
Setelah membereskan rumah dan sisa makanan dimeja makan, Aleea bergegas mandi, dia mengisi bathup dengan air hangat dan menuang kan sabun beraroma Cherry blossom, sejenak ia membenamkan tubuhnya dibuthup dan menghirup aroma sabun kesukaannya, hal sederhana yang selalu Aleea lakukan untuk membuat tubuhnya rilexs dan moodnya kembali baik.
Setelah beberapa lama dikamar mandi, akhirnya Aleea pun bersiap-siap memakai pakaiannya dan menyisir rambut panjangnya, tak lupa ia memakai sedikit riasan diwajahnya, kini Aleea terlihat begitu segar dan cantik.
"Ahh...siap berangkat kerja, semangat Aleea" gumam Aleea menyemangati dirinya sendiri sambil meninjukan kepalan tangannya keudara.
Setelah mengunci pintu Aleea menghampiri mas ojol yang sudah menunggu didepan gerbang rumahnya, Aleea selalu pergi kemana-mana dengan memesan jasa ojek online.
"ini mbak helmnya" kata mas ojol sambil menyodorkan helm pada Aleea.
"oh iya, terimakasih mas" sahut Aleea sembari menerima helmnya dan langsung memakainya. "ayo mas, berangkat" pinta Aleea yang sudah siap duduk di jok belakang.
"siap mbak" sahut mas ojol dengan semangat.
Akhirnya motor bebek itu melaju membelah keramaian kota disore hari, banyak lalu lalang orang yang pulang dari tempat bekerja, dari sekolah, atau hanya sekedar orang-orang yang sedang jalan-jalan menikmati pemandangan kota disore hari. Suasana sore hari yang begitu indah dengan langit yang berwarna jingga dan semilir angin sore yang menenangkan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Aleea sampai ditempat nya Bekerja, disebuah club ternama dikota X.
Aleea bergegas masuk kedalam club, dan menuju ruang ganti untuk memakai seragam kerjanya. Hari ini Aleea berharap tidak akan terjadi hal-hal buruk apapun, dirinya hanya ingin bekerja dengan baik selama 6 bulan ini dan setelah kontraknya selesai Aleea berencana ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dan aman untuk dirinya.
Sementara itu ditempat lain, disebuah ruko berlantai dua yang disulap menjadi sebuah bescame anak-anak geng motor, Barra dan teman satu geng nya sedang mempersiapkan motor balap mereka untuk balapan dengan gengnya Zico nanti malam. Pasalnya kedua geng ini adalah musuh bebuyutan.
Jadi Barra dan gengnya tidak ingin Sampai mereka dikalahkan.
"Barra, persiapan kita harus benar-benar matang untuk balapan nanti malam, jangan sampai Zico menang, bisa besar kepala dan menginjak-injak kita semua!!" ucap Bagas mengingatkan Barra sambil terus mengotak-atik mesin motornya .
__ADS_1
"Iya bro jangan sampai motor lo ada masalah saat balapan nanti " ucap Jimy menimpali.
"kalian tenang saja, motor gue udah gue persiapkan dengan baik" jawab Barra tenang dengan muka datarnya sambil terus mengotak-atik mesin motornya tanpa menoleh sama sekali. Barra memang selalu tampak tenang menghadapi apapun, dia tak banyak bicara dan selalu menampilkan muka datar dan dinginnya itu setiap saat. Tapi kelihatannya kali ini Barra akan banyak berubah setelah bertemu dengan mainan cantiknya itu.
Sorepun telah berlalu, langit jingga diufuk barat pun telah terbenam dan digantikan oleh cahaya penguasa malam, bulan dan bintang yang mulai menampakkan diri.
Jarum jam pun menunjukkan pukul 9 malam.
Barra dan gengnya melesat memacu kuda besinya menuju tempat balapan.
Sorak Sorai terdengar ketika motor Barra tiba disana, menyambut kedatangan raja jalanan yang memiliki pesona yang memabukkan kaum hawa. Banyak gadis-gadis yang datang ke arena balap liar itu untuk sekedar bisa melihat idola mereka memacu mesin motornya.
Tak ketinggalan geng Zico pun sudah hadir lebih dulu, hari ini tidak seperti biasanya yang diadakan taruhan uang untuk pemenangnya, melainkan malam ini adalah balapan antara Barra dan Zico yang pemenangnya akan membuktikan siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua, balapan ini adalah buntut dari kejadian penyelamatan Aleea diclub kemarin.
Brum...Brum...deru mesin motor milik Barra dan Zico saling bersautan, mereka saling melirik tajam tepat di garis start. Seorang gadis seksi mengangkat sebuah bendera kecil berwarna merah diudara dan beberapa saat kemudian menjatuhkan nya kebawah tanda balapan siap dimulai. Saat itu juga secepat kilat motor Barra dan Zico melesat meninggalkan garis start. Suara sorak - Sorai begitu ramai terdengar, Meraka meneriakkan jagoan Mereka masing-masing. Zico memimpin pertandingan, motornya melesat jauh didepan Barra hal itu sudah membuat Zico berada diatas angin. Namun beberapa saat kemudian Zico sangat terkejut saat motor Barra tiba-tiba berada tepat disampingnya, Barra membuka kaca helmnya, dan mengedipkan sebelah matanya kepada Zico setelah itu Barra menutup kembali kaca helmnya dan melesat jauh didepan Zico.
