Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab.23 saudara yang berbahaya


__ADS_3

Setelah mendengar percakapan Bagas di tempat parkir apartemen tadi, Mike memutuskan untuk mencoba mencari Aleea ke sebuah taman bermain terbesar di kota itu, dengan penuh harapan dapat segera menemukan Aleea, Mike mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, Mike sangat merasa cemas karena dia belum juga mengetahui dimana kekasihnya itu setelah mencari hampir seharian.


Setelah beberapa waktu mengendarai mobil nya, akhirnya Mike sampai disebuah taman bermain, dia segera memarkirkan mobilnya dan membeli tiket masuk kedalam taman bermain itu.


Taman bermain itu memang sangat luas, Mike berjalan kesana kemari dan matanya sibuk menyapu seluruh area tempat bermain itu, berharap menemukan sosok yang ia cari.


Tiba-tiba Mike memiliki ide untuk mencari Aleea melalui pengumuman dengan pengeras suara yang ada ditempat keamanan taman bermain itu.


Namun saat Mike melangkahkan kakinya menuju tempat keamanan, matanya menangkap sosok yang seharian ia cari dan sangat ia khawatirkan.


Deghhh....


Perasaan marah dan cemburu seketika menguasai Mike, dia menatap Aleea yang sedang asik berduaan dengan seorang laki-laki disebuah resto didalam taman bermain itu, bahkan Aleea terlihat ingin mencium laki-laki yang sedang duduk dihadapannya itu.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Aleea hanya meniup mata Barra yang tiba-tiba kelilipan, dan ada kotoran yang menempel di pelupuk matanya, mungkin itu debu, karena hari ini taman bermain memang sangat ramai pengunjung dan membuat tempat itu menjadi terasa sesak, panas dan berdebu.


Seketika Mike dikuasai oleh amarahnya yang memuncak, bagaimana bisa dia menemukan Aleea disini sedang bermesraan dengan seseorang sedangkan dirinya seharian telah dibuat hampir gila karena mencemaskan keadaannya.


Dengan langkah dan Suara baritonnya Mike menghampiri Aleea dan Barra, tanpa permisi Mike langsung menegur Aleea dengan penuh emosi.


"Aleea...apa yang kau lakukan? Jelaskan padaku apa yang barusan ingin kau lakukan dengan pria ini??" teriak Mike dengan keras dan penuh dengan amarah, dengan kasar ia menarik tangan Aleea yang ingin mendekat pada Barra, seketika Aleea merasa terkejut oleh kedatangan dan perbuatan Mike yang tiba-tiba marah besar padanya.


"Mike?? kamu disini?" tanya Aleea yang masih merasa bingung dengan kemunculan Mike yang tiba-tiba marah


"ya, aku disini Aleea, kenapa?? Apa kau merasa terkejut?? Apa kau merasa takut aku akan mengetahui semua keburukan mu dibelakang ku? Sungguh aku tidak menyangka, kau tidak sepolos yang kupikirkan Aleea!!" Cecar Mike dengan intonasi tinggi .


"Tunggu Mike, apa maksud mu? Sepertinya kamu salah paham, keburukan ku? Apa maksudmu Mike??"


"Aleea, kau tidak tau betapa aku hampir dibuat gila seharian ini mencarimu kesana kemari?, kau tidak pergi kekampus tanpa kabar, sedangkan ibu mu berkata kau berangkat ke kampus dari tadi pagi, tapi apaaa??!!, kenyataannya kau malah asyik bermesraan dengan dia disini!!" Kata Mike yang hampir frustasi, sambil menunjuk dan menatap tajam pada Barra yang masih dengan santainya menyaksikan pertengkaran sepasang kekasih itu tanpa bergeming dari tempat duduk nya.


"Mike, aku bisa menjelaskan semuanya, ini tidak seperti apa yang kau pikirkan, oke aku salah karena aku tidak pergi ke kampus tanpa kabar, tapi aku tidak bermesraan seperti yang kau katakan Mike, aku hanya ingin membantunya, karena tadi matanya kelilipan, hanya itu Mike, kumohon percaya padaku!! Jelas Aleea pada Mike dan berharap Mike akan mengerti.


"Di dunia ini tidak ada maling yang mau mengaku Aleea!! sahut Mike sinis.


