Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 22. Kecemasan Mike


__ADS_3

Pagi itu Aleea dan Barra sarapan bersama diapartemen milik Barra, kedatangan Aleea pagi ini ke apartemen Barra memang karena disuruh oleh ibunya mengantarkan sarapan untuk Barra, Bu Sarah ingin memberikan perhatiannya untuk calon putranya itu. Dia memasakkan semua makanan kesukaan Barra. Bu Sarah sudah mulai ingin mengenal bagaimana karakter calon putranya ini, dia mencari tau semua yang disukai Barra dan apa yang tidak disukai Barra melalui pak Genta.


Bu Sarah ingin menjadi ibu sambung yang baik, walau dia tau dia takkan bisa menggantikan posisi seorang ibu kandung bagi Barra, namun setidaknya dia berusaha yang terbaik untuk menjadi seseorang yang bisa merawat Barra dan memastikan Barra makan dengan baik.


Aleea menyiapkan berbagai menu makanan yang telah ibunya masak dimeja makan apartemen Barra, dengan cekatan Aleea mengambilkan beberapa sendok lauk pauk diatas sepiring nasi dan memberikannya pada Barra, Barra sungguh bahagia sepagi ini Aleea sudah melayaninya, dia jadi merasa serakah dan menginginkan setiap hari bisa melihat Aleea seperti ini, bukan sebagai adik, bukan juga karena sebuah kesepakatan, tapi sebagai seorang pendamping yang seumur hidup akan menghabiskan waktu bersama.


Barra tersenyum dan merasa sangat bahagia dengan hanya membayangkannya saja. Entah hal itu sepertinya akan sangat sulit ia gapai. Namun jangan sebut dia Barra jika ia akan menyerah begitu saja pada keadaan,dia akan menciptakan takdirnya sendiri.


"Ayo dimakan, kenapa malah senyum-senyum seperti itu?" kata Aleea pada Barra, sontak saja Barra tersadar dari lamunannya dan cengar-cengir menatap Aleea.


"iya baby, aku sedang membayangkan jika kita menikah nanti, kau pasti akan menemaniku sarapan setiap hari seperti ini"


"tentu saja, sebentar lagi aku akan menemanimu sarapan seperti ini setiap hari"


"Benarkah? Apa aku tidak salah dengar baby??"Barra merasa terkejut dengan jawaban spontan Aleea.


"iya, bukankah paman dan mama akan menikah secepatnya, mama bilang kita akan tinggal bersama dirumah paman nanti, jadi kita akan bisa sarapan seperti ini setiap hari , sebagai saudara, bukan sebagai istri, bukankah begitu kakak??"


"tentu, kita akan menjadi saudara, tapi saudara yang berbahaya" jawab Barra dingin , dia sangat merasa kecewa dengan jawaban Aleea, bisa-bisanya Aleea menyerah begitu saja,


"oke, kita lihat saja nanti baby, kau pasti akan mengatakan jika kau juga mencintai kakakmu ini, bahkan sangat mencintaiku" Barra menatap tajam Aleea dan tak lupa juga dengan senyuman mautnya yang selalu membuat Aleea tak berdaya, selalu ada maksud tersembunyi dibalik senyum maut Barra yang memabukkan itu.


"oke kakak, kita lihat saja nanti, jangan terlalu berharap, aku takut nanti kakak ku ini akan kecewa" sahut Aleea yang sudah mulai berani, walau sekuat tenaga ia menutupi perasaannya yang sebenarnya.


Seketika ruang makan itu menjadi sunyi, hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bertabrakan, Aleea dan Barra sama-sama sedang berperang dengan pikirannya masing-masing.


...----------------...


Akhirnya setelah selesai sarapan Aleea dan Barra berangkat kesebuah taman bermain terbesar di kota itu, Barra ingin mengabulkan keinginan Aleea untuk bermain seharian di taman bermain itu.

__ADS_1


Hari ini Aleea terlihat sangat manis dan cantik walau hanya dengan kaos putih yang dipadukan dengan celana jeans berwarna denim, dan sepatu snickers putih , rambutnya ia kuncir satu sehingga memperlihatkan leher jenjang yang putih dan mulus terekspos begitu saja.


Dengan langkah yang penuh semangat Aleea berjalan didepan Barra yang masih sibuk berbicara ditelvon dengan Bagas mengenai event balap motor resmi yang akan Barra ikuti.