Setelah beberapa saat berpacu dengan gas motornya akhirnya Barra sampai digaris finish, sorak Sorai terdengar menyambutnya, ini kemenangan yang kesekian kalinya untuk Barra. Dia melepas helmnya dan turun dari motornya, anggota gengnya yang selalu setia sudah menyambut Barra, begitupun Bagas yang tampak bahagia menantikan Barra digaris finish, ia segera menyodorkan air mineral untuk sahabatnya itu.
"selamat Bar, Lo memang hebat, akhirnya Lo tunjukkan siapa yang pantas disebut raja jalanan pada para pecundang itu" ucap Bagas penuh semangat kepada Barra yang sedang meneguk air minum darinya.
"hhmm, seharusnya setelah ini mereka sadar diri, dan tidak mencari masalah lagi dengan kita" sahut Barra masih dengan muka datar nya dan itu membuat Bagas sangat jengah.
"perasaan muka Lo gitu-gitu aja, datar kayak tembok, padahal malam ini Lo jadi pemenang broo..!!" ayolah... tunjukkan expresi kemenangan Lo!!" gumam Bagas sambil menepuk pundak Barra, dia dibuat kesal oleh expresi Barra yang selalu datar seperti tembok.
"hhhm" Barra hanya menyahut dengan jawaban sesingkat itu.
__ADS_1
Hal itu membuat Bagas makin kesal dan akhirnya dia malah meminta traktiran untuk merayakan kemenangan Barra malam ini diclub.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menyelesaikan urusan geng mereka dengan geng Zico dan menekankan geng Zico akan kedudukannya untuk tidak terus mencari masalah dengan anggota gengnya, akhirnya Barra dan gengnya sampai disebuah club terkenal langganan mereka yang juga tempat Aleea bekerja, mereka memesan minuman pada bartender dan menikmati alunan music disco disana.
Sedangkan mata Barra sibuk menyapu setiap sudut club itu mencari keberadaan Aleea Khumairah yang sejak kemarin membuat dirinya menjadi candu untuk terus menggodanya. Tatapan mata Barra tertuju pada sosok yang ia cari, Aleea sedang melayani beberapa laki-laki berjas hitam disalah satu meja, di sedang menuangkan minuman untuk laki-laki dimeja tersebut, namun Barra melihat laki-laki itu berusaha menggoda Aleea dan ingin menyentuh tubuh Aleea, dia melihat Aleea yang terus menghindar dan menolak tapi laki-laki itu tetap memaksa mencengkram kedua tangan Aleea dan berusaha mencium pipi Aleea. Melihat hal itu sekita emosi Barra memuncak seakan mendidih, dengan cepat Barra langsung berjalan menuju Aleea dan laki-laki itu.
"Brugghhh..,bughh...buggh..." tanpa aba-aba Barra langsung menendang laki-laki itu menjauh dari tubuh Aleea dan langsung memukulinya tanpa ampun, hingga laki-laki itu babak belur tak berdaya.
sambil mencengkram krah baju laki-laki itu Barra memperingati "jangan sekali-kali kau sentuh milikku" dengan tatapan tajam dan muka beringasnya Barra melemparkan laki-laki itu jatuh tersungkur dilantai,
Barra menarik tangan Aleea menjauh pergi tanpa sepatah katapun. Aleea hanya bisa menurut dan memandang tatapan tajam Barra .Ada perasaan lega dalam hatinya.
Barra telah benar-benar menjadi dewa penolongnya, jantung Aleea berdebar, seketika hatinya berbunga-bunga, aksi Barra sungguh berhasil membuat Aleea terpesona.
Sementara itu manager club yang mendengar keributan itu datang menghampiri dan mencoba mencari tahu permasalahan nya.
Setelah mendengar penjelasan dari Aleea manager itu segera meminta maaf pada laki-laki itu atas ketidaknyamanan nya, dan telah dibuat babak belur oleh Barra, namun manager itu juga menyayangkan tindakan tidak sopan laki-laki itu walaupun terhadap pelayanan club. Pasalnya memang tidak semua pelayanan club mau disentuh-sentuh sembarangan oleh laki-laki, mereka juga punya hak untuk menolak.
Anggota geng motor Barra termasuk Bagas juga dibuat terkejut dengan aksi tiba-tiba yang dilakukan Barra, dia menghajar seseorang tanpa ampun dengan beringasnya dan tampak emosinya yang begitu memuncak. Hal itu sungguh tidak wajar untuk seorang Barra yang sebelumnya tidak perduli terhadap apapun, ini hanya karena melihat pelayan club yang sedang digoda oleh pelanggannya Barra membelanya sampai seperti itu, sungguh sangat mencurigakan pikir Bagas, begitupun juga dengan anggota geng Barra yang lain. Sungguh mencurigakan.
Bersambung
Happy reading 🥰
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan tinggal jejak like, komen dan vote, terimakasih 🙏🙏🙏