"Mike, jadi kau tidak percaya padaku?, oke Mike aku minta maaf padamu aku memang salah telah membuat mu cemas dan tidak memberikan kabar terlebih dahulu padamu, aku hanya ingin... Kata Aleea ragu namun ia melanjutkan perkataannya "aku hanya ingin menenangkan diriku sebentar saja Mike"

__ADS_1


"Menenangkan diri katamu Aleea? Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan fikiran mu, lalu kau anggap aku ini apa bagimu? Sehingga kau ingin menenangkan diri dengan pria ini" Lagi-lagi Mike menatap tajam penuh amarah pada Barra.


"iya Mike, aku memang salah, maaf kan aku, seharusnya aku pergi denganmu, dan tidak seharusnya aku pergi bersama Barra, namun sungguh aku tidak melakukan seperti yang kau tuduhkan padaku" kata Aleea mulai mengiba pada Mike, dia tidak tau harus menjelaskan seperti apa lagi pada Mike, memang pada kenyataannya dirinya salah telah pergi menenangkan diri dengan pria lain sementara ia memiliki seorang kekasih, namun Aleea tak mungkin membagi cerita tentang apa yang membuatnya ingin menenangkan diri, karena masalah Aleea adalah tentang perasaannya yang meragukan cintanya pada Mike dan Meyakinkan dirinya tentang perasaan nyaman yang ia rasakan pada Barra.


Sedangkan Barra yang masih belum bergeming dari tempat duduknya, dia merasa sangat muak melihat sosok Mike yang berlaku kasar pada Aleeanya, tangan Barra mengepal, ia ingin sekali membuat laki-laki bodoh didepannya itu menjadi babak belur, sungguh Barra tidak menyangka perangai Mike yang terlihat tenang dan dewasa ternyata dia adalah laki-laki yang pencemburu buta, dan kasar pada wanitanya.Barra mengumpat dalam hati mendengar Mike yang terus memojokkan dan menuduh Aleea, sedangkan Aleea masih saja mengalah dan terus meminta maaf.


"Dasar gadis bodoh" umpat Barra dalam hati, ia sangat merasa gemas pada Aleea yang terus mengalah.


Sungguh Aleea merasa frustasi dengan perasaannya sendiri, dia harus bagaimana, dia tidak ingin terus bersama Mike karena dia sadar perasaannya pada Mike bukanlah cinta, namun hanya perasaan kagum dengan sosok dosen muda yang tampan dan dewasa. Aleea tidak merasakan perasaan nyaman saat bersama Mike. Justru ia mendapatkan perasaan seperti itu saat bersama Barra.


Tapi Aleea juga tidak mungkin mengatakan semua itu pada Barra, dia sadar jika perasaannya terhadap Barra akan membuat ibunya sangat terluka, mungkin juga dengan Mike.


"Aleea, siapa kamu bilang? Jadi dia Barra?, bagaimana bisa? bukankah Barra adalah kakak mu? Bukankah kalian bersaudara?"


"dari mana kamu tahu Mike, ya kita memang akan segera menjadi saudara"


"tadi ibumu mengatakan padaku, jika tadi pagi dia menyuruh mu mengantarkan sarapan ke apartemen Barra, kakakmu? jadi kalian hanya saudara tiri?"


"ya Mike, aku dan Barra akan segera menjadi saudara , setelah mama dan ayah Barra menikah"


"lepas kan tangan mu darinya, kau membuat adikku merasa kesakitan" kata Barra datar dan dingin pada Mike, sambil melepaskan genggaman tangan Mike dari pergelangan tangan Aleea.


Memang benar pergelangan tangan Aleea terlihat memerah kebiruan, karena Mike dengan kasar dan penuh emosi mencengkram dan menariknya tadi.


Setelah itu Barra mengusap lembut pergelangan tangan Aleea yang memerah, perlahan dia menyatukan jari-jari tangannya dengan jari-jari tangan Aleea, lalu menggenggam tangan Aleea penuh dengan kehangatan, seolah Barra ingin menjadi pelindung untuk Aleea, dihadapan Mike.


"Nanti segera kompres dan usapkan salep pada pergelangan tangan mu" ucap Barra penuh kelembutan dan tersirat kecemasan pada raut wajah Barra melihat tangan Aleea terluka, sungguh Barra tidak tega melihat gadisnya yang selalu ia sayangi dibuat kesakitan oleh laki-laki bodoh dihadapannya ini, pasti dia akan memberikan perhitungan nanti pada Mike.


Mike menatap heran perlakuan lembut Barra pada Aleea, dia semakin merasa cemburu dan curiga pada hubungan mereka, Barra hanya seorang calon kakak tiri Aleea, rasanya sangat berlebihan jika Barra memperlakukan Aleea selembut itu.


