Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 25. Aleea merajuk


__ADS_3

Barra melajukan mobil sportnya nya, membelah jalanan malam yang terlihat lengang, tidak ada kemacetan seperti disiang hari, tampaknya penghuni kota sedang terlelap dalam tidur mereka, setelah seharian menjalani padatnya aktivitas dan pekerjaan.


Hawa dingin masih begitu terasa menusuk kulit Aleea walau dalam balutan pakaian yang lumayan tebal. Suasana hening terasa dalam mobil itu, Barra fokus menyetir sedangkan Aleea dia sibuk berperang dengan pikirannya sendiri, Aleea sangat penasaran dengan gadis yang berada di basecamp tadi, siapakah dia, mungkinkah dia kekasih Barra, mereka terlihat sudah lama saling mengenal, Bahkan Barra terlihat nyaman dalam pelukan gadis itu.


Sungguh Aleea sangat tidak suka melihat Barra bersama gadis lain, hatinya sangat terasa perih, sepertinya ini pertama kali dia tau bagaimana rasanya cemburu, tapi ingin marah dia sadar jika dirinya bukan siapa-siapa bagi Barra, bahkan sebentar lagi mereka akan jadi saudara, mustahil bagi dirinya bersatu dengan Barra.


Aleea hanya memendam perasaan cemburu dan sakit hatinya, maniknya terus menatap keluar jendela, tiba-tiba dia merasa sebal dengan Barra yang suka seenaknya saja melakukan kontak fisik dengannya, bahkan dia bilang kalau dia jatuh cinta pada dirinya, tapi apa, kenyataannya dia terlihat sangat nyaman dalam pelukan gadis itu.


Aleea terus mengumpat dan mengatai Barra dalam hati, dia sama sekali tidak ingin menatap Barra, dia merasa marah dan kesal kepada Barra. Kenapa Barra selalu seenaknya sendiri kepadanya. Aleea merasa dirinya sangat bodoh telah benar-benar mempercayai semua kata-kata manis Barra.


"Dasar cowok devil" Aleea mengumpat lirih


Barra yang setengah mendengar itu menoleh pada Aleea yang duduk disampingnya, gadis itu masih menatap kearah luar jendela.


"kamu mengatakan sesuatu baby?" tanya Barra yang seperti mendengar Aleea mengatakan sesuatu.


"Hah...? Enggak koq" jawab Aleea singkat dia kembali menyeret pandangannya kearah jendela setelah menatap Barra singkat.


"masa sih, sepertinya aku mendengar kau mengatakan sesuatu baru saja"


"enggak"


"baby...!!!" panggil Barra lembut pada Aleea yang tidak mau menatapnya sama sekali.


"hmmm..." namun Aleea hanya menjawab singkat panggilan Barra tanpa menoleh sama sekali, dia tetap melemparkan pandangannya ke arah jendela.


"Apa kah melihat kaca jendela mobil ku lebih membuatmu tertarik daripada melihat ku??"


"hmmm" jawaban Aleea masih sama


Barra tersenyum melihat tingkah Aleea, dia sadar jika gadis disampingnya ini sedang merajuk, Barra tau alasan Aleea merajuk,


Justru hal itu sangat membuat Barra merasa senang, Aleea cemburu melihat dia dengan Evelyn, itu berarti Aleea memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.


"Apa kau marah padaku?" tanya Barra pada Aleea yang masih saja enggan menatapnya.


"enggak, marah kenapa?"


"Apa kau tidak merasa cemburu melihat ku bersama Evelyn?"


Aleea terlihat diam saja mendengar pertanyaan Barra, namun dalam hatinya ia mengumpat."Oh jadi dia Evelyn, lalu apa hubungan kalian berdua?, kenapa kalian sangat terlihat mesra? Ya aku sangat cemburu melihatmu dengan seenaknya saja menerima pelukan gadis lain, bukankah tadi pagi kau baru saja menyatakan perasaan cintamu itu padaku, aku sangat kesal dan rasanya ingin sekali mencakar wajah mu itu, dasar cowok devil"Gumam Aleea dalam hati, ia tidak berani mengutarakan semua perasaan cemburunya, dia merasa gengsi jika sampai Barra mengetahui hal itu.


