
Hari sudah larut malam, setelah menyelesaikan tugasnya menjadi penghasuh cowok devil itu, Aleea pulang kerumahnya.
Hari-harinya menjadi sangat melelahkan setelah bertemu dengan cowok devil itu, setiap hari Aleea disuruh ini dan itu, ada saja hal-hal aneh diluar dugaan yang dilakukan oleh Barra, yang membuat Aleea pusing dan tidak habis pikir, kadang dia hanya mengelus dadanya menghadapi cowok yang terlihat dingin diluar tapi sudah seperti bayi besar saat bersamanya.
Malam ini Aleea merebahkan tubuhnya diatas kasur, setelah berendam air hangat tubuhnya jadi lebih segar, mood ya sudah menjadi lebih baik, saat nya ia tidur dan istirahat, hari ini sudah berhasil ia lewati dengan baik.
Saatnya sejenak mengistirahatkan tubuh dan fikiran, sehingga esok hari akan lebih siap dan bersemangat lagi.
......................
Sinar matahari telah hadir kembali menepati janjinya dikala berpamitan di senja hari kemarin, kini sinarnya kembali memeluk dunia membawa kehangatan dalam dinginnya embun pagi. Suara kicauan burung sayup-sayup terdengar bersautan, seolah mereka sedang bersenandung dengan penuh suka cita.
Aleea menggeliat, dengan malas menutup mulutnya yang masih saja menguap meski telah tidur dengan nyenyak semalam, tubuhnya masih bergumul dalam selimut tebalnya.
Tangannya meraih ponselnya diatas nakas, ada notifikasi masuk yang membuat dia tersenyum kegirangan, Mike telah mengirim kan pesan singkat padanya, ia mengajak nya untuk pergi menonton konser malam ini.
Hari ini boy band favoritnya menggelar konser di negaranya, Aleea sungguh bahagia mendapatkan pesan dari Mike yang mengajaknya untuk menonton berdua, sungguh moodbooster di pagi hari untuk Aleea.
Aleea meloncat kegirangan dari ranjangnya, sambil terus berdendang dan berjoget ia pergi kekamar mandi dengan penuh semangat, tampaknya hari ini akan jadi hari yang sungguh menyenangkan untuknya.
Setelah selesai mandi, Aleea mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, aroma Cherry blossom dari sabun dan sampho menyeruak memberikan kesegaran , tak lupa Aleea memakai beberapa rangkaian skincarenya dan memakai sedikit make up diwajahnya, setelah siap dia berangkat ke kampus dengan penuh semangat, wajahnya yang terlihat ceria sungguh menggemaskan dia bak anak SMA meski usianya sudah menginjak 21 tahun.
Setibanya di kampus Aleea langsung bergegas menuju kelasnya, hari ini dia sudah tidak sabar melihat wajah ganteng pak Mike saat memberikan materi, kadang dia dibuat tidak fokus oleh ketampanan dosen muda itu.
"Hai selamat pagi Aleea, bestiiikuuhhh!!" sapa Sindy yang selalu ceria itu.
"pagi juga Sindyy..!!"
"Aleea nanti malam kita nonton konser boy band sama-sama yuk, aku udah ada tiketnya"
"hmmm... sebenarnya aku sangat ingin nonton denganmu sin, tapi...
"tapi kenapa sih Aleea... Jangan bilang kamu akan bekerja dengan Cowok devil yang kamu ceritakan kemarin, ayolah...itu sangat terdengar konyol, mana ada pekerjaan seperti itu, kamu hanya dipermainkan olehnya, jatohnya kamu jadi seperti baby sisternya Aleea..." Sindy dibuat geram oleh cerita Aleea yang saat ini harus menjadi pelayan dan asisten untuk seseorang karena sebuah hutang Budi, karena Aleea tak benar-benar menceritakan secara detail pada Sindy kenapa dirinya sampai bisa melakukan itu.
"bukan itu sin...tapi kak Mike sudah lebih dulu mengajakku untuk nonton" jawab Aleea sambil tersipu
"oh begitu..." Sindy yang belum mencerna dengan baik ucapan Aleea pun hanya manggut-manggut dengan santai.
"Apaaaa...apa kamu bilang barusan ? Kak...siapa?" sontak sindy berteriak kaget setelah ia sadar akan ucapan Aleea.
__ADS_1
"kak Mike"
"pak Mike maksud kamu, pak Mike dosen kita yang ganteng itu...mpphhh.-...
Kata-kata Sindy terhenti oleh bekapan tangan Aleea yang membungkam mulutnya dengan tangannya.
"shhhhuutt...jangan keras-keras sindy, nanti anak-anak denger" bisik Aleea pada Sindy sambil celingak-celinguk memastikan anak-anak dalam kelas itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh sindy.
"ok..ok...aku gak akan teriak, ceritakan dengan detail" pinta sindy yang sudah tidak sabar mendengarkan cerita kronologi kenapa Aleea bisa janjian dengan pak Mike dosen yang sejak lama ditaksir oleh Aleea.
"iya , beberapa waktu yang lalu pak Mike membantu ku membereskan buku-buku yang jatuh berserakan, dari situ kita saling bertukar nomor dan jadi lebih akrab" jelas Aleea pada sahabatnya itu
"lalu panggilan kakak?"
"ituu....mmmm dia yang menginginkan aku memanggilnya seperti itu saat kita berdua" jawab Aleea sambil tersipu-sipu.
braakkk....
Sindy mengebrak meja dan seketika pandangan seluruh anak-anak yang ada dikelas tertuju pada dua gadis itu.
"fiksss...dia naksir kamu"
"mana mungkin? Mungkin saja dia hanya menganggap ku jadi seorang adik"
"apa perlu begitu?"
