
Pagi kembali hadir membawa semangat yang baru, sinar mentari pagi selalu terasa hangat dan menenangkan, udara pun juga masih terasa segar di kala pagi, semesta ini seakan paham bagaimana harus bersikap sesuai kebutuhan penghuninya. Maha karya Tuhan begitu luar biasa, bumi dan seisinya, yang seolah tak ada kata yang dapat menggambarkan keagungan-Nya.
Disebuah kamar, Aleea dan Barra tampak masih terlelap dalam gelungan selimut tebal, malam ini mereka tidur pulas dan nyenyak sekali. Tuhan begitu baik menciptakan sebuah perasaan dan hati pada hambanya, ia pertemukan seorang hamba dengan hamba lainnya, sehingga mereka memiliki keinginan untuk senang bersama dan menangis bersama, sebuah perasaan sederhana yang begitu berarti untuk hidup mereka. Walaupun terkadang akan ada ujian dan cobaan untuk menuju itu, namun Tuhan akan selalu adil dan memberikan jalan yang terbaik untuk setiap hal sulit yang akan dilalui hambanya.
Barra membuka matanya, dia tersenyum melihat Aleea yang masih pulas dalam dekapannya, dia kecup kening Aleea dan perlahan pergi meninggalkan kamar adik tirinya itu. Barra bergegas keluar dari kamar Aleea, dan segera menuju kamarnya sendiri.
Sedangkan Aleea mulai membuka matanya, dia meraba-raba sekitarnya, berharap Barra masih berada disampingnya, namun ternyata Barra sudah pergi, dengan malas Aleea bangun dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hari ini dia harus mengurus kepindahannya ke kampus Adikara group dan berpamitan pada teman-temannya terutama pada Sindy dan Mike.
Setelah beberapa waktu berada didalam kamar mandi, Aleea keluar dengan wajah yang segar, aroma vanilla dari sabun dan sampo menyeruak keseluruh sudut kamar itu, seolah memberikan kesegaran dan semangat untuk Aleea, dia berjalan menuju walk in closet miliknya, jari-jari nya sibuk memilih pakaian mana yang ingin ia pakai hari ini, akhirnya sebuah dress berwarna lavender menjadi pilihannya, tak lupa sedikit make up tipis ia poleskan pada wajah cantiknya, lalu yang terakhir ia semprotkan parfum favoritnya dan siap berangkat ke kampus.
Dengan begitu anggunnya Aleea melenggok berjalan menuruni tangga menuju meja makan. Sedangkan Barra, pak Genta dan Bu Sarah sudah siap menunggu Aleea dimeja makan untuk sarapan bersama, Barra menatap Aleea yang berjalan menuju meja makan dengan tatapan kagumnya, tanpa ia sadari Bu Sarah memperhatikan tatapan Barra pada Aleea itu.
"selamat pagi, bagaimana tidurmu? apakah nyenyak?" ucap Barra pada Aleea yang tengah menyeret kursi disampingnya dengan suara lembut, karena terbawa suasana hatinya, Barra lupa bersikap dingin pada Aleea didepan kedua orangtuanya.
"hmmm" Aleea hanya menjawab nya dengan mengangguk, ia sadar jika kedua orangtuanya sedikit terkejut dengan Barra yang bersikap lembut kepadanya, Aleea berusaha terlihat biasa saja agar tidak menarik perhatian kedua orangtuanya itu.
"sepertinya kalian sudah sangat akur, Papa senang sekali melihatnya" ucap pak Genta yang merasa lega dengan kerukunan kedua anaknya, "Barra, papa harap kamu akan bisa bersikap baik pada adikmu, karena mulai besok dia akan kuliah dikampus yang sama dengan mu, bantu dia, jangan biarkan dia mengalami kesulitan disana" sambung pak Genta memberikan perintah pada Barra.
Sedangkan Barra yang diajak bicara, hanya merespon ucapan ayahnya dengan anggukan tanpa menatap ayahnya sama sekali, dia terus sibuk melahap makanannya.
Bu Sarah merasa sedikit aneh dengan sikap Barra yang terkesan lembut dan penuh perhatian pada Aleea, dia merasa khawatir, namun ia berusaha menghilangkan pikiran itu dan tetap tenang.
"Oh iya sayang, besok kita akan berangkat ke Paris, aku ada perjalanan bisnis kesana, sekalian kita honeymoon, kamu persiapkan semuanya ya" Ucap pak Genta mesra pada istrinya.
"mas..ada anak-anak ah, jangan bilang seperti itu" sahut Bu Sarah yang tampak tersipu dengan kata honeymoon yang diucapkan suami nya, pasalnya ia merasa jika umur mereka sudah tidak pantas untuk bersikap mesra didepan kedua anaknya yang sudah beranjak dewasa.
