
Sang penguasa malam tampak terlihat menawan dengan cahayanya, dia terlihat begitu tenang dan anggun, meski sesekali awan hitam menghalanginya, namun dia seolah tak bergeming dari singgasananya, dan tetap bersikeras untuk menerangi gelapnya dunia saat malam tiba.
Disebuah kamar yang mewah, jam telah menunjukkan pukul 23:59, Barra masih belum juga bisa menutup matanya, dia terlalu merasa terganggu dengan sikap Aleea yang tampak bersikeras tidak ingin pindah ke kampusnya dan terlihat berat meninggalkan kampus lamanya, apakah Mike masih menjadi alasan Aleea untuk tetap ingin bertahan dikampus itu.
Beberapa kali Barra membetulkan letak bantal nya, berharap ia dapat segera menutup matanya, tapi otaknya tidak mau berhenti untuk memikirkan tentang hubungan Aleea dan Mike, dia sepertinya ingin segera menanyakan pada Aleea.
Beberapa kali Barra juga mencoba mengganti posisi tidurnya, menarik selimutnya, kemudian melemparkannya dan menarik nya kembali, Barra masih ingin berusaha tenang dan membuang pikiran yang mengganggunya, dia memejamkan matanya dan berusaha berkonsentrasi untuk terlelap, namun masih saja sulit dan semakin sulit.
Barra merasa frustasi pada dirinya sendiri yang tak kunjung bisa tidur, akhirnya ia bangkit dari tempat tidurnya, dan melangkah keluar meninggalkan kamarnya.
Barra ingin menanyakan hal yang mengganggu pikirannya pada Aleea saat ini juga, dia tidak akan bisa menahannya sampai besok, dia bisa dibuat gila, segala sesuatu yang berhubungan dengan Aleea selalu membuat Barra kehilangan kewarasannya.
Ceklekk...
Barra membuka pintu kamar Aleea, sebenarnya Aleea telah mengunci pintu kamarnya, namun Barra menyimpan kunci cadangan kamar Aleea, sungguh tepat gelar cowok devil yang Aleea sematkan pada Barra.
Barra menatap Aleea yang sudah tertidur pulas, tubuhnya terbenam dalam gelungan selimut tebalnya, hanya nampak pucuk kepalanya saja, Barra melangkah naik keatas tempat tidur Aleea, dengan tidak tau malunya ia ikut masuk kedalam selimut Aleea dan menyeret tubuh Aleea kedalam dekapannya begitu saja.
Merasakan sentuhan lembut Barra, Aleea segera membuka matanya, dia merasa apakah dirinya sedang bermimpi, namun sentuhan lembut ini rasanya begitu nyata, bahkan suhu tubuhnya terasa begitu hangat.
Aleea segera tersadar jika ini bukan mimpi, dia membalikkan badannya dan melihat Barra yang berbaring dibelakangnya. Aleea ingin berteriak namun Barra segera menutup mulutnya lembut dengan telunjuknya.
"Ssssstttt....diam baby, jangan teriak...!!" pinta Barra lirih pada Aleea
"Barra, jangan gila, kenapa kamu disini? Kenapa kamu bisa masuk? Aku pikir tadi aku sudah mengunci pintu "
"Sayang bukan Barra" Barra merasa kesal dan sempat-sempatnya merajuk
"haissh.... Iya-iya sayang, bagaimana kamu bisa masuk kekamarku?"
"Ting tong...." ucap Barra sembari menunjukkan kunci cadangan yang ada digenggamnya.
"Aigooo...." Aleea menepuk jidatnya, ia merasa sangat depresi dengan kelakuan kakak tirinya ini, kelakuannya selalu diluar dugaan
"kenapa kamu bisa memiliki kunci cadangannya?"
__ADS_1
"karena aku ingin setiap saat bersama baby, hmmm.... Baby suka kan dengan kejutan ku"
"haissh... terserah" jawab Aleea yang sudah tidak bisa berkata-kata melihat ulah Barra
"sayang, lebih baik kamu segera kembali kekamar mu, nanti ada yang melihat bisa gawat sayang" Aleea merengek berharap Barra segera menuruti perkataan nya.
Namun Barra justru masuk kedalam selimut dan menarik tubuh Aleea kedalam dekapannya, "husst...baby diam saja, ini sudah larut malam, aku belum bisa tidur sama sekali, aku harus memeluk dan mencium aroma tubuh baby untuk bisa tidur"
"Tapi sayang..,-mmphhhh....Barra membungkam mulut Aleea dengan ciuman singkat nya.
"apa baby mau melihatku benar-benar menelanmu malam ini??"
Mendengar kata-kata Barra seketika membuat bulu kuduk Aleea berdiri, dia menggelengkan kepalanya, berharap Barra tidak benar-benar dengan ucapannya.
Barra tersenyum melihat Aleea yang terlihat ketakutan, sungguh menggemaskan, Barra kemudian kembali membenamkan kepala Aleea dalam dada bidangnya,
"kalau begitu menurutlah dan jadi adik kecilku yang baik" kata Barra sembari tersenyum
puas.