"Apa kau tidak tau malu? Dia adalah kekasihku, tak seharusnya kau mengganggu kami, lagi pula kau hanya calon saudara tiri, rasanya perhatianmu pada calon adikmu ini terlalu berlebihan" ucap Mike sinis pada Barra, justru rasa cemburunya semakin besar setelah menyaksikan perlakuan Barra pada Aleea.


"ya kita memang calon saudara, tapi saudara yang berbahaya" kata Barra dingin dan tersenyum smirk. Sungguh aura devilnya sangat terasa saat Barra dalam mode dingin seperti ini, dia menahan emosinya hanya karena ingin menghormati Aleea.


"Lagi pula aku pikir kau yang tidak tau malu pak dosen!!"

__ADS_1


Seketika Mike mengerutkan keningnya mendengar perkataan Barra yang berbalik mengatainya, Sedang Aleea semakin deg-degan mendengar Barra yang mulai berbicara dengan nada dinginnya, Aleea tau betul saat ini jiwa devil Barra sedang terusik, dia tidak ingin Barra dan Mike sampai berkelahi.


"apa maksud mu mengatakan aku tidak tau malu, bukankah itu lebih pantas untukmu?"


"benarkah?? Barra tersenyum sinis lalu dia melanjutkan perkataannya nya.


"disebut apakah kekasih yang dengan tidak tau malunya menarik paksa dan kasar pergelangan tangan wanitanya hingga dia merasa kesakitan, bahkan kau sebut dirimu kekasih saat kau memilih untuk marah dan tidak mau mendengar kan penjelasan dari wanitamu, kau juga menuduhnya dan mengatakan hal buruk padanya tanpa memberinya kesempatan untuk membela dirinya yang lemah ini??" Kata Barra sambil mengusap lembut punggung Aleea dan tersenyum sinis pada Mike.


Seketika Mike kicep oleh kata-kata Barra, dia tidak dapat membalas perkataan Barra karena memang dia sangat keterlaluan pada Aleea, dia hanya merasa marah dan cemburu tanpa mendengarkan penjelasan Aleea. Bahkan dia telah membuat pergelangan tangan Aleea terluka.


Mike melirik pergelangan tangan Aleea, yang tampak memerah kebiruan bahkan sedikit bengkak, Mike merasa menyesal karena dia telah berlaku kasar pada Aleea, padahal Aleea mencoba menjelaskan semuanya dan bahkan Aleea sudah meminta maaf berkali-kali padanya, tapi dia justru semakin menjadi dan tidak mendengarkan satupun kata-kata Aleea.


Barra dapat melihat sorot mata penyesalan dari mata Mike, dia berpikir untuk membiarkan Aleea dan Mike menyelesaikan kesalah pahaman antara mereka.


"Oke Aleeea, mungkin lebih baik kau urus kekasih mu yang sangat labil dan kekanak-kanakan ini, aku akan pulang dulu" kata Barra berpamitan dan ingin memberikan Aleea dan Mike waktu untuk berbicara berdua. Barra rasa dia sudah tenang membiarkan Aleea dengan Mike, saat melihat tatapan menyesal Mike barusan.


Barra memang menginginkan Aleea, tapi Barra tidak ingin mencampuri urusan Aleea dengan Mike, karena Barra sudah yakin jika hati Aleea sudah menjadi miliknya, biarkan mereka menyelesaikan hubungan mereka sendiri tanpa ada campur tangan darinya.


Sebelum pergi Barra berhenti sejenak disamping Mike, dan berbisik pada Mike.


"jaga adikku dengan baik, jangan sampai dia terluka sedikitpun atau menangis, setetes air matanya akan kubalas berkali-kali lipat" ancam Barra pada Mike sambil berlalu pergi, bahkan Barra sengaja menabrakkan pundaknya pada pundak Mike.


Mike hanya diam memaku mendengar ancaman Barra, dia tidak menyangka Barra yang terlihat seperti anak ingusan baginya, justru memiliki pemikiran yang dewasa,


seketika Mike merasa malu pada dirinya sendiri dan kepada Aleea, namun Mike juga yakin jika perhatian Barra pada Aleea bukanlah sekedar perhatian antara kakak pada adik perempuannya. Mike harus mencari tahu tentang itu.


Bersambung


Happy reading 😍


Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komentar dan votenya terimakasih 🙏,


Dukungan dari para readers tercinta adalah motivasi terbesar untuk author menjadi lebih baik lagi, mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dan kata atau typo yang belum tepat, mari belajar bersama dengan saling mengingatkan 🙏🙏🙏♥️♥️♥️


Selamat malam selamat beristirahat ♥️

__ADS_1


__ADS_2