Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 33. tidur bersama


__ADS_3

Pesta pernikahan masih berlangsung dengan meriah, para tamu undangan tampak menikmati acara sembari menyantap berbagai hidangan yang berjajar rapi, terdapat ratusan menu makanan dan aneka cake yang lezat, sebagian tamu undangan tampak menikmati pesta dansa yang juga digelar di ballroom hotel itu, mereka berdansa mengikuti alunan musik dengan penuh penghayatan, begitupun dengan sepasang pengantin yang tengah berbahagia, pak Genta dan Bu Sarah tampak begitu romantis saat berdansa, keduanya terlihat begitu menikmatinya, raut wajah keduanya jelas memancarkan kebahagiaan.


Sedangkan di salah satu kamar di hotel itu, Aleea dan Barra tengah diselimuti oleh gairah yang begitu membara, keduanya masih saling menikmati pagutannya seolah melupakan pesta pernikahan kedua orang tua mereka.


Tiba-tiba Aleea mendorong tubuh Barra yang semakin menuntut, dia tidak ingin Barra melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan,


"Baby, kenapa??" tanya Barra yang ingin protes pada Aleea, saat dirinya tengah dikuasai gairahnya namun Aleea malah mendorong tubuhnya menjauh.


"jangan dulu, kamu harus bisa menahannya" jawab Aleea sembari membetulkan gaunnya yang sudah dibuat berantakan oleh Barra.


"tapi baby, aku sudah tidak bisa menahannya" rengek Barra


"Kamu harus bisa menahannya"


"ayo kita menikah saja, aku sudah tidak bisa menahannya" ucap Barra yang terus merengek


Aleea hanya tersenyum menanggapi Barra yang terus merengek dengan wajah bayinya, dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Barra yang sudah seperti bayi kehilangan susunya,


"Berhenti bersikap seperti bayi, itu membuatku merasa geli"


"Aaa..aku sudah tidak bisa menahannya lagi baby" ucap Barra yang masih merengek, dia memeluk Aleea dari belakang sembari terus menciumi pundak Aleea.


"lebih baik kita kembali ke pesta saja" ajak Aleea ingin mengakhiri rengekan Barra


"aku tidak suka acara seperti itu, lebih baik kita tidur disini saja"


"Barra, ayolah...kita kembali ke pesta" ajak Aleea sambil melangkah menuju pintu


"lukanya masih terasa sakit baby, aku ingin istirahat" sahut Barra dengan wajah yang memelas, Barra selalu memiliki banyak tipu muslihat untuk bisa berduaan dengan Aleea.


Aleea tampaknya termakan oleh wajah memelas Barra, dia menatap Barra dengan iba, akhirnya dia kembali memutar tubuhnya dan berjalan menghampiri Barra yang duduk dengan lesu diatas kasur, Aleea memeriksa Barra dan mengusap lembut kening Barra, dia ingin memastikan suhu tubuh Barra, tapi benar saja tubuh Barra sedikit terasa panas, lukanya memang belum sembuh total, karena Barra masih dalam masa pemulihan.


Akhirnya Aleea mengurungkan niatnya untuk kembali ke pesta, dia tak tega meninggalkan Barra sendirian, tampaknya kali ini Barra sedang beruntung.


"suhu tubuhmu agak tinggi, sebaiknya kamu istirahat saja disini, aku akan mengambil obat mu dulu" ucap Aleea terdengar cemas, dia melenggang menuju nakas untuk mengambil obat-obatan Barra yang ia simpan didalam tasnya, Aleea sudah mengantisipasinya sejak dari rumah tadi, mengingat kondisi Barra yang belum benar-benar fit, sungguh Aleea calon istri yang sangat perhatian.

__ADS_1


"minum obat dulu, lalu kita istirahat saja" ucap Aleea sambil menyodorkan beberapa butir obat dan segelas air pada Barra.


Barra tersenyum, dia tidak menyangka jika sedikit memelas akan sangat manjur untuk merayu Aleea, Barra lekas meminum obatnya dengan senang hati, dia sungguh merasa bahagia memiliki Aleea yang begitu perhatian padanya. Setelah meminum obatnya Barra menarik tangan Aleea dan memintanya untuk mengusap kepalanya,


"hanya menemani tidur dan tidak lebih" ucap Aleea mengingatkan Barra,


"iya baby, sini tidur di sampingku"


Aleea mendekat dan membaringkan tubuhnya disamping Barra, sedangkan Barra langsung melingkar kan tangan kekarnya pada perut kecil Aleea, keduanya tidur dengan saling berhadapan, Barra menatap Aleea dengan penuh cinta, dia mengusap lembut pipi Aleea, Barra sungguh dibuat candu dengan semua anggota tubuh Aleea. Mulai dari mata, hidung, bibir ,dagu, semuanya terlihat begitu menawan bagi Barra.


"tetap seperti ini, jangan berubah" ucap Barra lirih, sambil mengusap lembut kepala Aleea.


Aleea hanya mengangguk dan tersenyum, dia juga dibuat mabuk saat menatap wajah kekasihnya,wajah rupawan pria devil nya itu sudah seperti bius baginya.


sampai akhirnya keduanya sama-sama tertidur pulas.


...----------------...


