
Aleea segera bergegas pulang setelah Barra mengizinkan dirinya pergi, dia sudah tidak sabar menemani ibunya untuk makan malam bersama calon ayah tiri dan kakak tirinya nanti. Dia sudah sedikit banyak mendengar cerita tentang keluarga calon suami ibunya itu saat ibunya menelfon dirinya kemarin.
Aleea sudah tidak sabar ingin memiliki sebuah keluarga yang lengkap dan harmonis, ada ayah, ibu dan juga memiliki seorang kakak. Aleea tersenyum sangat manis memikir semua hal itu, dirinya sungguh bahagia.
Sedangkan Barra berbanding terbalik dengan Aleea, dia sangat risau dan cemas, dia sangat berharap apa yang ia khawatir kan tidak benar, ia berharap calon ibu dan adik tirinya bukanlah Aleea dan ibunya.
Barra sungguh merasa kacau dengan pikirannya saat ini, dia menjadi tidak fokus pada mesin motornya dan beberapa kali melakukan kesalahan.
"Bro... Ada apa denganmu, kenapa kau terlihat tidak fokus?" tanya Bagas yang sedari tadi memperhatikan perilaku Barra.
"benarkah?, perasaanmu saja?" jawab Barra datar dan tidak ingin bercerita apapun pada Bagas tentang apa yang mengganggu pikirannya.
"ayolah bro, jika kau punya masalah cerita pada kami, bukankah kita juga keluarga" Bagas masih saja tidak percaya dan berusaha mengintrogasi ketua geng nya itu.
"jangan sotoy deh lu, mending lu lanjutin ini, gue ada perlu sebentar" jawab Barra yang masih saja bungkam sembari melemparkan semua obeng pada Bagas begitu saja, dan membuat Bagas gelagapan menangkapnya.
"huft...hampir saja kegantenganku kau nodai, dasar kulkas 1000 pintu " gerutu Bagas yang jantungnya dibuat berdebar karena obeng yang Barra lempar hampir saja mendarat di wajahnya, untung dia sigap menangkapnya.
Barra berlalu pergi begitu saja, dan hanya tersenyum tipis melihat Bagas yang di buat kelabakan olehnya. Dia menghidupkan mesin motor nya dan memacu kuda besi menuju mansion mewah yang menjadi rumah utama ayahnya.
Sebenarnya Barra sangat malas menuruti permintaan Ayahnya untuk datang makan malam bersama dirumah, namun ia juga ingin memastikan apa yang sudah mengganggu pikirannya.
...----------------...
"Ma, apa aku sudah terlihat cantik?" tanya Aleea pada ibunya, sambil berputar-putar didepan cermin memastikan penampilannya.
"sangat cantik... Kamu memang putri mama yang paling cantik Lee" jawab ibunya sambil menoel pipi mulus putrinya itu.
"hmmm...mama bisa aja, mentang-mentang mama lagi bahagia ni ya, muji-muji aku"
"ya enggak lah sayang, memang kamu putri mama yang paling cantik, karena kamu putri mam satu-satunya "
"ahhh mama, jadi maksut mama Leea cantik karena memang Leea hanya satu-satunya?"
Aleea mencebik kesal melihat ibunya yang tersenyum sambil mengangkat sebelah bahunya.
"ya enggak lah sayang, kamu itu benar-benar cantik, bukan karena kamu satu-satunya tapi karena kamu memang cantik, sudah dong cemberut nya, lebih baik kita berangkat sekarang" Ajak Bu Sarah yang berusa membujuk putri nya itu untuk berhenti cemberut.
Akhirnya mereka berangkat menuju mansion milik keluarga Adikara grup setelah sopir utusan Adikara grup menjemput mereka dengan mobil mewahnya.
__ADS_1
Sebuah mobil mewah memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan megah, mobil berhenti disebuah pelataran yang luas, disana berjajar beberapa mobil mewah lainnya.
Aleea dan ibunya turun dari mobil itu, mereka dibuat takjub dengan sebuah bangunan yang berdiri dengan megah bak sebuah istana.
Aleea mendecak kagum menatap mansion itu, sungguh indah, dia tak bisa membayangkan jika dirinya tinggal ditempat mewah itu, jiwa miskinnya meronta-ronta.
"Ma, apa mama yakin ini rumah calon suami mama? Apa kita gag salah rumah ma?" tanya Aleea memastikan pada ibunya
"enggak koq sayang, ini memang rumah calon ayah tiri kamu"
"kenapa Aleea jadi takut ya ma, apakah kita akan diterima dengan baik dirumah ini nanti"
"kamu tenang saja Lee, dia adalah sosok ayah yang penyayang dan lembut, lebih baik kita masuk saja dulu, kamu akan tau sendiri nanti"
Bu Sarah mengerti apa yang dikhawatirkan oleh putrinya itu, ketidak senjangan status sosial sering kali menjadi penghalang suatu hubungan antara seseorang, hal itu juga menjadi kekhawatiran nya saat pertama kali presdir Adikara grup yang tak lain adalah sahabatnya dibangku sekolah SMA itu mengajaknya untuk menikah.
