Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 26. Sudah mahir


__ADS_3

Setelah Barra keluar dari kamar Aleea, Barra merasa sangat syok dengan kejadian yang tak terduga tadi, dia bergegas pergi ke lantai bawah dan mengambil sekaleng minuman soda dalam lemari pendingin, sambil menenggak minumannya Barra tersenyum memikirkan pemandangan yang baru saja ia lihat. Bagaimanapun juga Barra adalah pria dewasa yang normal, miliknya seketika bereaksi saat melihat pemandangan seperti itu, apalagi yang dia lihat adalah milik gadis yang ia cintai.


Sementara Aleea bergegas menyelesaikan mandinya dan memakai piyamanya. Aleea merasa sangat malu dan kesal pada Barra, apa lagi Barra mengatakan jika dia telah melihatnya dengan jelas, bahkan Barra mengejek ukurannya yang tidak membuatnya tertarik sama sekali.


"Dasar devil, bisa-bisanya tanpa merasa berdosa sama sekali dia mengatakan jika milikku tidak membuatnya tertarik sama sekali!!" gumam Aleea yang masih saja memikirkan kata-kata Barra tentang ukuran pay*daranya tadi.


"Apa benar ini terlihat datar dan tidak menarik sama sekali??" Aleea terus saja bergumam sendiri sembari memutar-mutar badannya di depan cermin, dia ingin memastikan apa yang dikatakan Barra tadi.


"Aisshh...kenapa aku jadi peduli sekali dengan kata-kata nya, biarkan saja jika ini tidak menarik baginya, akan lebih baik, aku tidak perlu merasa khawatir saat menginap berdua dengannya dirumah ini!!" Aleea terus saja berusaha menenangkan dirinya sendiri, sangat aneh karena dia merasa kecewa saat mendengar Barra tidak tertarik pada bentuk pay*daranya.


Setelah bosan berputar-putar didepan cermin, Aleea merasa haus dan ingin minum, dia bergegas pergi kelantai bawah menuju dapur, saat tiba disana dia melihat Barra yang tengah duduk disebuah bar mini sambil menikmati minumannya.


"aisshh...menyebalkan sekali, kenapa dia harus ada disini" gumam Aleea lirih melihat keberadaan Barra, dia merasa masih sangat malu untuk berhadapan dengan Barra.


Namun Aleea berusaha tetap terlihat tenang dan berpura-pura tidak menghiraukan keberadaan Barra. Dia melenggang melewati Barra tanpa menyapanya sama sekali. Aleea mengambil segelas air putih dan menghabiskannya sekali tenggak.


Barra heran menatap Aleea yang meminum airnya seolah telah tidak melihat air selama bertahun-tahun.


"baby pelan-pelan, kenapa kau minum seperti itu?? Apa kau tidak takut tersedak!!" ucap Barra melihat Aleea yang minum dengan terburu-buru.


Mendengar Barra mengatakan sesuatu Aleea justru gagal fokus dan dirinya terbatuk-batuk karena tersedak minumannya.


"uhuk...uhuk...uhuk..."


Melihat itu Barra segera menghampiri Aleea dan menepuk punggung Aleea pelan, berharap dapat membuatnya lebih baik.


"Apa ku bilang, dasar kau ini, kenapa minum dengan terburu-buru seperti itu?? Memang nya siapa yang akan meminta minumanmu??" Barra mengomel pada Aleea karena dia merasa cemas melihat Aleea yang tersedak.

__ADS_1


"aku gak papa koq, sudah aku mau kekamar" kata Aleea sembari berjalan ingin menghindari Barra.


Greeppp....


Barra malah menarik tangan Aleea dan memeluk Aleea dari belakang, hal itu membuat Aleea terkejut.


"tunggu sebentar baby, aku ingin kau menemaniku disini dulu" ucap Barra sambil mencium pundak Aleea dengan manja.


"Barra lepaskan, nanti ada yang melihat"


Aleea berusaha melepaskan pelukan Barra, dia khawatir jika pelayan dirumah itu ada yang melihat dan mengadukannya kepada mamanya dan ayah Barra.


"tenang saja baby, di jam segini mereka sudah beristirahat di paviliun belakang, tidak akan ada yang mengganggu kita disini" kata Barra dengan suara beratnya, dia semakin mempererat pelukannya pada pinggang ramping Aleea.


