
Malam itu konser berlangsung dengan sangat meriah, para penggemar sangat antusias memeriahkan konser tersebut, semua berjalan dengan lancar dan kondusif, tidak ada kerusuhan apapun, karena memang ini konser grup boy band ternama, semua sudah diatur agar berjalan dengan baik.
Namun diakhir acara saat grup boy band akan menyanyikan lagu terakhirnya secara tiba-tiba salah satu pemain musik yang mengalami kecelakaan di lokasi, dia tiba-tiba terpeleset dan kakinya keseleo, akhirnya demi berjalannya konser dengan baik Barra menggantikan pemain musik itu memainkan gitarnya.
Barra dengan kerennya memainkan gitar listrik ditangannya, meski ia berdiri dibagian belakang dan hanya mengiringi para artis grup boy band itu, namun pesona Barra sungguh baddas dan keren gak ada obat.
Tampangnya yang dalam mode savage, terlihat begitu keren, aura dingin dan mematikan sangat terpancar dalam wajahnya, yang memang hari ini mood nya sangat kacau karena Aleea dan Mike yang dilihatnya tadi, namun Barra tetap berhasil memainkan gitar listrik nya dengan baik.
Aleea tercengang menatap Barra yang berada diatas panggung dengan memainkan gitar listrik ditangannya, dia tidak menyangka bahwa cowok devil itu ternyata juga piawai memainkan alat musik.
Namun seketika dirinya merasa tidak enak saat melihat Barra menatapnya dengan tatapan mautnya itu, Aleea selalu tak berkutik saat Barra menatapnya seperti itu.
Akankah setelah ini Barra akan marah padanya karena dirinya telah berbohong pada Barra soal urusan penting yang menjadi alasannya tidak bisa menemani Barra hari ini. Aleea menjadi sangat risau, apalagi Barra terus menatap nya, saat tersadar Barra menatap genggamaan Mike pada tangannya Aleea seketika melepaskan genggaman itu dengan perlahan agar Mike tidak menyadari.
Aleea sungguh merasa bersalah, perasaannya saat ini seperti seorang kekasih yang dipergoki sedang menonton konser dengan selingkuhannya. Sungguh aneh.
Setelah konser selesai Mike mengantarkan Aleea pulang kerumahnya, namun saat diparkiran hendak menuju mobil Mike, mereka berdua berpapasan dengan Barra,
Aleea sangat merasa bersalah, namun tidak bisa berkata apapun pada Barra, dia hanya menatap Barra tanpa menyapanya, dia berlalu begitu saja dan masuk kedalam mobil Mike.
Sedangkan Barra hanya menatap nanar kepergian Aleea, ia terdiam diatas motornya saat melihat mobil Mike berlalu pergi membawa Aleea hilang dari pandangan nya.
Barra pun lantas menghidupkan mesin motornya dan memacu mesin itu dengan kecepatan sangat tinggi membelah gelap dan dinginnya jalanan malam ini. Dia berniat melampiaskan perasaannya yang kacau hari ini, di sebuah club untuk menenggelamkan dirinya dalam buaian alkohol yang memabukkan.
...----------------...
"selamat istirahat sayangku" usap lembut Mike pada pucuk kepala Aleea saat dia hendak berpamitan pergi setelah mengantar Aleea sampai dirumahnya.
"i...iya sa..sayang, terimakasih" jawab Aleea yang masih belum percaya dan terbiasa dengan apa yang diucapkan Mike padanya
"yauda, aku pergi dulu ya kalau begitu, kamu cepetan tidur "
"iya, kamu juga hati-hati ya dijalan, kabari aku setelah sampai dirumah"
__ADS_1
"siap sayang, yaudah kamu masuk dulu gih"
"iya... dadaaahh" Aleea melambaikan tangannya pada Mike dan berniat untuk menutup pintu rumahnya.
Greepp...
Namun Mike secara tiba-tiba menarik tangan nya dan mendekap tubuh rampingnya erat kedalam pelukannya. Aleea yang terkejut merasa tidak nyaman dan menolak pelukan itu, dia berusaha mendorong tubuh Mike.
"kenapa sayang?, maaf jika aku telah membuat mu merasa tidak nyaman" ucap Mike yang menyadari jika Aleea tidak nyaman dalam pelukannya.
"Maaf, kak aku hanya belum siap "
"iya gak papa, aku mengerti koq, aku telah membuat mu terkejut maaf, lebih baik kamu sekarang masuk rumah dan istirahat" ucap Mike menutupi perasaan kecewanya, ia merasa Aleea tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.
"iya, kak, kakak juga pulanglah dan istirahatlah, dadaahh" ucap Aleea pada Mike dan segera masuk kedalam rumah dan menutup pintu.
Sedangkan Mike menghela napas lesu, dia sadar jika Aleea belum sepenuhnya memiliki perasaan cinta pada dirinya, namun dia juga tak mau menuntut Aleea, biarkan semua mengalir dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, karena dirinya pun juga belum benar-benar mencintai Aleea, masih ada perasaan dalam untuk mantan kekasihnya.
...----------------...
Tok...tok...tok...tok.....
Saat Aleea baru saja ingin merebahkan tubuhnya diatas kasur ia mendengar suara pintu rumahnya diketuk.
