Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 21. pengakuan Barra


__ADS_3

Barra terus menatap Aleea dalam, ia berharap Aleea akan memberikan jawaban yang ia inginkan, Barra sudah tidak peduli jika harus berterus terang kepada Ayahnya dan bu Sarah jika Aleea dan dirinya saling mencintai. Namun Aleea tetap saja bungkam menutup mulutnya.


"Sudahlah Barra, hentikan omong kosong mu ini, dari awal hubungan kita hanya karena sebuah kesepakatan!!" Kata Aleea mencoba menghentikan Barra yang terus saja memaksa dirinya untuk mengatakan bagaimana perasaannya.


"kesepakatan itu hanyalah sebuah alasan Aleea"


"Alasan? Apa maksud mu Barr, dari awal kita memang bersama karena sebuah kesalahan di club pada malam itu kan?


"Aleea, aku ingin berkata jujur padamu, maafkan aku sebelumnya, aku harap pengakuan ini tidak akan membuatmu membenciku"


"pengakuan? Apa maksud mu Barr??


"Sebenarnya malam itu kita tidak melakukan apapun dikamar itu, tidak ada penyatuan antara kita!! Jelas Barra pada Aleea dengan wajah tertunduk.


"Maksudnya kita tidak pernah melakukan kesalahan apapun malam itu?"


"iya baby, aku berani bersumpah, aku tidak menyentuh mu sama sekali, aku hanya ingin menyelamatkan kamu dari Zico dan teman-temannya yang telah membuatmu mabuk malam itu"


"Lalu kenapa waktu itu kau bilang aku telah merayu mu dan merenggut hal berharga bagimu?"


"itu hanya kebohongan yang aku buat, aku tertarik pada mu, aku ingin dekat denganmu dan aku ingin mengenal mu baby, kamu boleh marah padaku maafkan aku , tapi jangan pernah membenciku, aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatmu Lee!!"


"Aku benar-benar tidak percaya jika selama ini kau hanya mempermainkan aku Barra, aku benar-benar percaya dengan apa yang kau katakan waktu itu, apa kau tau aku selalu merasa bersalah padamu, aku juga selalu merasa menjadi wanita yang kotor, setiap hari aku dihantui perasaan bersalah pada ibuku, apa kau tau ituu!! Hiksss..hiksss... harusnya akan lebih baik kau tidak mengarang kebohongan itu dan berkata jujur, dasar cowok devil!! Aleea merasa terkejut dengan pengakuan Barra, dia merasa perasaannya dan ketulusannya dipermainkan oleh Barra,


selama ini Aleea selalu menjalani kesepakatan itu dengan sepenuh hati, hampir 3 bulan sebagian besar waktunya ia habiskan untuk berada disamping Barra setiap harinya, itu semua Aleea lakukan demi menebus kesalahannya pada Barra. Dan ternyata semua itu hanyalah kebohongan yang dibuat oleh Barra, sungguh Aleea merasa sangat bodoh dan dipermainkan oleh Barra. Dia menangis kencang sambil memukul-mukul dada Barra yang tak bergeming duduk didepannya,


"Lampiaskan semua kekesalan mu baby, pukul aku semaumu, aku tidak akan menghentikan mu, tapi setelah ini berhenti lah marah padaku dan maaf kan aku yang memakai cara bodoh itu untuk membuat baby selalu berada didekatku!! Kata Barra mencoba meluluhkan hati wanita yang saat ini mengisi seluruh ruang dihatinya.

__ADS_1


Greeppp....


"Huaaaa.... hikkkss.... hikkkss....., Aleea memeluk Barra erat, dan membenamkan kepalanya kedalam dada bidang Barra, sambil terus menangis sesenggukan. Dia ingin membuang semua kekesalan di hatinya.


Barra menyambut pelukan itu dengan penuh kehangatan, dia mengusap lembut punggung kecil Aleea yang terus menangis didalam pelukannya itu.


Sedangkan Aleea mulai merasa lega, dia mulai berfikir dengan tenang, sebenarnya pengakuan Barra adalah kabar yang sangat baik, dirinya ternyata masih benar-benar perawan, dia tidak perlu merasa kotor dan merasa bersalah pada ibunya bahkan kepada Barra, toh Barra juga telah banyak membantu dia, seandainya malam itu Barra tidak menolongnya mungkin dia akan benar-benar kehilangan kesuciannya oleh Zico.


