Aleea Untuk Barra

Aleea Untuk Barra
bab 7. hari pertama menjalani kesepakatan


__ADS_3

Setelah Aleea dan Barra melakukan kesepakatan diantara mereka, akhirnya Barra meninggalkan Aleea dan beranjak pergi dari kampus itu dengan perasaan berbunga-bunga penuh kepuasan.


Entah kenapa Barra begitu menikmati ketika dirinya sedang mengganggu Aleea. Sebelum pergi Barra meminta nomor telepon Aleea untuk memulai kesepakatan mereka besok. Sedangkan Aleea tetap memaku ditempatnya jatuh tersungkur tadi dengan buku-buku nya yang masih berserakan dilantai.


"Aleea apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu tidak apa-apa?" pertanyaan lembut pak Mike membuyarkan lamunan Aleea yang masih syok dengan kesepakatan tadi.


"Oh...pak Mike" Aleea sedikit terkejut dengan kehadiran pak Mike yang tidak ia sadari. "saya tidak apa-apa koq pak, ini tadi buku-buku saya terjatuh" jawab Aleea agak grogi karena laki-laki pujaannya sedang berjongkok dihadapannya dan membantu membereskan buku-buku nya.


"apa kamu tidak berjalan dengan hati-hati, kenapa bisa terjatuh seperti ini? Apa ada yang terluka?" kata pak Mike terlihat khawatir sambil membantu Aleea berdiri.


"tidak koq pak terimakasih atas perhatian bapak" jawab Aleea kaku.


"panggil Mike saja kalau kita sedang berdua!!" pinta Mike pada Aleea.


"rasanya tidak pantas kalo saya memanggil nama, bapak kan dosen yang harus saya hormati" sahut Aleea.


" ya sudah kalau begitu panggil kakak saja, bagaimana?" usul Mike pada Aleea, karena sesungguhnya Mike juga memiliki perasaan terhadap mahasiswa cantik yang pintar dan lemah lembut dihadapannya ini, Mike ingin hubungan mereka menjadi akrab dan tidak terasa kaku saat Aleea berbicara dengannya.


"ya sudah jika itu maunya bapak, eh kakak maksud saya"jawab Aleea agak ragu untuk pertama kalinya memanggil dosen yang selama ini menjadi idolanya itu dengan sebutan kakak. Ada sedikit perasaan senang pada hati Aleea, ia berharap hubungannya dengan pak dosen yang selama ini ia impikan menjadi kenyataan.


"Nah gitu donk, mulai sekarang panggil kakak jika kita sedang berdua, jangan sungkan meminta bantuan pada ku saat kamu memiliki kesulitan, oke!" kata Mike pada Aleea. Mike terlihat begitu dewasa dan melindungi ditambah pesona nya yang tak kalah gantengnya dari Barra. Selalu sukses membuat Aleea tersipu-sipu saat berhadapan dengan dosen yang satu ini.


"iya kak, terimakasih" jawab Aleea tersipu, pipinya memerah dan itu membuat Mike semakin menyukai gadis itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menyimpan buku-bukunya didalam loker miliknya, Aleea bergegas menuju kantin karena tadi ia sudah berjanji pada Sindy untuk bertemu di kantin untuk makan siang bersama.


Setibanya di kantin, ia mengedarkan pandangannya menyapu seluruh area kantin mencari dimana sahabatnya itu duduk. Sindy yang melihat Aleea segera melambaikan tangannya, dan Aleea pun segera menghampiri Sindy.

__ADS_1


"kok lama sekali sih, aku sudah memesan makanan untukmu!" kata Sindy menyambut sahabatnya yang baru saja duduk disampingnya.


"Iya tadi bertemu dengan pak Mike, aku menyapanya sebentar" jawab Aleea tidak ingin menceritakan Barra pad sahabatnya itu.


"oh ya...lalu apa yang kalian bicarakan" tanya Sindy dengan semangat dengan mata berbinar. Pasalnya dia tahu kalau Aleea sejak lama menyukai pak Mike dia berharap sahabatnya itu bisa dekat dengan dosen ganteng itu.


"Tidak ada...hanya saling menyapa saja, dia menolongku membereskan buku-buku ku yang terjatuh dilantai tadi" jawab Aleea tersipu.


"waaah...benarkah, itu momen yang sangat bagus untuk menyatakan perasaan mu Aleea" sahut Sindy begitu bersemangat.


"Tidak Sin, aku tidak mau terburu-buru menyatakan nya, belum tentu pak Mike akan menerima dan nanti akan membuat suasana jadi canggung, aku tidak mau itu terjadi" jelas Aleea pada sahabat nya yang selalu menyarankan Aleea untuk segera menyatakan perasaannya kepada Mike.


"iya sih, benar juga yang kamu katakan Aleea, lebih kamu dekati dia dulu dan buat dosen tampan itu tergila-gila padamu" jawab Sindy dengan tersenyum geli membayangkan pak Mike yang kalem dan dewasa itu tergila-gila pada sahabatnya yang cantik tapi sangat polos ini. Sindy sudah tidak sabar menantikan hal itu terjadi.


"oh iya Gimana tentang pekerjaan yang ditawarkan oleh Tiara kemarin, apa kamu mengambil nya?" Tanya Sindy merubah topik sembari terus melahap makanan yang ada dihadapannya.


"i..iyaa..aku terpaksa mengambil nya sin" jawab Aleea lunglai karena pertanyaan Sindy seketika mengingatkannya tentang club dan serangkaian kejadian yang ia alam disana.