"ahhh...siapa sih malam-malam begitu mengetuk pintu, mengganggu saja"
Tok...tok...tok...
Suara pintu terus diketuk tanpa henti membuat Aleea sangat kesal, sambil menggerutu ia berjalan menuju pintu dan membukanya,
Brughhhh...
Aleea sangat terkejut saat tubuh Barra tiba-tiba ambruk tepat ditubuhnya, secara reflek Aleea memegang tubuh Barra agar tidak terjatuh,
__ADS_1
"Barra...kamu mabuk ya...dasar cow..mmmpphhh...-
Belum selesai Aleea mengomel, bibir Barra sudah membungkam mulutnya, dengan mencium bibir Aleea, Aleea sempat menolak dan mendorong Barra, namun tenaganya tak seberapa melawan tubuh Barra yang bertenaga ditambah gairahnya yang memuncak dipicu oleh rasa cemburunya tadi, dengan kasar Barra mendorong tubuh Aleea dibelakang pintu, sehingga Pintu rumah itu tertutup, dia mengunci tubuh Aleea dengan pelukannya entah kenapa Aleea selalu dibuat tak berdaya oleh ciuman Barra, dia tak sanggup menolaknya dan justru menikmatinya, berbeda dengan saat bersama Mike, dia sungguh tidak merasa nyaman saat Mike menyentuh dirinya.
Tak hanya berhenti disitu, berawal dari ciuman dibibir hingga akhirnya bibir Barra semakin turun keleher jenjang dan putih milik Aleea, Barra mengeksplore seluruh inci tengkuk Aleea dengan bibirnya, dengan sekuat tenaga Aleea menggigit bibirnya, dia berusaha menahan suara laknat yang dengan lancangnya keluar dari mulutnya,
"ahh...uhhgg...." suara laknat itu akhirnya tak bisa tertahan lagi dan terdengar begitu merdunya
Dalam keadaan dibawah pengaruh alkohol Barra tidak bisa mengontrol gairahnya yang semakin merajai dirinya saat mendengar ******* Aleea, dia berniat merobek baju Aleea namun seketika dia tersadar, dan mengurungkan niatnya.
Seketika dia mendorong tubuh Aleea untuk menahan gejolak yang besar dalam tubuhnya, dengan sempoyongan Barra berjalan menuju kamar mandi , dia sudah hafal letak semua ruangan dirumah Aleea saat beberapa kali berkunjung untuk meminta makan pada Aleea.
Setelah selesai bersolo karir didalam kamar mandi, Barra merasa sedikit lega, meski kepalanya sangat pusing dan berat akibat minuman beralkohol. Barra adalah peminum alkohol yang handal, dia bahkan tidak akan benar-benar terpengaruh saat mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak, Barra tidak akan sepenuhnya kehilangan kesadarannya saat dia mabuk. Selain itu Barra memang laki-laki yang memiliki prinsip yang begitu kuat, tidak akan mudah tergoda untuk menikmati sesuatu yang belum sah menjadi miliknya, apalagi soal kehormatan wanita, Barra akan selalu menjunjung tinggi itu. Dia tidak sebrengsek kelihatannya, dia adalah laki-laki yang penuh tanggungjawab.
Setelah keluar dari kamar mandi, dengan sempoyongan dia menuju ruang tamu dan menarik tangan Aleea yang berdiri cemas menunggunya didepan pintu kamar mandi,
Barra menarik Aleea duduk di sofa ruang tamu, dan merebahkan tubuhnya disofa itu, menjadikan paha Aleea sebagai bantalnya, lalu menarik tangan Aleea dan meletakkan nya diatas kepalanya.
Aleea sungguh dibuat heran oleh kelakuan Barra yang tidak bisa ditebak, namun ia segera sadar jika Barra ingin dirinya mengusap kepalanya, nampaknya Barra hanya bisa merasa tenang dan lebih baik saat mendapat sentuhan Aleea. Sungguh cowok kulkas ini sudah berubah menjadi bayi besar saat bersama pawangnya.
Aleea mengusap lembut kepala Barra, dia juga heran dengan perasaan nya sendiri, kenapa dia begitu merasa nyaman saat bersama Barra, bahkan saat Barra menciumnya dan memeluk nya secara tiba-tiba, dia tidak pernah merasa risih dan justru malah menikmati sentuhan Barra yang membuatnya merasa nyaman.
Sedangkan dengan Mike, Aleea justru merasa risih dan tidak suka saat Mike berusaha menyentuh atau memeluknya, Aleea jadi semakin bingung dengan perasaan nya sendiri, sambil mengusap lembut kepala Barra yang sudah tertidur lelap dipangkuannya , Aleea memikirkan perasaannya pada Mike
"apakah hanya sekedar kagum saja dan bukan cinta?, sedangkan dengan Barra perasaan apa ini? Kenapa aku merasa bersalah pada Barra saat aku bersama Mike? Kenapa rasanya begitu nyaman saat berada didekat Barra dibandingkan berada didekat Mike? Apakah aku mulai mencintamu Barra?"
pikiran Aleea berperang berusaha mencari tahu bagaimana isi hatinya yang sesungguhnya.
Bersambung
Happy reading 😍
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komentar dan votenya🙏♥️♥️
__ADS_1
Visual Barra dengan senyuman dan tatapan mautnya