Akhirnya keduanya pun masuk kedalam mansion mewah itu, beberapa pelayan menyambut mereka dengan hangat, dan mempersilahkan mereka untuk duduk diruang tamu yang luasnya mungkin 2 kali lipat daripada rumah mereka.
Ini bukan kali pertama untuk ibu Aleea datang ke mansion mewah ini, makanya dia sudah tidak heran dan merasa tenang, sendangkan Aleea yang baru pertama kali ia merasa sangat kagum dan sekaligus cemas melihat kemewahan yang ada didepannya.
Aleea merasa cemas jika calon ayah dan kakak tirinya nanti tidak akan menerima dirinya dengan baik, seperti didrama-drama yang pernah ia tonton, jika sikap orang kaya itu sangat sombong.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya tuan Genta panji Adikara, yang biasa dipanggil pak Genta, terlihat menuruni tangga sambil tersenyum ramah, tampak kehangatan terpancar dari sorot matanya, Aleea yang melihat itu sedikit merasa lega karena seperti tak ada raut muka kesombongan dari wajah calon Ayah tirinya itu.
"ohhh cantiknya putri kecil ayah, kamu pasti Aleea bukan?"
"iya paman, perkenalkan saya
Aleea Khumaira" sapa Aleea sambil menyalami tangan laki-laki paruh baya itu dan mencium tangannya dengan sopan.
"hhhmm...kamu manis sekali, sepertinya kamu seumuran dengan anak paman, umur kalian mungkin tidak jauh beda!!"
"lalu dimana dia mas?"tanya ibu Aleea yang sudah tidak sabar melihat calon anak tirinya itu. Dia sudah mendengar sedikit tentang Barra dari pak Genta.
Pertanyaan Bu Sarah mewakili pertanyaan yang ada di pikiran Aleea, dia juga tidak sabar melihat bagaimana calon kakak tirinya itu, akankah dia akan bisa akur dengannya.
"Tunggu sebentar lagi, dia mungkin dalam perjalanan" sahut pak Genta santai sambil duduk berhadapan dengan Aleea dan ibunya.
Tak lama kemudian, suara deru motor balap terdengar dari halaman mansion mewah itu, setelah melepas helmnya Barra melenggang masuk kedalam mansion yang sudah hampir 2 tahun sejak dirinya masuk universitas tidak pernah ia kunjungi sekalipun, Barra tidak menghiraukan sama sekali yang ada disekitarnya dan beberapa pelayan yang menyambutnya ia acuhkan begitu saja.
__ADS_1
Duaaarrr....
Sambaran petir seperti tepat diatas kepalanya, kakinya tiba-tiba bagai diam terpaku, dan matanya membelalak melihat dua sosok wanita yang duduk diruang tamu.
Barra sungguh tidak menyangka jika apa yang dia takutkan benar-benar menjadi kenyataan.
"hayy good boy...kamu sudah datang rupanya" sapa pak Genta yang baru saja menyadari kehadiran putranya, dia sungguh bahagia dan tidak menyangka jika Barra mau memenuhi permintaannya untuk datang.
"kemarilah nak, perkenalkan dirimu pada calon ibu dan adikmu" pinta pak Genta pada Barra yang masih diam memaku
"Barra??" mata Aleea juga tak kalah terbelalak dia juga sangat terkejut melihat Barra,
"Aleea, Sarah, perkenalkan dia Barra ramadittya Adikara dia adalah putra ku satu-satunya" Pak Genta menuntun Barra keruang tamu sambil memperkenalkan anak itu.
"nak Barra??" Bu Sarah juga tak kalah kaget, ia mengenali sosok Barra, adalah anak laki-laki yang pagi-pagi buta bertamu kerumahnya dan dia juga mengaku sebagai pacar Aleea waktu itu.
Namun Bu Sarah mencoba tenang dan memilih untuk tidak mengatakan hal itu didepan Pak Genta, dia akan menanyakan itu langsung nanti pada Aleea.
"iya sayang, ini Barra anakku"
"ayo Barra beri salam pada calon ibu dan adikmu" titah pak Genta pada anaknya.
"selamat malam bibi, perkenalkan namaku Barra" sapa Barra pada Bu Sarah dengan sopan, dia menyalami dan mencium tangan wanita paruh baya itu dengan sopan.
"iya nak Barra, Kita bertemu lagi, tak menyangka dunia sesempit ini ya"
"sayang apa kamu sudah mengenal Barra sebelumya?" tanya pak Genta bingung dengan perkataan calon istrinya itu.
"iya mas, Barra pernah main kerumah kita, dia adalah sahabat Aleea, bukankah begitu nak?
tanya Bu Sarah pada Barra dan melirik Aleea sekaligus.
"iya..
"tidak...
Serempak Aleea dan Barra memberikan pernyataan yang berbeda,
Bersambung
__ADS_1
Happy reading 😍
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya, terimakasih 🙏♥️🙌