"Tapi aku sudah terlanjur menandatangi kontrak kerja selama 6 bulan, dan ternyata aku bekerja sebagai pelayan di sebuah club, aku pikir disebuah restoran atau cafe" jelas Aleea lesu


"Apaaa...disebuah club, bagaimana bisa?" mata Sindy seketika terbelalak mendengar penuturan Aleea.


"ya memang semua kesalahanku sin, aku tidak bertanya dulu tentang pekerjaan yang ditawarkan oleh Tiara, aku langsung menyetujui nya dan menandatangani kontrak kerja, karena aku memang sangat butuh pekerjaan untuk membantu ibuku menebus sertifikat toko bunga nya yang ada pada rentenir, aku tidak mau toko bunga itu disita dan ibuku kehilangan sesuatu yang berharga dari ayah, karena toko bunga itu adalah hadiah pernikahan ayah untuk ibuku" jawab Aleea masih dengan muka yang tertekuk.


"ya sudah kamu yang sabar Aleea, 6 bulan bukan waktu yang sebentar, kamu jaga diri baik-baik selama kamu bekerja ditempat itu" kata Sindy mengingat kan sahabatnya, pasal nya ia tau club malam adalah tempat yang tidak baik untuk gadis polos seperti Aleea


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah dari kampus Aleea segera bergegas pulang kerumahnya, karena semalam ia tidak pulang dan tidak menghubungi ibunya, ia khawatir jika ibunya mencarinya.

__ADS_1


Setibanya di rumah, ia segera membuka pintu pagar, terdapat sebuah taman kecil dihalaman rumahnya, ada berbagai jenis bunga indah yang ditanam ibu Aleea, karena memang selama ini ibunya memiliki sebuah kios bunga kecil,


namun saat ini kios itu sudah ditutup karena masalah hutang yang belum bisa dibayar oleh ibu Aleea sehingga sampai mendekati waktu tempo yang telah diberikan oleh pihak rentenir, dengan terpaksa sertifikat kioslah yang menjadi jaminannya dan kios bunga itu harus disita untuk beberapa waktu sampai Aleea dan ibunya bisa melunasi hutang mereka pada rentenir itu.


Aleea segera membuka pintu rumahnya, namun pintu itu dikunci ia melihat secarik kertas diatas meja kecil yang ada di teras nya.


Karena Aleea penasaran ia segera mengambil secarik kertas yang ditindih oleh fas bunga tersebut dan membaca isinya, ternyata itu adalah sebuah pesan yang ditinggalkan oleh ibunya,


..."sayang, Aleea, semalam mama menunggumu pulang untuk mengatakannya secara langsung, mama juga berusaha menelpon mu nak, namun nomor mu tidak bisa dihubungi, karena mama harus segera mengejar jadwal penerbangan pesawat, jadi mama menulis surat ini, mama harap kamu baik-baik saja, mama harus keluar kota untuk beberapa waktu, dikarenakan ada suatu tawaran pekerjaan yang mendesak, mama harap kamu mengerti dan bisa menjaga diri baik-baik saat mama berada diluar kota ya nak, ada sedikit uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang mama tinggalkan di laci nakas kamarmu nak, kunci rumah mama simpan didalam fas bunga yang menindih surat ini.Mungkin mama tidak akan lama sayang. Segera hubungi mama jika kamu sudah membaca pesan ini"...


Aleea segera menghela nafas lega setelah membaca pesan dari ibunya, tidak ada hal yang buruk ia bersyukur ibunya mendapatkan pekerjaan walau harus keluar kota, mungkin dirinya akan merasa sedikit kesepian. Tapi Aleea tetap senang dan berharap yang terbaik untuk ibunya.


Aleea bergegas mengambil kunci rumah dan masuk kedalam, ia segera menuju kamar nya dan membersihkan diri, tak lupa ia mencuci seragam kerjanya yang kotor semalam, ia terkejut saat menemukan pakaian cowok semalam ikut terbawa, ia pun mencuci pakaian kotor itu sekalian. Melihat noda muntahan nya semalam Aleea berfikir benarkah dirinya sudah merepotkan cowok itu semalam, jika memang benar ia telah menggodanya dia memang harus benar-benar menjalankan kesepakatan nya untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya pada cowok itu, pikir Aleea.


"dert...dert..dert..." Aleea dibuat kaget dengan bunyi handphonenya, ada panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal, dengan ragu Aleea menggeser tombol hijau yang ada di handphone nya.


"lama sekali mengangkat telvon nya" suara bariton dari ujung sana terdengar kesal, pasal Barra yang telah menelepon Aleea.


"maaf, aku sedang mencuci pakaian tadi" sahut Aleea yang langsung mengenali suara lelaki yang auranya ia anggap sudah seperti devil. "ada apa meneleponku, bukankah kita sepakat memulainya besok" sahut Aleea mengingatkan Barra.


"Aku berubah pikiran, aku ingin kau datang ke apartemen ku sekarang, masaklah untukku karena aku kelaparan" perintah Barra seenaknya


"Tapi ini sudah sore aku harus berangkat kerja"jawab Aleea membantah.


"Kalau begitu kirimkan alamat rumah mu, aku akan makan makanan yang ada dirumahmu saja" kata Barra dan langsung mematikan panggilan nya sebelum Aleea sempat menjawab. Barra sengaja melakukan itu untuk tahu dimana alamat rumah gadis mainannya itu. Makanan hanya lah alasannya saja karena dia mampu membeli makanan apapun yang dia mau.


Bersambung


Happy reading 🥰🥰

__ADS_1


Mohon dukungannya, like, komentar dan votenya ya kak, terimakasih 🙏🙏🥰🥰🥰


__ADS_2