
Mentari kembali hadir dengan sinarnya yang setia membawa kehangatan dalam dinginnya udara pagi, suara burung-burung berdendang saling bersautan dengan merdunya, bertengger pada ranting-ranting pohon disekitar mansion yang rindang. Udara pagi memang terasa lebih segar dan menenangkan.
Dengan riang seorang gadis cantik terlihat menyirami hamparan bunga yang terlihat bermekaran, tampak berwarna-warni, dan begitu indah bagai sebuah lukisan.
Sambil sesekali berdendang gadis itu yang tak lain adalah Aleea, dia begitu menikmati hamparan taman bunga dihalaman mansion itu, sejak kecil dirinya sudah terbiasa merawat berbagai jenis bunga bersama ibunya, karena memang ibunya dulu memiliki sebuah kios bunga.Dia tampak telaten dan cekatan saat merawat bunga-bunga itu.
Sedangkan di sebuah tempat tidur berukuran king size, Barra masih bergelung dengan selimut tebalnya, ia tampak malas untuk membuka matanya, namun telinganya mendengar seseorang yang tengah berdendang dibawah sana, Barra sungguh hafal suara itu, dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya, tepat dibawah balkon kamarnya ia menatap Aleea yang tengah asyik menyiram bunga-bunga ditaman.
Barra tersenyum, maniknya tak lepas dari sosok Aleea dibawah sana, dia begitu mengagumi Aleea dari sudut manapun, bagi Barra apapun yang dilakukan Aleea dia tetap terlihat manis dan menggemaskan.
"Hai kau yang dibawah sana, tidak bisakah kau berhenti bernyanyi?? Suara mu sungguh payah, telinga ku sangat sakit mendengarnya!!" teriak Barra menggoda Aleea dari atas balkon kamarnya.
Aleea mencari dari mana sumber suara yang mengganggu kesenangannya itu, matanya menyapu keseluruhan penjuru, dan akhirnya maniknya terpaku pada sosok tampan yang mengenakan t-shirt putih dipadukan dengan boxer hitamnya, Barra terlihat sangat mempesona walau dirinya baru bangun tidur.
Sambil berkacak pinggang dan sebelah tangannya menyugar rambutnya kebelakang, kulit putihnya tampak berkilau saat tertabrak oleh sinar matahari, Aleea tak bisa mengedipkan matanya sama sekali, sungguh pesona pewaris tunggal Adikara grup ini bagai kutukan yang menaklukkan hati setiap kaum hawa yang melihatnya.
Aleea terpaku menatap Barra yang terlihat begitu menggoda, otaknya traveling kemana-mana, membayangkan bagaimana tubuh kekar itu saat merengkuhnya, begitu manisnya bibir sensual itu saat mengecap bibirnya, seketika Aleea tersadar dan menggelengkan kepalanya, dia merasa geli dengan dirinya sendiri yang berfikir mesum saat melihat Barra .
"Astaga, aku sungguh sudah tidak waras, bagaimana bisa aku membayangkan hal menjijikkan seperti itu saat melihatnya" Aleea mengelus dadanya sendiri, ia merasa tidak mengerti dengan pikirannya sendiri.
Sedangkan Barra tersenyum menyeringai menatap tingkah Aleea, dia yakin Aleea baru saja berpikir hal mesum tentangnya.
"Dasar gadis mesum" teriak Barra sambil tersenyum pada Aleea seolah dia bisa membaca pikiran Aleea.
"isshh....apa-apaan dia, kenapa dia bisa menebak apa yang sedang kupikirkan, dasar cowok devil, benar-benar menakutkan!!" seketika bulu kuduk Aleea berdiri, dia segera pergi meninggalkan taman tanpa menghiraukan Barra yang masih menatapnya dari atas sana.
Aleea bergegas masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, dia ingin segera mandi dan pergi kekampus, mungkin akan lebih baik berangkat kekampus lebih awal untuk menghindari Barra. Begitulah rencana Aleea.
