Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
Bab 39. wanitaku


__ADS_3

"sruuupphh....uwaaahhh....luar biasa", ucap Barra saat pertama kali ia menyeruput kuah ramyeon pedas dan hangat buatan Aleea, matanya terlihat berbinar seperti seekor anak kucing yang menggemaskan.


"kenapa aku baru tahu ada makanan seenak ini??", Barra terus menyeruput kuah ramyeon itu dan memasukan mie yang kenyal dan lezat itu kedalam mulutnya.


"uwahhh....makanan ini luar biasa, sepertinya makanan ini mengandung sesuatu yang membuat perasaanku menjadi merasa lebih baik", Ucap Barra sambil tersenyum menatap Aleea.


Sedangkan Aleea hanya menggelengkan kepalanya, dia sungguh merasa heran melihat tingkah Barra yang terlihat begitu bahagia hanya dengan menikmati semangkuk ramyeon pedas.


"kenapa kau tidak makan milik mu? Apa kau tidak mau?? Boleh kah untukku saja??", pinta Barra saat melihat Aleea yang belum menyentuh ramyeon dihadapannya, sedangkan miliknya sudah habis tandas tak tersisa,


Aleea hanya tersenyum melihat tingkah Barra yang konyol itu, kenapa dia begitu antusias hanya makan ramyeon saja, mana mungkin orang seperti dirinya tak tahu makanan ini.


"habiskan saja jika kamu menyukainya, aku masih memiliki banyak stok didapur", ucap Aleea sembari menyodorkan semangkuk ramyeon miliknya pada Barra.


"Benarkah?? Terimakasih baby, aku ingin kau membuatkan ini untukku setiap kali aku menginginkannya nanti, ok ", ucap Barra dengan terus melahap semangkuk mie kenyal dari negeri ginseng itu.


"Baiklah... pelan-pelan saja makanya",


"uhuk.. uhuk...",


"nah kan keselek, kamu sih makannya buru-buru gitu, minum dulu ", sembari menyodorkan segelas air Aleea menggelengkan kepalanya, ia merasa jengah melihat Barra yang sudah seperti anak kecil.


"terimakasih baby", Barra segera meraih segelas air minum itu dan meneguknya, "ahhhhh...., lega, aku sudah kenyang baby...",


"iya lah udah kenyang, jatah orang diambil juga", sahut Aleea dengan nada bercanda.


"hehehe...maaf ya baby habis nya enak banget, pantas baby juga menyukainya",


"iya...aku cuma bercanda sayang, jadi udah gak marah kan sekarang??",


"yahh.. sedikit",


"koq sedikit?? Kan udah makan dua mangkuk ramyeon",


"sini dulu, nanti aku gak marah lagi", pinta Barra sembari menepuk pahanya.


"maksudnya? Jangan mulai ya...",


"bentar saja baby, aku merindukan aroma tubuh baby",


"enggak, aku mau beresin ini dulu", kata Aleea yang bergegas membereskan mangkuk yang berada diatas meja, dia ingin menghindari Barra yang sudah mulai memiliki permintaan yang tidak-tidak.


"aku ke dapur dulu sayang, mau nyuci mangkuknya", kata Aleea sembari melenggang meninggalkan Barra begitu saja.


"ishh....baby.....kau pasti mau menghindar kan??"

__ADS_1


Aleea hanya berbalik sekilas sambil tersenyum, kemudian dia menghilang dibalik pintu. Barra mendengus kesal melihat Aleea yang benar-benar pergi tanpa menghiraukan keinginannya.


...----------------...


Malam sudah semakin larut, cahaya bulan tampak masih tenang dalam singgasananya dengan begitu mempesona. Didalam sebuah kamar Aleea sudah terlelap dalam tidurnya, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka, Suara langkah kaki mengendap-endap menuju ranjang Aleea, Ya tentu saja itu adalah Barra, dia seolah sudah mulai ketergantungan dengan aroma tubuh wanitanya itu, seakan dirinya tak bisa tidur dengan nyenyak jika tak berada dalam dekapan Aleea.


Barra menarik selimut tebal Aleea dan masuk begitu saja kedalam gelungan selimut itu, dengan terampil tangan kekarnya menarik tubuh ramping Aleea kedalam dekapannya. Setelah itu baru Barra dapat memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.


keesokan paginya Aleea dibuat terkejut dengan keberadaan Barra dalam dekapannya, namun senyum tipis timbul dari sudut bibir gadis itu, entah kenapa Aleea juga merasa tidurnya sangat nyenyak ketika ada Barra disampingnya.


"pantas tidur ku terasa sangat nyenyak, ternyata ada kamu...!!", gumam Aleea sembari memandangi wajah rupawan Barra yang masih terlelap dalam tidurnya.


greppphh.... tiba-tiba Barra meraih Aleea masuk kedalam dada bidangnya.


"ehmmm...diamlah seperti ini sebentar saja", ucap Barra sambil memeluk erat tubuh Aleea.


Sedangkan Aleea hanya diam dan menuruti permintaan Barra, namun sudah beberapa menit berlalu, Barra malah terlelap kembali dalam tidurnya.


Aleea berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Barra, setelah itu ia bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap pergi kekampus.


Setelah beberapa waktu akhirnya Aleea keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan jubah handuk berwarna putih dan sebuah handuk kecil terlilit diatas kepalanya, nampaknya Aleea baru saja keramas, aroma wangi vanilla dari sampo dan sabun Aleea menyeruak keseluruhan ruangan kamar itu, Barra pun membuka matanya setelah mencium wangi yang tidak asing baginya.