"wah paman dan mama akan pergi honeymoon ke Paris , paman romantis sekali" Ucap Aleea yang justru merasa senang mendengar rencana orang tuanya.
"benarkah?? Apakah menurut mu paman romantis?? Sahut pak Genta yang antusias mendengar ucapan Aleea.
"tentu paman, paman tidak salah memilih Paris, itu adalah tempat yang romantis, pastikan mama semakin jatuh cinta pada paman disana ya, ok" ucap Aleea girang
Pak Genta tertawa tergelak mendengar ucapan polos putri tirinya itu, dia baru tahu jika Aleea ternyata sangat menggemaskan.
"siap tuan putri, paman akan bawakan adik bayi untuk kalian sepulang dari sana" ucap pak Genta sembari tertawa terbahak-bahak.
"mass..husttt" sambil mencubit kecil paha suaminya Bu Sarah mencoba membungkam pak Genta untuk berhenti bicara yang tidak-tidak didepan anak-anaknya, dia dibuat malu dengan ucapan suaminya.
"cihhh...dasar pak tua " Barra pun juga merasa geli mendengar ucapan ayahnya yang tidak tahu malu itu, ia sedari tadi hanya menjadi pendengar dan enggan berkomentar.
Sedangkan Aleea tersenyum bahagia melihat tingkah kedua orangtuanya itu, mereka tampak terlihat bahagia dengan pernikahannya.
__ADS_1
Itu membuat Aleea merasa bersyukur, karena kini ibunya sudah bisa menemukan kebahagiaannya setelah masa sulit yang mereka alami sejak ayahnya tiada.
Namun hubungannya dengan Barra kembali membuatnya tertunduk lesu.
Barra yang memperhatikan perubahan mimik wajah Aleea segera menyadarinya, dan meraih tangan Aleea yang berada diatas pangkuan gadis itu, dari bawah meja Barra menggenggam lembut tangan Aleea, ia berusaha menenangkan Aleea dengan cara itu.
Aleea melirik Barra dan tersenyum tipis kepada laki-laki yang membuatnya sudah tidak waras itu, setiap sentuhan dan tindakan Barra selalu membuatnya tidak berdaya, Barra selalu mengerti bagaimana perasaannya dan dengan caranya sendiri Barra selalu bisa memberikan ketenangan dan kebahagiaan untuknya.
...----------------...
Setelah sarapan usai, Aleea berangkat kekampus nya dengan diantarkan sopir, sedangkan Barra menggunakan motor sportnya menuju kampusnya juga. Keduanya meninggal mansion dengan berlawanan arah karena memang tujuan mereka berbeda.
Setibanya dikampus Aleea mengikuti kelas terakhir bersama pak Mike, karena besok dirinya sudah pindah ke kampus Adikara group. Dengan berat hati Aleea harus meninggalkan kampusnya itu.
Setelah kelas usai, Aleea mengajak Sindy untuk makan siang dikantin , sekalian ia ingin berpamitan pada sahabatnya.
"Sindy, hari ini aku ingin mentraktir mu makan dikantin" ucap Aleea pada Sindy yang masih sibuk membereskan buku-buku diatas bangkunya.
"Benarkah?? Wahh asyik... Ada apa ni tumben mau mentraktirku? Apa kamu habis menang jackpot??" tanya Sindy dengan nada bercanda.
"enak saja, siapa yang habis menang jackpot, enggak koq, aku hanya ingin mentraktir mu saja, karena mungkin mulai besok aq tidak akan bisa makan dikantin dengan mu lagi " ucap Aleea yang mulai serius
"maksudnya? kamu akan pergi kemana?" Sindy mengerutkan keningnya dan menatap serius pada Aleea.
"Apaaa...? Pindah ke kampus Adikara group? kenapa? Dan bagaimana bisa?" Sindy merasa syok dengan ucapan Aleea, pasalnya ia tahu jika kampus Adikara group adalah kampus terbaik dikota itu, biayanya pun juga terkenal mahal untuk bisa masuk ke kampus paling bergengsi itu.
"emm, sebenarnya mama sudah menikah dengan Presdir Adikara group itu kemarin!!"
"Apaaa...kenapa kabar sebesar ini kamu baru cerita sekarang!!" Sindy dibuat tak percaya dengan pengakuan Aleea baru saja.
" wahh... Mimpi apa kamu Aleea, sekarang kamu menjadi tuan putri Adikara group dong?? Hebat sekali!!" Ucap Sindy yang seketika menjadi antusias dan merasa iri.
"semua gak seindah yang kamu bayangkan sindy" sahut Aleea lesu, jika ia bisa memilih dan diizinkan untuk menjadi serakah, ia lebih ingin menjadi menantu Adikara group daripada putri Adikara group.