Dia masuk kedalam kamar mandi, dan mengunci pintu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan seperti kemarin malam, saat Barra nyelonong masuk saat dirinya sedang mandi.
Namun dia sangat terkejut saat dirinya membalikkan badan setelah mengunci pintu, Barra sudah berdiri dengan senyuman menyeringai yang seolah-olah seperti rubah yang siap menerkam mangsanya.
"Aaa....,- Aleea berteriak kencang karena dirinya merasa sangat terkejut dengan kemunculan Barra yang sudah seperti setan.
Barra membiarkan Aleea berteriak sepuasnya, karena Barra tau kamar Aleea kedap suara, jadi tak akan ada yang bisa mendengar teriakan Aleea.
"Barra....kenapa kau selalu muncul dimana-mana seperti hantu!!" teriak Aleea kesal.
__ADS_1
"Aku memang hantu yang akan selalu menghantui mu baby!!"
"jangan bercanda, ini tidak lucu sama sekali Barra, keluar dari kamarku sekarang juga!!"
"Aku harus keluar kemana lagi baby, ini rumahku, jadi suka-suka hati ku aku ingin berada di mana saja"
"Dasar, kalau begitu aku yang keluar " Aleea sangat kesal dan tidak ingin meladeni Barra.
Dia bergegas memutar tubuhnya ingin membuka pintu dan keluar dari tempat itu, namun lagi-lagi Barra menarik lengannya dan memeluknya dari belakang.
"Mau kemana baby, bukankah kau ingin mandi??"
"enggak, siapa bilang, aku ingin pergi keluar saja, lepaskan aku Barra, jangan seperti ini"
"Benarkah??, bukankah tadi baby memandangku dengan penuh hasrat?? Aku tau baby membayangkan hal itu tadi" bisik Barra ditelinga Aleea.
Seketika pipi Aleea memerah, dia malu karena apa yang dikatakan Barra memang benar. Tapi Aleea segera mengelak jangan sampai Barra tau, bisa habis dirinya ditelan Barra, pikir Aleea.
"enggak, kapan aku menatapmu seperti itu!" jawab Aleea cepat sembari menggelengkan kepalanya.
"jangan berbohong padaku baby, aku tau kau sangat menginginkannya, aku bisa memberikan nya untukmu jika kau mau"
"Aku serius baby, aku tidak bercanda, apa kau tidak melihat dia sudah berdiri dengan siap"
Barra terus menggoda Aleea, dia sangat senang melihat wajah Aleea yang selalu tersipu-sipu malu tapi mau.
Namun kali ini Aleea terlihat benar-benar marah, dia merasa Barra sudah melewati batas, dia harus bersikap tegas agar Barra tidak selalu mempermainkannya.
"Barra, lepaskan aku" kata Aleea dengan tegas dan terdengar serius.
"Ini sangat tidak lucu, lepaskan aku atau aku akan membencimu" ancam Aleea
Seketika Barra memutar tubuh Aleea dan membuat keduanya saling berhadapan, Barra menatap tajam Aleea, tidak ada wajah manjanya, Barra juga terlihat begitu serius, Saat mendengar kata-kata Aleea yang akan membencinya justru jiwa devil Barra menjadi terusik, dia sangat benci kata itu keluar dari mulut Aleea, sampai kapanpun dia tidak akan pernah membiarkan Aleea mengucapkan kata-kata yang membuat dirinya takut .
Barra mendorong tubuh Aleea hingga membentur tembok, kedua tangannya mengunci Aleea , dia menatap Aleea dengan tajam dan berkata penuh penekanan.
"jangan pernah sekalipun kau berani mengucapkan kata-kata itu padaku, jujurlah pada ku tentang bagaimana sebenarnya perasaan mu, cukup dan sudahi berpura-pura dihadapanku, aku tau kau juga mencintai ku Aleea" kata Barra dengan suara penuh penekanan dan begitu serius.