Barra tersenyum menatap Aleea yang tengah duduk di depan meja rias nya, ia tampak sibuk mengeringkan rambut basah nya dengan hairdryer ditangannya.


"sayang, kamu sudah bangun...?", tanya Aleea pada Barra yang masih sibuk mengendus-endus rambutnya,


"hmmm...", sahut Barra yang enggan berhenti mencium rambut Aleea.


"hentikan sayang, aku harus segera mengeringkan rambut ku dan pergi kekampus, hari ini ada mata kuliah pagi sayang...!",


"baiklah, sini biar aku bantu mengeringkan rambut mu...", sahut Barra sembari meraih hairdryer dari tangan Aleea.


Dengan sigap dan lincah tangan Barra terlihat mahir mengayunkan hairdryer pada rambut Aleea, sesekali ia membelai lembut rambut Aleea, sedangkan Aleea hanya tersenyum melihat Barra yang selalu penuh perhatian kepadanya, dia sungguh merasa beruntung bertemu dengan cowok devil ini.


Setelah beberapa waktu Aleea dan Barra sudah sama-sama siap untuk pergi kekampus. Hari ini Aleea memutuskan untuk pergi kekampus bersama Barra, Barra membonceng Aleea dengan motor sport kesayangannya. Seluruh mahasiswa kampus menatap kedatangan Barra yang terlihat membonceng seorang gadis, itu adalah pemandangan yang langka bagi anak-anak kampus, mereka tercengang melihat Aleea yang turun dari motor Barra.


"lihatlah...mereka semua menatap kita, seharusnya aku turun didepan saja tadi", ucap Aleea merasa tidak nyaman dengan tatapan anak-anak kampus.


"biarkan saja, jangan pedulikan mereka", jawab Barra sembari meraih tangan Aleea dan menggandengnya masuk kedalam kampus.


Dari lantai atas Zico menatap sinis hal itu, dia merasa kesal melihat Aleea bersama Barra.


Namun dia juga semakin dibuat penasaran dengan Aleea, kenapa bisa dia datang bersama Barra, mungkinkah rumah mereka berada di kompleks yang sama, Zico tetap merasa penasaran dengan hal itu.


Zico berniat menghampiri Aleea yang sedang berjalan bersama Barra menuju kelasnya, dia ingin sengaja memancing emosi Barra dengan bersikap sok akrab dengan Aleea.

__ADS_1


"Hai Aleea.." sapa Zico dari arah yang berlawanan dengan Aleea dan Barra.


"hmmm...", Aleea hanya mengangguk singkat, dia tidak mau Barra merajuk lagi karena hal ini.


"bisakah kita bicara sebentar, aku ingin mengembalikan sesuatu milik mu yang tertinggal waktu itu", ucap Zico pada Aleea.


"sesuatu milik ku??", Aleea merasa penasaran dia berhenti sejenak, begitupun Barra yang berjalan disampingnya juga ikut menghentikan langkahnya, dia juga merasa penasaran.


"ini...", Zico menyodorkan kotak kecil yang yang terbungkus rapi, " terima ini, ini adalah milik mu, waktu di supermarket kemarin aku akan memberikan ini padamu, tetapi kau terlanjur pergi", ucap Zico dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"ini apa? Sepertinya ini bukan milikku", Aleea merasa bingung dengan kotak kecil yang diberikan Zico kepadanya.


"sekarang itu milikmu, itu adalah hadiah kecil dari ku, sebagai tanda terimakasih karena kau telah menolongku waktu itu", ucap Zico dengan nada yang dibuat-buat sembari tatapan matanya melirik kearah Barra yang tampak kesal disamping Aleea.


"hadiah?",


"ya...terima saja, aku pergi dulu, hubungi aku jika kau butuh teman untuk makan ramyeon", ucap Zico dengan santai dan berlalu begitu saja melangkah pergi.


Namun Barra sudah mengepalkan tangannya dan segera menghentikan langkah Zico.


"Berhenti...", ucap Barra dengan suara baritonnya.


Sembari berjalan menghampiri Zico Barra merebut kotak kecil yang berada ditangan Aleea, dan melemparkannya pada Zico.


"Bawa kembali, dia tak butuh hadiah itu...!!


dan satu lagi jangan bersikap sok akrab pada wanitaku", ucap Barra ketus dengan tatapan tajamnya pada Zico.


Sedangkan Zico hanya tersenyum smirk, menatap Barra yang sudah terpancing oleh ulahnya, gertakan Barra tak akan menghentikan Zico untuk tetap mendekati Aleea.


"kenapa kau serius sekali, ini hanya ucapan terimakasih ku pada Aleea, dan satu lagi selama kau belum menjadi suaminya aku akan tetap bersikap sok akrab padanya ", ucap Zico sembari menunjukkan senyuman smirknya


Barra semakin mengepalkan tangannya, dia sudah ingin menghantam Zico dengan kepalan tangannya itu, namun Aleea menghentikannya,


"tenang kan dirimu...!!, lebih kita pergi dari sini", ucap Aleea sembari menarik Barra pergi meninggalkan Zico.


Meski dengan perasaan kesal Barra melangkah pergi meninggalkan Zico, begitupun dengan Zico yang juga dipenuhi dengan perasaan kesal, ia menatap nanar kepergian Aleea, kenapa saat dia menyukai seseorang harus Barra yang menjadi saingannya. Zico mengepalkan tangannya dia semakin bertekad untuk merebut Aleea dari Barra.


Bersambung


Happy reading 😍


Maaf baru up, mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️


Dukungan dari readers tercinta adalah sebuah motivasi terbesar di untuk author menjadi lebih baik lagi dalam berkarya 🙏

__ADS_1


__ADS_2