"kenapa? Bukankah menyenangkan menjadi putri Presdir Adikara group, kamu tinggal tunjuk jika menginginkan sesuatu, bukankah begitu...wahhh..senang sekalii, tinggal di mansion mewah yang sudah bak istana dalam negeri dongeng, kamu tidak perlu repot-repot kerja part time lagi, wahhh..."
Aleea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang antusias dengan nasib yang justru ia ratapi.
"eh...aku dengar, Adikara group memiliki seorang putra tunggal yang sangat tampan? Apakah betul dia setampan yang diberitakan orang-orang diluar sana?? Bolehkah kau memperkenalkan kakak tirimu itu padaku nanti?" ucap Sindy dengan mata yang berbinar-binar.
"tentu saja, nanti pasti akan aku perkenalkan dia padamu, dia adalah cowok devil yang pernah aku ceritakan padamu Waktu itu!"
__ADS_1
"Apaa...kenapa dunia sesempit itu, cowok yang pernah menjadikanmu sebagai pelayannya waktu itu, dan kini malah menjadi kakak tirimu??" Lagi-lagi pernyataan Aleea membuat Sindy tercengang.
"ya begitulah dunia yang selalu mempermainkan kita, apa kamu mau tahu sebuah rahasia terbesar dalam hidup ku?? Sepertinya aku butuh teman untuk berbagi tentang hal ini!!" ucap Aleea lesu
"Rahasia terbesar?? Apa kamu memiliki masalah? Kenapa tiba-tiba murung seperti itu??"
"iya Sin, aku memiliki masalah yang sangat besar, bahkan aku tidak tahu aku bisa melewatinya atu tidak" Aleea membuang nafasnya berat, "aku dan kakak tiri ku, kami saling mencintai "Ucap Aleea mantap.
"Apaaaa......" sontak Sindy berteriak dan berdiri yang kesekian kalinya dia dibuat syok dengan pengakuan sahabatnya itu."bagaimana bisa Aleea, kalian saling jatuh cinta?" kedua mata Sindy menatap Aleea tajam ia berusaha meyakinkan Aleea dengan ucapannya.
Sedangkan Aleea hanya mengangguk sembari membalas tatapan Sindy.
"wahh... ternyata cerita hidupmu sudah seperti alur pada sebuah novel saja, aku sungguh tidak percaya ini, biarkan aku minum dulu" sahut Sindy sembari meneguk botol minumnya, setelah mendengar cerita Aleea yang penuh kejutan membuat Sindy kehilangan tenaganya, ia menghabiskan minumannya dengan sekali teguk.
"lalu bagaimana hubungan mu dengan pak Mike, Aleea?" tanya Sindy dengan nada serius
"kami sudah berakhir, dia orang pertama yang tahu perasaan ku pada Barra, kakak tiri ku itu"
"Benarkah? Apakah pak Mike bisa mengerti hal itu"
"Ya dia mengerti, walau dia juga mengkhawatirkan hubunganku dengan Barra akan mendapatkan banyak tentangan dari orang-orang, saat ini hanya kamu dan pak Mike yang mengetahui hal ini, tolong jaga rahasia ini Sin"
Ucap Aleea mengiba.
"Aleea..." Sindy menepuk bahu Aleea dengan lembut namun terasa mantap, dia ingin memberikan dukungannya pada sahabat baiknya itu."tenang saja, aku akan menyimpan rapat hal ini" kata Sindy sembari mengunci bibirnya dengan dengan jarinya.
"kamu tenang saja Aleea, aku kan selalu jadi orang pertama yang mendukung mu selama kau berada dalam hal yang baik, perjuangkan cinta kalian jika itu memang benar-benar cinta yang tulus Aleea, jangan sungkan untuk menjadikan aku tempat berbagi saat kau memiliki masalah, aku akan mendukung mu"
"terimakasih Sindy, kamu memang yang terbaik sejak dulu" ucap Aleea sembari meraih tubuh sahabatnya itu, mereka saling berpelukan dan saling menguatkan.
Aleea merasa bersyukur memiliki sahabat yang sangat pengertian dan selalu peduli pada dirinya seperti Sindy.
Bersambung
Happy reading π
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih πβ₯οΈπ,
Duk readers tercinta adalah sebuah motivasi terbesar untuk author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya πβ₯οΈ
mohon maaf jika masih terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan kata dan typo yang tidak tepat, mari kita belajar bersama dengan saling mengingatkan πβ₯οΈ
__ADS_1
Selamat Bulan Agustus mari kita pupuk semangat kemerdekaan dalam hati kita, tetap semangat dan jaga selalu kesehatan kalianπππ