__ADS_1
"lepaskan Barra...kata Aleea lirih dia tidak ingin menjawab pertanyaan Barra yang tiba-tiba menjadi sangat serius, dia tau Barra tidak akan menyakitinya, Barra adalah cowok yang memiliki pendirian yang teguh,Aleea sudah banyak mengenal Barra. Seperti nya Aleea telah membuat kesalahan saat mengucapakan kata-kata ingin membencinya, Aleea baru sadar jika hal itu membuat Barra merasa takut , dia benar-benar mencintai dirinya. Namun Aleea tidak bisa mengatakan jika dirinya juga mencintai Barra.
"Katakan Aleea, jangan terus menyiksaku seperti ini, aku tau hubungan kita tidak mudah, tapi aku berjanji aku akan mencari jalan keluarnya!!" kata Barra meyakinkan Aleea.
"Lepaskan Barra, tidak seharusnya kita seperti ini!!" kata Aleea berusaha lepas dari cengkraman Barra.
Namun melihat Aleea yang terus saja kekeh tidak ingin mengutarakan perasaannya, justru membuat Barra semakin menekan cengkraman tangannya pada kedua bahu Aleea, dengan kasar dan liar Barra mencium dan ******* bibir Aleea, dia tidak memberikan celah pada Aleea untuk memberontak, dia menggigit b*bir Aleea lidahnya memaksa masuk dan meng*cap lidah Aleea dengan begitu rakusnya. Tangannya beralih ke dua buah gundukan daging milik Aleea, Barra merem*asnya secara bergantian, dua buah d*da yang begitu pas ditangannya, tanpa melepaskan pagutannya pada bibir Aleea, Barra terus melancarkan aksinya, hingga semua kancing piyama Aleea kini telah jatuh bertebaran dilantai saat Barra menarik paksa piyama gadis itu, dan membuat kedua bukit itu tampak jelas menyembul dari tempatnya tanpa tertutup sehelai kain pun, Barra dapat dengan jelas melihat dua buah gundukan daging yang ternyata ukurannya sangat besar dan kenyal, tampak dua buah p*tingnya yang berwarna merah jambu, tanpa permisi Barra melahap dan menyes*pnya seperti seorang bayi yang sedang menyusu.
Sekuat tenaga Aleea menggigit bibir bawahnya, dia berusaha menahan perasaan dahsyat yang berdenyut pada dirinya, dia tak kuasa menahan suara d*sahan yang lancang keluar dari mulutnya, dia tidak bisa menutupinya dari Barra, Aleea juga menginginkan sentuhan ini.
Mendengar Aleea yang terus mend*sah saat dirinya menyes*ap dan sesekali memainkan lidahnya pada kedua p*tingnya membuat Barra yakin jika Aleea sebenarnya juga mencintainya dan menginginkan sentuhan darinya.
Barra menyudahi permainannya, dia menutup kembali piyama Aleea, dengan menatap Aleea Barra bertanya sekali lagi pada Aleea.
"Baby, katakan perasaan mu yang sebenarnya padaku??
Namun Aleea masih tetap terdiam dan menunduk enggan menatap mata Barra.
Dia akan mengatakan semuanya pada Barra tapi nanti setelah dia menyelesaikan hubungannya dengan Mike secara baik-baik.
Aleea tidak ingin menjadi pengkhianat dengan mengatakan perasaan cintanya pada Barra saat dia masih memiliki hubungan sebagai kekasih dengan Mike.
"Diam mu aku anggap sebagai jawaban iya darimu" Barra menatap Aleea tajam dan berlalu pergi begitu saja,
Barra tidak habis pikir dengan Aleea yang masih saja bungkam padahal dirinya tidak mampu menolak sama sekali saat dirinya memberikan sentuhan tadi.
Barra merasa sangat frustasi dengan sikap Aleea, dia mengepalkan tangannya dan meninjukan nya pada dinding depan kamar Aleea.
"Dasar gadis keras kepala"
Rasa sakit sudah tidak ia rasakan lagi pada tangannya yang terluka, Barra beranjak pergi meninggalkan kamar Aleea.
Bersambung
Happy reading 😍
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️,
__ADS_1
Dukungan dari readers adalah motivasi terbesar bagi author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya 🙏♥️