silahkan papa membuat keputusan mu sendiri, aku juga akan membuat keputusanku sendiri, keujung dunia pun aku akan mencari Aleea, dan menikahinya, dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini, ingat itu pak tua", Ucap Barra dengan keyakinan sembari melangkah pergi meninggalkan ayah dan ibu tirinya yang masih tercengang dengan kata-kata putra mereka.


Pak Genta tersenyum smirk mendengar kata-kata Barra yang menurutnya sangat kekanak-kanakan, dia tahu jika Barra hanya menggertak dirinya, bisa apa anak begundal itu jika dia menarik semua fasilitas nya.


"lakukan apapun yang kamu mau, tapi sekali saja kau melangkah keluar dari pintu itu, akan papa cabut semua fasilitas mu, bahkan papa tidak akan membiayai kuliah mu yang sebentar lagi sudah hampir lulus S-2 itu", ucap pak Genta mencoba menghentikan Barra.


Benar saja, sontak kata-kata ayahnya membuat Barra menghentikan langkahnya, dengan tatapan tajamnya Barra berbalik dan kembali melangkah mendekati Ayahnya yang terlihat tersenyum menang karena mengira Barra takut akan ancamannya.


Namun semua diluar dugaan pak Genta, Barra justru mengeluarkan dompetnya dan melemparkan beberapa black card no limit nya diatas meja yang berada dihadapan ayahnya, Barra juga mengembalikan kunci mobil sport dan apartemen pemberian ayahnya.

__ADS_1


"kukembalikan semua fasilitasmu pak tua, kecuali motor sport ku, itu adalah hadiah dari ibuku, aku akan buktikan jika aku bisa sukses tanpamu pak tua, aku akan pergi dan membawa kembali Aleea dalam pelukanku," Ucap Barra dengan tatapan tajam kepada Ayahnya, sedangkan pak Genta tak menyangka jika Barra nekat mengembalikan semua fasilitas darinya, akan makan apa anak begundal itu diluar sana tanpa uang darinya, pak Genta tidak tahu jika selama ini Barra telah memiliki cukup tabungan dari hasil menang balapan liar, dan bahkan kini Barra sudah mulai merintis karirnya sebagai pembalap internasional diajang balapan resmi. Barra tak sebegundal yang ayahnya pikir, dia cukup tumbuh dengan baik dan dewasa diluar sana meski tanpa perhatian ayahnya.


" Bibi tolong restui kami, tidak ada ikatan darah dalam diri kami, cinta kami tidak terlarang bibi", Barra menatap Bu Sarah dengan tatapan memohon, dia tahu jika dilubuk hatinya yang terdalam Bu Sarah ingin memberikan restunya, namun terlalu takut dengan ayahnya.


"Ku anggap diam mu sebagai restu dari mu bibi, aku akan mencari Aleea kemanapun dia pergi", ucap Barra lalu melangkah pergi meninggalkan mansion mewah itu.


...----------------...


Barra tak tahu harus memulai dari mana untuk mencari Aleea, dia tak tahu satupun teman Aleea, kecuali Sindy dan Mike, mereka pun sudah Barra temui, dan tak tahu apapun tentang kepergian Aleea. Mereka justru terkejut mendengar kabar kepergian Aleea.


Barra terus memutar otaknya dan berpikir, kemana kira-kira Aleea pergi, apakah mungkin Aleea pergi keluar negeri, tapi kemana, Barra tak memiliki petunjuk sama sekali. Dia mengerahkan seluruh anak buahnya di geng motor untuk mencari informasi tentang keberadaan Aleea.


Sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Aleea, Barra belum menyerah sama sekali untuk terus mencari Aleea, meski ditengah-tengah kesibukannya mengerjakan tesis untuk kelulusan S-2nya sebentar lagi, Barra selalu menyempatkan waktu untuk mencari Aleea dari berbagai sumber.


Begitupun dengan anak buah Barra, mereka juga masih belum menyerah untuk membantu ketua gengnya itu menemukan kekasihnya, mereka akan terus membantu Barra mencari Aleea meski mereka belum menemui titik terang sama sekali.


Sementara itu Zico sangat terkejut ketika dia mendengar kabar Aleea yang pergi entah kemana, dia juga merasa cemas dengan keadaan gadis yang memang ia sukai itu.


Dari awal Zico sudah merasa curiga dengan hubungan Aleea dan Barra, karena dia pernah mengikuti Aleea sampai ke mansion milik Barra, dia sangat terkejut waktu itu ketika mengetahui fakta bahwa Aleea dan Barra tinggal satu atap, dan menurut informasi yang ia dapat dari kolega ayahnya jika Ayah Barra dan Ibu Aleea telah menikah, namun fakta yang membuat Zico merasa bingung adalah kenapa Barra selalu menegaskan jika Aleea adalah kekasihnya saat di kampus. Bukankah seharusnya hubungan mereka adalah saudara tiri dan bukan kekasih.


mungkinkah kepergian Aleea ada hubungannya dengan Barra, berbagai pertanyaan seputar itu terus memenuhi otak Zico yang merasa sangat penasaran.


Sudah 2 bulan berlalu, namun Barra belum juga menemukan Aleea, hari ini adalah hari kelulusan bagi Barra, dia berhasil meraih gelar S-2 nya tepat waktu, dengan nilai IPK yang cukup baik, karena memang sejak bertemu Aleea Barra sudah bertekad untuk hidup lebih baik lagi, dan kemudian menjadi sukses atas usahanya sendiri untuk membuat Aleea merasa bangga pada dirinya, juga untuk membuktikan kepada Ayahnya jika dirinya bisa hidup dengan baik meski tanpa fasilitas ayahnya.


Selama ini Barra tinggal di basecamp geng motor nya yang berupa ruko dua lantai, ruko itu memang milik Barra yang ia beli dengan uangnya hasil dari balapan motor liar dulu.


Tapi kini Barra sudah tidak mengikuti balap motor liar, dirinya sudah mulai fokus mengikuti event-event balap motor resmi, bahkan dalam 2 bulan kepergian Aleea Barra sudah beberapa kali menyabet tropi kemenangan di beberapa event balap motor resmi, meski begitu Barra sama sekali tidak merasa bahagia selama dirinya belum menemukan gadis yang sangat ia cintai itu, Setiap malam Barra selalu mengigau dan bermimpi buruk tentang Aleea, dia sangat kacau saat sedang sendirian, hampir setiap malam Barra selalu mabuk meski tidak pergi ke Club, dia lebih suka menghabiskan malamnya dengan memandang foto Aleea sembari menegak minuman beralkoholnya itu, selama ini Barra berusaha tetap tegar dan melakukan yang terbaik agar saat nanti ia menemukan Aleea, dirinya sudah dalam keadaan yang baik dan sukses, agar saat itu tiba Barra dapat melamar Aleea dan hidup bahagia. Begitulah kiranya angan-angan Barra. Semoga takdir segera mempertemukan mereka kembali.


Bersambung


Happy reading 😍


Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya, biar author tambah semangat, jika ada kritik dan saran tolong sampaikan dikolom komentar saja kak, jangan kasih bintang selain bintang lima, karena itu hanya akan membuat author menjadi down. terimakasih 🙏♥️💜


jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kalian ya 😍

__ADS_1


__ADS_2