Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 6. devil


__ADS_3

Setelah jam mata kuliah selesai Aleea dan Sindy pergi ke kantin yang ada dikampus untuk makan siang bersama seperti biasa. Sebelum itu Aleea akan mampir sebentar di loker nya untuk menyimpan buku-bukunya, sedangkan Sindy ingin ketoilet sebentar, mereka pun berpisah disebuah lorong dan sepakat untuk bertemu dikantin nanti. Namun saat hendak menuju lokernya ia menabrak seseorang sehingga semua buku-buku nya jatuh berantakan.


"aghh... bruukkkhh" setumpuk buku tentang hukum dalam dekapan Aleea jatuh berserakan dilantai, Aleea sangat terkejut karena tiba-tiba seseorang menabraknya dengan sengaja, dirinya jatuh tersungkur dilantai. Seketika bulu kuduk Aleea seperti berdiri, ia merasakan udara disekitar nya menjadi sangat dingin. Ia melihat sepatu merk terkenal yang merupakan keluaran terbaru hanya ada beberapa didunia, dipakai seseorang yang berdiri tepat dihadapannya, dalam ketakutan ia mendongakkan kepalanya untuk melihat sosok seperti apa yang sedang berdiri dihadapannya ini, kenapa auranya sangat menakutkan, pikir Aleea.


"Deghhh...!!" seketika jantung Aleea terasa berhenti, darahnya pun juga seperti berhenti mengalir, sejenak dirinya membeku.


" Devil..." spontan Aleea berkata lirih. Mendapati sosok yang sangat menakutkan berdiri dihadapannya, mata tajam yang menatap Aleea dengan sorot yang begitu membunuh dan senyum seringainya yang penuh dengan rencana jahat. "ka ka kamu.." Aleea terbata-bata seperti mulutnya tidak mampu mengucapakan satu kata pun. Sedangkan sosok devil yang tak lain adalah Barra dia menatap mangsanya dengan tatapan tajam dan tersenyum menyeringai,


sambil berjongkok mendekati Aleea yang masih terduduk dilantai


"Kita bertemu lagi"ucap Barra sambil tersenyum licik pada Aleea. Namun sungguh pesona nya begitu memabukkan dengan gaya dinginnya Barra tetap terlihat begitu tampan.


"apa mau mu..? Apa kamu mengikutiku dari tadi? Tanya Aleea yang merasa heran kenapa laki-laki yang semalam telah menghabiskan malam dengannya tiba-tiba muncul dikampusnya. Aleea sungguh merasa tak tenang. Dan sorot mata cemas itu dapat dilihat Barra dengan begitu jelas. Namun hal itu justru membuat Barra ingin terus mengusik gadis cantik itu. "Sungguh menarik" gumam Barra dalam hatinya.


"aku memang mengikuti mu dari tadi dan akan terjadi untuk selanjutnya" jawab Barra dengan senyuman mautnya.


"ma maksud kamu apa?" tanya Aleea ragu dan tak berani sama sekali menatap Barra.

__ADS_1


"Hey...bukankah semalam kau yang merayuku, dan memberikan dirimu menjadi milikku? Apa kamu sudah melupakan malam panas kita semalam?" jawab Barra mempermainkan Aleea, sepertinya Barra mulai menikmati mainannya.


Mendengar penuturan Barra Aleea berusaha mengingat apakah benar dirinya yang semalam menggoda Barra, namun Aleea tak bisa mengingat apapun kecuali dirinya yang diganggu oleh beberapa cowok yang menjadi pelanggan di club dan memaksanya untuk minum minuman yang memabukkan itu, dan pada akhirnya dia kehilangan kesadarannya. "apakah mungkin dalam keadaan mabuk aku yang terlebih dulu menggodanya dan memberikan diriku padanya" pikir Aleea dalam hati ia hampir frustasi mengingat kejadian semalam.


"apa kamu sudah mengingatnya" bisikan Barra memecahkan lamunan Aleea.


"mulai hari ini aku akan selalu mengikuti kamu karena kamu adalah milikku !!" kata Barra menekankan kepemilikannya pada Aleea.


"tidak bisa seperti itu, tolong jangan ikuti aku dan jangan ganggu aku lagi, kumohon lupakan kejadian semalam, bukankah kau tak dirugikan sama sekali jika melupakan kejadian semalam dan berhenti menggangguku?" kata Aleea berusaha membuat Barra berhenti mengganggunya.


"aku justru sangat dirugikan oleh kejadian semalam, kau menggodaku dan membuat aku kehilangan keperjakaanku yang selama ini aku jaga, padahal aku ini pria tampan yang memiliki banyak penggemar, bagaimana jika mereka semua tau dan orang tuaku tau kalau aku sudah kehilangan keperjakaanku? Masa depanku sungguh hancur!!" kata Barra mengarang cerita , dia mempermainkan Aleea seolah-olah dirinya korban dan Aleea penjahatnya. Seketika Aleea mendongakkan wajahnya dan menatap Barra dengan perasaan iba. Sepertinya Aleea sudah masuk kedalam perangkapnya. Barra tersenyum licik menatap wajah sendu Aleea.


"Lalu apa yang kau mau dariku? Tanya Aleea sendu menatap Barra.


"aku mau sebuah pertanggung jawaban darimu" kata Barra puas,


"dengan apa aku bisa bertanggung jawab padamu, aku hanya mahasiswa miskin yang kuliah ku pun hanya mengandalkan beasiswa, aku tidak punya uang sama sekali untuk kuberikan padamu!! Jelas Aleea pada Barra.

__ADS_1


"aku tidak membutuhkan uangmu, cukup kau mau menjadi pelayanan ku saja selama 3 bulan, setelah itu aku akan membebaskanmu dari tanggung jawab!!" kata Barra memberi penawaran pada Aleea.


Sejenak ia menatap Aleea yang tampak berfikir dan akhirnya menyetujui penawaran Barra, dengan satu syarat.


"baiklah aku akan terima penawaran mu, tapi dengan satu syarat!!" kata Aleea pada Barra.


"sebutkan saja apa syarat mu!!" jawab Barra sedikit penasaran dengan persyaratan apa yang akan diajukan gadis ini.


"aku akan menjadi pelayanan mu selama 3 bulan tapi hanya dijam 8 pagi sampai 4sore, karena pada malam hari aku harus bekerja. Dan selama jadi pelayan mu aku tidak mau ada sentuhan fisik diantara kita" jelas Aleea pada Barra.


"Deal... Aku setuju " sahut Barra cepat sembari menyodorkan tangannya untuk berjabatan dengan Aleea.


Aleea pun menyambut tangan Barra dan mereka berjabatan. Sebuah kesepakatan konyol kini Aleea jalani dengan Barra. Sungguh Barra sudah benar-benar mempermainkan Aleea. Kira-kira karma apa ya yang akan diterima oleh Barra.


Happy reading 🥰


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2