Barra juga yang telah membebaskan dirinya dari kontrak kerja diclub itu, mungkin jika dia tidak bertemu Barra dia masih bekerja di Club malam itu saat ini. Perlahan-lahan perasaan Aleea menjadi tenang, terlepas dari semua kebohongan Barra dan kesepakatan yang dibuatnya, toh Barra selalu memperlakukan dirinya dengan baik selama hampir 3 bulan ini, Barra juga selalu memberikan kan uang gaji setiap bulannya padanya, mungkin membencinya sungguh tidak adil bagi Barra, begitulah dalam pikiran Aleea, perlahan tangisnya pun berhenti dia sudah tidak merasa kesal dan marah lagi pada Barra, kenyataannya dirinya juga merasa nyaman dengan Barra selama hampir 3 bulan ini. Buktinya saat ini dia sangat tenang dalam pelukan Barra.


Aleea melepaskan pelukannya dan menatap Barra, dia sungguh merasa aneh dengan dirinya yang sangat kelewat nyaman dalam pelukan cowok devil dihadapannya ini


"kenapa...hmmmmm?? Apa baby sudah merasa lebih baik? Apa baby sudah tidak marah lagi padaku?, apakah aku akan dimaafkan?" tanya Barra bertubi-tubi sampai Aleea bingung ingin menjawab apa.


"Aku akan memaafkan mu tapi dengan satu syarat" kata Aleea dan membuat kening Barra berkerut, dan kemudian tersenyum tipis


"oh ya, benarkah?"


"tentu baby,...ucap Barra lembut sembari mengusap air mata yang membasahi kedua pipi merah merona Aleea.


"aku ingin ke taman bermain, aku ingin naik biang Lala, komedi putar, dan masih banyak lagi, aku juga ingin makan eskrim, dan aku juga ingin makan ramen!!'


"don't worry baby, aku pasti akan mewujudkan semua itu, lebih baik hari ini kita bolos kuliah dan pergi ketaman bermain, bagaimana?"


"emmm....oke, let's go kita main sepuasnya " sahut Aleea girang seakan telah melupakan jika beberapa menit yang lalu pipinya dibanjiri oleh airmata nya.


Barra menatap Aleea dengan penuh kekaguman, dia melihat wajah cantik Aleea yang semakin menggemaskan saat merasa bahagia dan girang, sangat lucu.

__ADS_1


Mata Barra menatap wajah polos dan cantik Aleea, pandangannya lagi-lagi terpusat pada bibir tipis Aleea yang merah merona, Barra selalu merasa tergoda saat menatapnya, ingin rasanya ia mengecup bibir itu setiap saat.


Tanpa sadar jemari-jemari Barra mengusap lembut bibir yang telah membuatnya kecanduan itu, tanpa melepaskan pandangannya pada mata Aleea tangannya lihai mengusap bibir Aleea penuh gairah.


Greeppp..


Aleea memegang tangan Barra yang terus bermain-main dibibir nya dan leher mulus dan jenjangnya, Aleea sangat merasa geli. Dia hampir saja melenguh oleh sentuhan Barra yang memberikan rasa bergetar dibawah sana.


Namun saat tangannya dipegang Aleea, justru bibir Barra mulai beraksi lagi, dengan tiba-tiba sudah mendarat lembut tepat dibibir Aleea, dan semakin turun mengeksplore setiap inci dan sudut leher jenjang Aleea.


Aleea menerima begitu saja sentuhan itu dan justru menikmatinya, ia seolah menginginkan sentuhan yang lebih oleh Barra, Aleea Juga sudah dibuat candu pada laki-laki yang terus melancarkan aksinya menjelajah bibir dan lehernya itu, semakin kebawah dan beberapa kancing atas kemeja Aleea pun sudah berhasil dilepaskan oleh Barra. Sentuhan lembut oleh kecupan bibir Barra membuat sesuatu terasa bergetar dibawah sana.


Perasaan apa ini? Kenapa dirinya seolah ingin Barra melakukan lebih daripada ini, ia diam-diam merasa kecewa saat Barra menyudahi permainan kecup mengecup itu.


"kau sangat menyukainya baby?hmmmm."


tanya Barra melihat wajah Aleea yang sudah memerah. Lalu Barra berbisik lembut ditelinga Aleea.


"kita jelaskan dulu perasaan kita pada ayah dan bibi, setelah mereka setuju, aku akan memberikan sentuhan yang lebih gila dari pada ini baby, bagaimana??"


Sontak bisikan Barra membuat Aleea tersadar dan kembali mendorong tubuh Barra, dia teringat lagi jika dirinya akan menjadi saudara, tidak seharusnya dia membiarkan tubuhnya menginginkan sentuhan Barra, calon abangnya.


Bersambung


Happy reading 😍


mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2