"kenapa diam saja? Hmmm?? Katakan saja jika kau cemburu, aku akan sangat senang mendengar nya"


"enggak, siapa bilang aku cemburu, aku tidak peduli sama sekali mau dengan siapa kamu berpelukan dan bermesraan" jawab Aleea dengan intonasi yang kesal,

__ADS_1


"Benarkah?? Lalu kena baby merasa kesal sekarang??"


"aku tidak kesal, siapa yang kesal" sahut Aleea sembari mengatur nafasnya, dia ingin terlihat tenang dihadapan Barra.


"Baby jangan khawatir, dia hanya teman lama, dia tinggal diluar negeri, aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengannya, aku sama sekali tidak merasa nyaman saat dia menyentuhku dan memeluk ku, sungguh " jelas Barra panjang lebar pada Aleea.


"tidak perlu kau jelaskan padaku, aku sama sekali tidak peduli" sahut Aleea dengan nada yang berusaha ia buat setenang mungkin, padahal dalam hati Aleea sedang sangat kesal.


"Benarkah??"


"hhhmm ya, benar"


"Apakah baby sekarang sudah merasa lebih baik?"


"aku memang baik-baik saja dari tadi"


"Apa baby ingin makan sesuatu? didepan ada restoran kesukaan ku, kita makan disana"


"aku tidak merasa lapar, aku ingin segera pulang saja, aku merasa sangat lelah, kita pergi ke mansion milik paman, aku akan menginap disana"


Barra mengerutkan keningnya dia merasa bingung dengan permintaan Aleea.


"kenapa menginap dimansion ayah?"


"oh iya, aku hampir lupa menyampaikan pesan paman, dia menyuruh mu untuk menginap dimansion selama beberapa hari, karena mama dan paman sedang pergi keluar kota untuk menemui kakek dan nenek mu!!"


"Heem, mama dan paman menyuruhku menginap disana daripada dirumah sendirian, padahal aku lebih suka dirumah sendirian daripada harus menginap dimansion itu bersamamu"


"Kenapa baby berkata seperti itu, aku akan menjagamu, apa baby tidak takut jika sendirian dirumah?"


"tidak, aku tidak takut sama sekali, justru aku takut saat bersama mu, kau kan cowok devil'


Barra tergelak mendengar perkataan Aleea, bisa-bisanya dia masih saja menjulukinya sebagai cowok devil.


"tentu saja, aku memang cowok devil baby, karena wajahku yang kelewat tampan ini kan selalu menghantui hati dan pikiran baby setiap saat"


"ishhh.... bisa-bisanya kau memuji dirimu sendiri seperti itu, perutku langsung terasa mual mendengar nya"


Barra semakin tertawa terpingkal mendengar Aleea yang mengatai dirinya, dia mengacak ujung kepala Aleea dan membuat rambut Aleea berantakan.


"Yaak... hentikan, kenapa kau suka sekali membuat rambutku menjadi berantakan"


"Habisnya kau lucu sekali baby, aku sampai tidak bisa menahannya".


...----------------...

__ADS_1


Jalanan malam ini sangat sepi, sehingga Barra mengemudikan mobilnya dengan lancar. Setelah beberapa waktu mengendarai mobil nya, akhirnya mereka sampai di mansion mewah milik ayah Barra, seorang security yang bertugas menjaga keamanan keluar membukakan gerbang mansion yang menjulang tinggi dan berdiri dengan megahnya . Security itu membungkukkan badannya memberi salam pada Barra, tuan muda dan pewaris tunggal Adikara grup.


Barra menghentikan mobil sportnya disebuah pelataran mewah yang sangat luas, lalu seorang yang bekerja sebagai sopir dimansion itu membawa mobil Barra ke garasi setelah Aleea dan Barra turun dari mobil.


Didepan pintu sudah berjajar beberapa pelayan yang siap menyambut kedatangan tuan muda dan calon nona muda rumah itu, sepertinya mereka sudah mendapatkan intruksi langsung dari pak Genta untuk melayani Barra dan Aleea yang akan menginap di mansion.


"Selamat malam tuan muda, selamat malam nona" sapa pelayan itu dengan sopan sembari membungkukkan badan mereka.