Sinar mentari sudah kembali hadir, menerobos celah-celah gorden tebal sebuah kamar hotel, Barra menggeliat dan menguap malas, beberapa waktu kemudian sebuah senyuman menghiasi sudut bibirnya saat mendapati wajah cantik yang tampak tertidur pulas dalam dekapannya.


Barra memandangi mahakarya Tuhan yang luar biasa indah dalam dekapannya itu. Sebuah kecupan lembut ia sematkan tepat di kening Aleea. Hal itu tampaknya tak membuat Aleea terbangun, dia hanya menggeliat dan mengusapkan kepalanya semakin masuk kedalam dada bidang Barra,


Tok...tokk...tokkkk......


Namun hal yang tak terduga terjadi, suara pintu terdengar di ketok oleh seseorang, Aleea menggeliat dan segera membuka matanya setelah mendengar suara pintu di ke tok.


"Siapa yang mengetok pintu, jangan-jangan mama" Aleea terlihat panik "lebih baik kamu sembunyi, aku akan membuka pintu" pintanya pada Barra, ia tidak ingin orang tua nya memergoki dirinya sedang tidur berdua dengan Barra yang sudah resmi menjadi kakak tirinya.


Sedangkan Barra sama sekali tidak merasa cemas, wajahnya tetap terlihat begitu tenang dan tak panik sama sekali. Hal itu sungguh membuat Aleea merasa jengah, dia mendorong tubuh Barra agar segera bangkit dari tempat tidur dan pergi bersembunyi, setelah memastikan Barra bersembunyi ditempat yang aman, dia keluar untuk membuka pintu.


Didepan pintu sudah ada ibunya yang sudah terlihat segar, kedatangannya untuk mengajak Aleea sarapan bersama dengan pak Genta yang sudah resmi menjadi ayah tirinya,


"Aleea, kenapa jam segini baru bangun, anak gadis koq selalu bangun siang" kata Bu sarah yang langsung mengomel saat pintu di buka oleh Aleea. Bu Sarah nyelonong masuk begitu saja, hal itu membuat Aleea berdebar, ia khawatir jika ibunya melihat Barra yang sedang bersembunyi dibalik gorden.


"ya ampun, berantakan sekali tempat tidur anak gadis" Bu Sarah kembali mengomel saat mendapati tempat tidur Aleea yang sangat berantakan, seprei dan selimut tampak berserakan, Bu Sarah tidak tau saja jika tempat tidur yang berantakan itu menjadi saksi gairah kedua anaknya.

__ADS_1


Benar saja, jantung Aleea terasa ingin copot saat ibunya berjalan mendekati gorden dan bermaksud ingin membukanya, dengan cepat Aleea langsung mencegahnya.


"Maa...biar aku saja" teriak Aleea menghentikan langkah kaki ibunya yang ingin mendekat ke arah jendela.


."sebaiknya mama tunggu ditempat makan saja, aku akan segera kesana, kasian paman menunggu" ucap Aleea mengalihkan perhatian ibunya.


"baiklah, setelah ibu membuka gorden itu, ini sudah siang Aleea, harusnya gorden dibuka sejak tadi, agar cahaya matahari pagi yang bagus untuk kesehatan bisa masuk"


"i..iyaa maa... Aku akan membukanya" Aleea berusaha menghalangi ibunya


"baiklah, kalau begitu cepat siap-siap Aleea, gak enak disana ada Oma dan opa nya kakak kamu Barra, masak anak gadis mama bangunnya kesiangan" titah Bu Sarah pada Aleea, ia tidak ingin Aleea memberi kesan buruk pada keluarga suaminya itu, karena semalam setelah pesta usai, seluruh kerabat dekat menginap dihotel itu dan akan pulang setelah sarapan bersama pagi ini.


"iya ma, Aleea akan sia-siap, mama keluar dulu, nanti aku menyusul"


"cepat ya, jangan lama-lama sayang, oh ya mama tidak melihat kakak mu dari semalam, dia tidur dikamar nomor berapa? Haruskah mama juga membangunkannya"


"iya, sebaiknya mama cari dia" sahut Aleea ingin segera ibunya keluar dari kamarnya.


Akhirnya ibunya sudah pergi, Aleea menghela nafas lega, di segera menghampiri Barra yang dari tadi berdiri dibalik gorden.


"Barra, apa kamu baik-baik saja disitu, mama sudah keluar" kata Aleea menghampiri Barra dibalik gorden.


"apa kau ingin membunuh ku?? bersembunyi disini sangat pengap, aku hampir kehabisan nafas"


"maaf, daripada ketahuan mama, bisa gawat Barra...!!"


"sini, kau harus tanggung jawab " ucap Barra sambil menarik tubuh Aleea kedalam dekapannya, tanpa permisi Barra mengecup bibir Aleea singkat.


"weee....kenapa kamu selalu membuatku terkejut!!"


"morning kiss baby, mulai sekarang panggil aku baby juga saat kita berdua, aku tidak mau kamu menolaknya" titah Barra seenaknya sambil berlalu pergi dan mengacak pucuk kepala Aleea.


Bersambung


happy reading 😍

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️💜


Dukungan dari readers tercinta adalah sebuah motivasi terbesar untuk author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya 🙏♥️


__ADS_2