Sepertinya saat melihat bukit kembar Aleea tadi membuat Barra menjadi merasa sangat bergairah pada gadis ini. Barra menciumi pundak Aleea dan perlahan ciuman itu semakin menjadi, beralih ke tengkuk Aleea, semakin menuntut menjelajahi seluruh inci leher jenjang Aleea, Barra mengec*p seluruh inci leher itu dengan penuh gairah, mata nya sudah dipenuhi dengan kabut hasrat yang membara.


Keduanya sama-sama menikmati ciuman yang penuh dengan gairah membara, suara kecapan dan Lenguh*an mesra terdengar didalam keheningan malam itu.


Setelah Aleea merasa tak berdaya dan kehabisan nafasnya Aleea mendorong tubuh Barra, Barra pun yang mengerti dengan kondisi Aleea, dia melepaskan pagutannya. Dia memberikan waktu pada Aleea untuk mengatur nafasnya. Setelah melihat Aleea lebih baik Barra kembali ******* bibir tipis dihadapannya itu dengan penuh gairah, lidahnya kembali menjelajahi setiap sudut ruang dalam m*lut Aleea. Keduanya saling mengec*ap dan bertukar saliva, seolah seperti seorang yang tidak pernah merasa puas. Mereka sama-sama dikuasai oleh gairah yang berapi-api. Adegan panas itu berlangsung cukup lama dan usai setelah keduanya merasa sama-sama tak berdaya.


Barra tersenyum menatap Aleea dengan tatapan mautnya yang khas itu, terpancar cinta yang begitu besar dalam tatapan Barra.


Sambil mengelus pipi mulus Aleea yang tampak memerah, Barra terus menatap Aleea dengan penuh cinta, Barra menyelipkan rambut Aleea yang menutupi wajah cantiknya itu pada anak telinganya.


Sedangkan Aleea yang masih Terengah-engah mengatur nafasnya agar kembali tenang. Tiba-tiba Barra mendekatkan wajahnya pada telinga Aleea dan berbisik lembut.


"Baby kau sudah belajar dengan baik, kau sudah sangat mahir berciuman, aku sangat menyukai nya"

__ADS_1


Seketika wajah Aleea memerah, dia tersipu malu mendengar bisikan Barra ditelinganya.


Dengan cepat ia memalingkan wajahnya, agar Barra tak melihat wajahnya yang tersipu-sipu.


Namun Barra justru meraih dagunya dan membuat mereka kembali saling bertatapan.


Barra hanya tersenyum dan menatap dalam wajah gadis pujaannya yang sudah seperti buah tomat. Kecupan singkat kembali mendarat dibibir tipis itu.


"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?, apa kau juga sangat menyukainya??" kata Barra menggoda Aleea, dia sangat suka melihat wajah Aleea yang selalu tersipu-sipu saat dia menggodanya, itu terlihat sangat menggemaskan untuk Barra.


"Aaahh...sudah hentikan, jangan terus menggodaku" Aleea merasa sangat malu dan mendorong tubuh Barra agar menjauh darinya


"Aku mau tidur" dia turun dari meja itu, dan bergegas pergi meninggalkan Barra yang masih berdiri dan hanya tersenyum menatap punggung Aleea yang berlalu pergi meninggalkan dapur itu.


Setelah sampai di kamarnya, Aleea bergegas mengunci pintu dan melemparkan tubuhnya ke atas kasur, Aleea mengacak rambutnya merasa sangat frustasi dan malu memikirkan hal yang baru saja ia lakukan, bagaiman bisa dia menerima ciuman Barra dan begitu menikmatinya.


"aaaa....kenapa aku bodoh sekali, bagaimana bisa aku menghadapinya besok" Aleea sangat merasa frustasi dan malu.


Sedangkan Barra masih terpaku ditempatnya berdiri, dia mengusap bibirnya sendiri dan tersenyum sangat manis membayangkan adegan yang baru saja ia lakukan bersama Aleea, sungguh senyum Barra terlihat sangat menggemaskan. Cowok kutub itu kini sudah mencair saat bersama pawangnya. Sungguh Barra sudah terkena karmanya sendiri karena bermain-main dengan Aleea, sekarang dirinya sudah ikut terhanyut dalam permainannya sendiri.


Malam itu keduanya tidur dengan nyenyak dikamar mereka masing-masing, keduanya sama-sama bermimpi indah dalam balutan asmara yang kini menjerat dua hati calon saudara tiri ini.


Entah Bagaimana mereka akan menghadapi hari esok dengan segala kerumitan hubungan mereka, tapi yang jelas saat ini keduanya sama-sama dimabuk oleh cinta.


Bersambung


Happy reading 😍

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏🙏♥️💜


__ADS_2