Aleea justru merasa risih diperlakukan bak seorang putri di sebuah istana seperti itu. Sedangkan Barra hanya mengangguk singkat dan melenggang masuk tanpa memperdulikan pelayan itu, begitulah sifat Barra yang selalu dingin dengan siapapun kecuali pada Aleea.


"Nona, mari aku tunjukkan dimana kamar anda" ucap salah satu pelayan menunjukkan letak kamar Aleea.


Pelayan itu mengajak Aleea menaiki tangga yang sangat mewah, nuansa putih dan gold mendominasi mansion itu. Kamar Aleea berada dilantai dua disebelah kamar Barra.


Barra lebih dulu naik menuju kamarnya, sedangkan Aleea mengikuti pelayan itu dan mendengar semua penjelasan pelayan itu tentang sudut kamar Aleea dan fungsi beberapa peralatan canggih yang ada dikamar itu, mulai dari kamar mandi dengan bathtub mewahnya dan menuju ruang walk in closet. Disana sudah berjajar pakaian dan sepatu untuk Aleea, tak lupa juga berbagai skincare bermerek keluaran luar negeri berjajar rapi di meja rias yang sangat mewah dengan nuansa putih.


Aleea takjub melihat semua itu, calon ayah tirinya sungguh sangat perhatian padanya, dia menyediakan seluruh keperluan Aleea tanpa terkecuali.


penampakan walk in closet kamar Aleea:



Setelah pelayanan itu selesai menjelaskan semuanya pada Aleea dan pergi keluar kamar, Aleea melemparkan tubuhnya ke atas Bad ber ukuran king size yang sangat mewah dengan nuansa yang sama dengan seluruh interior mansion ini, yaitu putih dan gold.


"ahh... rasanya sangat nyaman sekali, mungkin sebaiknya aku membersihkan diri dan berendam sebentar, lalu pergi tidur" gumam Aleea sembari berjalan menuju kamar mandi.


Namun Aleea lupa mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu, dia langsung menanggalkan seluruh pakaiannya dan berendam kedalam sebuah bathup yang sudah terisi penuh dengan busa sabun yang memiliki aroma vanilla yang sangat wangi,


Sejenak ia menenggelamkan tubuhnya dan menikmati sensasi aroma vanilla yang menenangkan dirinya, Aleea sungguh merasa sangat nyaman saat berendam sambil menutup matanya, hanya nampak kepalanya dalam lautan busa didalam bathup itu, tanpa ia sadari Barra membuka pintu kamar mandi tanpa permisi terlebih dahulu, Aleea yang merasa terkejut dengan kedatangan seseorang dia langsung bangun dan membuat bagian atas tubuhnya nampak begitu jelas keluar dari lautan busa itu,


"Aaaaaa......"Aleea berteriak melihat Barra yang sudah berdiri didepan pintu, dia langsung menyilangkan kedua tangannya menutupi buah d*danya yang sudah dilihat dengan jelas oleh Barra.


Barra segera membalikkan badannya melihat Aleea terkejut dan berteriak, spontan dia juga merasa terkejut dengan pemandangan dua buah bukit yang sangat indah barusaja.


"Barra, apa yang kamu lakukan disini? jangan putar badan mu, cepat keluar lah dari sini" teriak Aleea dengan intonasi tinggi, dia sangat malu dan kesal pada Barra.


"Baiklah baby, aku hanya ingin menawarkan makanan saja padamu, aku tidak tau kalau kau sedang mandi. Lagi pula milik mu sangat datar aku tidak tertarik" gumam Barra santai tanpa perasaan bersalah. Padahal sebenarnya Barra juga terkejut dan tidak menyangka akan melihat hal yang sangat luar biasa indah milik Aleea, bentuknya sangat ideal dan terlihat begitu menggoda bagi Barra.


"apa kamu bilang? Jadi kau melihatnya!!, aaaa...keluar sekarang" teriak Aleea sangat kencang hingga kuping Barra terasa sangat sakit.


Bersambung


Happy reading 😍


Mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dan typo yang tidak tepat. Mari belajar bersama dengan saling mengingatkan, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like komen dan votenya 🙏

__ADS_1


Dukungan readers tercinta adalah sebuah motivasi terbesar untuk author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya 🙏🙏♥️💜


__ADS_2