Sejenak keduanya saling terdiam, hanya nafas mereka yang terdengar bersahutan dengan suara jarum jam, sesekali Barra mengecup pucuk kepala Aleea yang berada dalam dekapannya. Aleea pun sangat menyukai setiap perlakuan lembut Barra yang berusaha menunjukkan perasaan cintanya dengan caranya sendiri.
"belum...
"kenapa? Apa berada dalam dekapanku tidak membuat baby merasa nyaman? Apa baby tidak menyukainya?? Hmmm...."
"bukan begitu, aku suka, sangat nyaman, hanya saja aku merasa takut"
"takut...? Apa yang membuat baby takut..."
"aku takut terlalu nyaman, aku takut menjadi serakah, aku takut saat waktunya tiba nanti, akan sulit bagiku untuk tetap bertahan didunia ini, karena aku merasa seluruh hatiku bahkan hidupku sudah menjadi milikmu.
"kenapa baby bicara seperti itu, genggam tanganku baby, baby seolah meragukan ku dengan berkata seperti itu"
"bukan seperti itu, aku hanya merasa cemas, jika waktunya tiba, seluruh dunia tahu dan menentang hubungan kita!! Aku hanya berpikir betapa menyakitkan nya saat hari itu tiba, aku tidak sanggup jika harus berpisah "
__ADS_1
"aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi baby, dan jika memang hari itu tiba, aku akan berteriak dan menentang dunia untuk tetap bersamamu, baby belum tahu betapa kuatnya aku? Aku ini disebut raja jalanan oleh anak-anak geng, tolong jangan pernah meragukan aku, jangan pernah merasa cemas dan takut "
"Benarkah...?? kalau begitu aku akan merasa lega, saat waktunya tiba kita akan menentang dunia bersama-sama "ucap Aleea sembari tersenyum manis, meski dalam hati kecilnya masih tersimpan perasaan takut itu, namun kata-kata Barra sedikit membuatnya merasa kuat dan tenang .
"tentu baby, mulai sekarang genggam tanganku dan jangan pernah sekalipun baby berpikir untuk melepaskannya, oke"
"iya sayang, mulai saat ini aku akan selalu menggenggam tangan mu dan kita akan berjalan bersama melewati semuanya sampai akhir"
"ya....begitu baby, kamu manis sekali, sekarang kamu sudah benar-benar seperti adik kecilku yang menggemaskan, boleh aku menelanmu?" tanya Barra menggoda Aleea
Aleea seketika menggelengkan kepalanya dan kembali menenggelamkan tubuhnya kedalam pelukan Barra. Rasanya memang begitu nyaman, aroma tubuh Barra sangat menenangkan, begitupun Aleea yang juga sudah menjadi candu bagi Barra.
Mereka sudah sama-sama jatuh kedalam lautan cinta yang begitu dalam , Barra dan Aleea sudah merasa candu akan satu sama lain, mereka sudah saling membutuhkan dan melengkapi.
"oh iya baby, Mike bagaimana?? Apa kamu masih memiliki hubungan dengannya?"
"tidak, aku dan Mike sudah selesai sejak kita belum memulai hubungan ini sayang, apa kamu juga meragukan aku??"
Barra menggelengkan kepalanya, "tidak, tentu saja aku percaya pada baby, Aku merasa lega sekarang, kelihatannya mulai malam ini aku akan bisa tidur dengan nyenyak"
"haishh....jangan bilang kalau selama ini kamu meragukan aku, dan berpikir picik tentang aku dan Mike??"
"hehehe.... sedikit baby, aku hanya cemas jika Mike yang bodoh itu terus mendekati baby!!, aku sungguh merasa terganggu dengan reaksi baby yang enggan pindah kampus, aku berpikir jika baby masih memiliki perasaan pada dosen menyebalkan itu"
"CK..CK... dasar, ternyata kamu lebih over thinking dari pada perempuan, jangan berpikir yang tidak-tidak, aku hanya menginginkan kamu, kakak ku tersayang!!"
"hmmm.... rupanya sudah pandai merayu ya baby.... coba tunjukkan jika baby menginginkan aku!! Hmmm...."
Aleea seketika mendelik mendengar ucapan Barra, sepertinya dia selalu mengulangi kesalahan yang sama saat berbicara pada Barra, Aleea sungguh frustasi dan merasa menjadi tiba-tiba bodoh karena harus termakan oleh omongannya sendiri lagi dan lagi. Ingin rasanya Aleea melarikan diri saat Barra sudah menunjukan tatapan dan senyuman mautnya.
Bersambung
Happy reading 😍
Mohon dukungannya dengan tinggalkan jejak like komen dan votenya terimakasih 🙏♥️
__ADS_1
Dukungan dari readers tercinta adalah sebuah motivasi terbesar bagi author untuk menjadi lebih baik lagi dalam berkarya 🙏
Mohon maaf jika masih terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan kata dan typo yang tidak tepat, mari kita belajar bersama dengan saling mengingatkan 🙏♥️