Setelah mengakhiri percakapannya dan menutup telvon, Barra segera menghampiri Aleea yang berjalan didepannya, namun pandangannya tertuju pada leher putih dan mulus milik Aleea, tanpa sadar ia menelan salivanya, entah mengapa setiap lekuk tubuh Aleea telah menjadi candu bagi Barra.


Dengan cepat Barra menarik ikat rambut Aleea, dan membuat rambut panjang Aleea tergerai begitu saja, Barra sengaja melakukan itu agar leher Aleea tak dinikmati oleh mata-mata nakal laki-laki diluar sana.


"yakkk...apa yang kau lakukan, kenapa kau... kau membuat rambut ku berantakan" teriak Aleea yang terkejut karena Barra menarik ikat rambut nya, dan membuat rambutnya tergerai.


"lebih baik mulai hari ini jangan pernah mengikat rambut mu saat keluar rumah, kau boleh mengikat rambut mu hanya saat kita sedang berdua saja dirumah, kau mengerti adikku!!" titah Barra seenaknya saja, dia sudah mulai protektif terhadap Aleea.


Seketika Aleea berhenti dan mencebik kesal saat mendengar perintah Barra, "dia pikir dia siapa seenaknya saja mengaturku" gumam Aleea sambil menatap Barra yang dengan santainya terus berjalan menuju tempat parkir apartemen.


"hei...kau, mau sampai kapan kau akan berdiri disitu" teriak Barra memanggil Aleea yang masih tak bergeming .


Aleea berlari kecil mengikuti langkah kaki Barra yang besar hingga sampai ke tempat parkir. Hari ini Barra ingin naik mobil sportnya yang sudah lama tidak ia pakai, mobil sport mewah berwarna hitam keluaran terbaru, itu adalah hadiah ulangtahun dari ayahnya, namun Barra jarang menggunakan itu dia lebih suka naik motor kesayangan nya.


Barra tersenyum menatap Aleea, wajah nya tepat dihadapan wajah Aleea, jantung nya dibuat berdebar tak karuan oleh Barra, diam-diam Aleea mengagumi wajah tampan Barra tatapan dan senyuman mautnya justru sangat menggodanya, Barra adalah sosok laki-laki yang sempurna, visualnya sungguh menakjubkan dan memabukkan kaum hawa.


"kenapa? Apa baby sudah mulai mengagumi wajah tampan ku, hmmmm...??" bisik Barra lembut, nafasnya terasa hangat, seketika membuat sesuatu milik Aleea terasa bergetar.


"enggak, berhenti menggodaku, ayo kita berangkat" ajak Aleea mengalihkan suasana yang mendebarkan itu. Aleea takut dirinya akan semakin terbuai oleh perilaku Barra pada dirinya.


"Benarkah?? emmm kita liat saja baby, mulai hari ini wajah tampan ku ini pasti akan selalu terbayang-bayang oleh mu" goda Barra sambil tersenyum pada Aleea.


Akhirnya Barra menghidupkan mesin mobilnya, dan memacu mesin kotak itu membelah keramaian jalanan kota.


Setelah beberapa jam berjibaku dengan kemacetan lalu lintas, akhirnya mereka sampai disebuah taman bermain terbesar di kota itu, ada berbagai wahana dan food court didalam taman bermain itu. Tak ketinggalan juga berjajar bangunan resort untuk yang ingin bermalam ditempat itu, suasana taman bermain hari ini sangat ramai karena menjelang weekend, Aleea sudah nampak girang dan tidak sabar untuk dapat menikmati semua wahana yang ada disitu, dia menunggu Barra membelikan tiket untuk mereka berdua, setelah beberapa menit mengantri akhirnya Barra berhasil mendapatkan tiket masuk, dia menggandeng Aleea memasuki sebuah wahana roller coaster, Barra ingin naik wahana itu sejak dulu, tapi dirinya terlalu gengsi untuk pergi ketaman bermain.

__ADS_1


Hari ini bersama Aleea, Barra juga ingin menaiki semua wahana yang ada disitu .


...----------------...


Sementara itu di kampus Aleea, Mike menatap bangku Aleea yang kosong, hari ini Aleea tidak masuk kekampus tanpa izin atau sekedar menghubungi nya, Mike merasa khawatir jika Aleea sakit.