"iya dong, jangan buat dosen tampan kita itu kecewa, kalau perlu nanti aku akan mengantarkan kamu kesalon milik bibi ku, oke"
Aleea hanya mengangguk malu, sambil memikirkan bagaimana nanti dirinya harus bersikap saat berdua dengan seseorang yang selama ini ia kagumi, pasti akan sangat grogi.
Percakapan dua sahabat itu akhirnya usai saat orang yang di bicarakan masuk dan mulai kelas mata kuliahnya. Mike masuk keruangan kelas itu dengan pesonanya yang begitu menawan, dia terlihat sangat kalem dan berwibawa, melelehkan siapa saja yang melihat.
"ciiee, ayanng tu Dateng, jangan salah fokusnya" goda sindy sambil menoel lengan putih Aleea, dan yang ditoel semakin tersipu, wajahnya sudah memerah bagaikan buah tomat matang.
Jam mata kuliah telah usai, seluruh mahasiswa berhamburan keluar dari kelas, begitupun juga Aleea dan Sindy, namun langkahnya terhenti saat melihat Mike menunggunya didepan pintu
"Hai, Aleea bisa kita bicara sebentar" sapa Mike kaku karena masih banyak mahasiswa yang berlalu lalang dan disamping Aleea masih ada Sindy. Namun Sindy segera mengerti akan situasi, dia segera berpamitan pada Aleea.
"Aleea...kalau begitu aku duluan ya, nanti kutelvon " pamit Sindy sembari mengedipkan sebelah matanya pada Aleea, seolah memberi kode. Dia berlalu pergi sembari melambaikan tangannya pada Aleea.
__ADS_1
"itu sahabat kamu?" Tanya Mike pada Aleea, itu hanya sekedar alasan Mike untuk membuka pembicaraan pada Aleea. Padahal ia tahu jelas kalau Sindy adalah sahabat baik Aleea, karena diam-diam Mike sudah lama mengagumi dan mengamati Aleea.
"iya kak..."jawab Aleea sambil tertunduk malu dan grogi berhadapan dengan Mike.
Mike hanya tersenyum melihat kelakuan Aleea, dia tau kalau Aleea grogi berada didekatnya.
"Aku hanya ingin memastikan tentang pesan yang ku kirim padamu tadi pagi, apa kamu mau menonton konser bersamaku?"
Aleea hanya mengangguk sambil tersipu malu, dia sungguh tidak menyangka dirinya akan pergi berdua dengan Mike, hal yang dulu hanya bisa ia bayangkan.
"kirimkan alamat rumah mu, nanti aku akan menjemputmu, ok" kata Mike sambil mengusap pucuk kepala Aleea yang semakin membuatnya ingin melonjak-lonjak kegirangan.
"kalau begitu sampai bertemu nanti, aku harus pergi dulu" ucap Mike sambil melambaikan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Aleea
Sedangkan Aleea hanya menatap terpaku pada punggung Mike yang semakin tak terlihat diujung koridor sana.
Setelah melihat Mike benar-benar pergi Aleea melonjak kegirangan, ia sungguh bahagia saat ini, hatinya berbunga-bunga seakan-akan saat ini sedang dikelilingi peri-peri cinta yang menari-nari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan ditaman belakang kampus milik Adikara grup, Barra sedang asyik memainkan gitarnya, ia seperti begitu menikmati alunan nada dari petikan gitarnya itu, beberapa hari ini perasaannya begitu baik sejak kehadiran Aleea, sudah lama ia tak merasa setenang ini.
Drrrttt...drttt... drrrt...
bunyi getaran ponsel dalam sakunya membuat Barra menghentikan petikan senar gitar nya, mood nya pun naik seketika saat melihat nama gadis boneka memanggil.
Segera ia geser tombol hijau dalam ponselnya.
"hhmm...ada apa" seketika suaranya ia buat menjadi dingin dan datar, sungguh gengsi ya yang teramat tinggi.
Sedangkan dari seberang sana Aleea mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menemui Barra hari ini, karena dirinya ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan. Namun Aleea tidak mengatakan jika urusan penting itu adalah pergi nonton konser bareng Mike.
"hmmm..." Barra hanya mengangguk datar menjawab perkataan Aleea yang panjang lebar meminta izin padanya untuk tidak menemuinya hari ini.
Barra langsung menutup telvon nya dengan kesal, walaupun jawabannya terdengar tenang dan datar namun hatinya sungguh sebal dan jengkel, padahal sudah dari tadi Barra tidak sabar menunggu Aleea datang, dia ingin mempermainkannya dan menggodanya seperti biasanya, karena sejak hampir 2 bulan setiap hari Aleea selalu berada disampingnya dari setelah pulang kuliah hingga malam tiba.
Kehadiran Aleea sungguh sudah menjadi candu untuk Barra, seketika mood jadi jelek setelah menerima telvon Aleea, dengan kesal ia melemparkan gitarnya begitu saja, hingga membuat teman-teman nya terkejut, dengan perubahan mood Barra yang tidak bisa ditebak. Mereka hanya mengelus dada dan menggelengkan kepala menatap Barra yang melangkah pergi dengan wajah kesal.
Rencananya malam ini Barra akan mengajak Aleea menemui sahabatnya dari luar negeri yang memiliki anggota grup boy band, yang malam ini akan menggelar konser di negaranya. Namun seketika rencana nya itu berantakan saat Aleea mengatakan dirinya memiliki hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Barra sungguh kesal, dan berencana pergi seorang diri saja karena dirinya sudah janji pada sahabatnya itu
__ADS_1
Bersambung
Happy reading