Setelah jam mata kuliah usai, Mike menghampiri Shindy untuk menanyakan tentang Aleea, namun nihil, Sindy pun juga tidak tau kenapa hari ini Aleea tidak pergi kekampus, padahal Mike tahu Aleea adalah gadis yang pintar dan rajin, tidak mungkin dia tidak pergi kekampus jika tidak terjadi hal-hal yang buruk padanya.


Mike semakin merasa cemas pada Aleea, beberapa kali ia mencoba menghubungi Aleea namun tidak ada jawaban.


Mike mengirimkan beberapa pesan kepada Aleea , berharap kekasihnya itu memberikan kabar padanya. Namun pesan Mike hanya terkirim dan tidak ada notifikasi terbaca.


Akhirnya Mike memutuskan untuk pergi ke rumah Aleea, namun Mike hanya bertemu dengan Bu Sarah, dan Bu Sarah mengatakan jika Aleea pergi kekampus pagi ini, namun dirinya menyuruh Aleea mampir ke apartemen kakaknya terlebih dahulu untuk mengantarkan sarapan. Mike dibuat semakin merasa cemas dan gelisah memikirkan Aleea. Setelah mendengar penuturan Bu Sarah, akhirnya Mike meminta alamat apartemen kakak Aleea yang tak lain adalah Barra, dan Bu Sarah pun memberikan nya dengan harapan Mike akan menemukan Aleea, dia juga merasa khawatir saat mendengar ternyata hari ini Aleea tidak pergi kekampus. Namun Bu Sarah juga merasa lega saat mengetahui jika Mike adalah kekasih Aleea, jadi kekhawatirannya mengenai hubungan Barra dan Aleea tidak beralasan dia menjadi tenang untuk melanjutkan pernikahan nya dengan ayah Barra.


Sementara ditaman bermain Aleea sangat merasa bahagia, dia sangat menikmati hari ini bersama Barra, dia merasa bahagia dan nyaman ketika bersama cowok devil ini.


Dia dan Barra sangat bersenang-senang hingga keduanya lupa waktu, tanpa mereka sadari hari sudah sore, Aleea mengajak Barra untuk membeli makanan, dia merasa kelaparan setelah seharian bermain seperti anak kecil.


Sementara itu Mike sudah sampai didepan pintu apartemen Barra, setelah beberapa waktu ia berdiri dan memencet bel namun tidak juga ada jawaban, "sepertinya pemilik apartemen ini sedang tidak ada" begitulah pikir Mike, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada resepsionis di lobby apartemen, dia menanyakan jam berapa biasanya pemilik apartemen nomor 09 dilantai 13 akan pulang, resepsionis itu mengatakan jika pemilik apartemen itu pulang sesukanya dan tidak pasti.


Mike sudah hampir putus asa, namun saat ditempat parkir ia mendengar seseorang yang tak lain adalah Bagas sedang berbicara ditelepon, ia menyebutkan nomor apartemen milik Barra, karena dia memang sedang bertanya pada Barra nomor apartemennya karena Bagas juga bermaksud ingin mengunjungi Barra, namun Barra mengatakan jika dirinya tidak sedang diapartemen melainkan dia sedang pergi ke taman bermain dengan Aleea. Bagas yang terkejut dengan kata-kata Barra yang mengatakan dirinya sedang berada ditaman bermain sontak saja berteriak mengulangi perkataan Barra.


"Apaa... Seorang Barra si raja jalanan sekarang sedang bermain ditaman bermain?? Apa aku tidak salah dengar, pasti ini kemauan adik kecil kita itu kan, Aleea kan yang mengajakmu?? Tanya Bagas dengan intonasi yang keras sehingga Mike yang berada tidak jauh dari tempat Bagas berdiri dapat mendengar dengan jelas percakapan Bagas dan Barra ditelevon.


Setelah Mike mendengar nama Aleea disebut, dia yakin jika laki-laki yang berbicara ditelepon dengan pria diparkiran ini adalah kakak Aleea, jadi Mike berencana ingin mencari Aleea ke taman bermain yang pria tadi sebutkan.


Bersambung


Happy reading 😍

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karya pertama author, dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️♥️


Mohon maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dan typo yang tidak tepat, mari kita sama-sama belajar dan saling mengingatkan 🙏♥️♥️ dukungan readers adalah motivasi terbesar bagi author.


__ADS_2