Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #20


__ADS_3

Agnes menghampiri Denis dengan tatapan kesal, setibanya di dekat Denis dirinya segera bertanya.


"Kenapa Anda bisa ada di tempat ini?"


Seketika pandangan Denis beralih yang harusnya menatap pengantin kini menjadi menatap Agnes. Denis hanya diam saja, dia sangat cuek.


"Sombong! Jika tidak ada urusan sebaiknya Anda pergi dari tempat ini." Agnes mengusir dengan tidak hormat.


"Agnes!" seru Mama.


Agnes menoleh dan melihat Mama yang berjalan ke arahnya bersama dengan wanita tua.


Dari kejauhan, Al langsung berlari menghampiri Denis.


"Papa!" pekiknya senang karena bisa melihat Denis yang datang hari ini.


"Halo, Sayang." Denis mengecup kedua pipi milik Alvarendra.


Agnes hanya melongo, dia tidak menyangka jika pria di hadapannya ini sudah memiliki seorang anak.


'Dimana istrinya? Apa kakak sengaja mengundang pria jutek ini?' batin Agnes sembari mengedarkan pandangan.


"Papa akhirnya datang, Al pikir Papa gak akan datang ke pesta pernikahan Mama."


Mulut Agnesia semakin terbuka lebar saat anak kecil itu mengatakan Mama dan Agnes tahu jika anak tersebut sedang mengatakan kakak iparnya. Dirinya ingin bertanya tetapi Denis dengan cepat berlalu pergi menuju pelaminan. Selama ini, Agnes belum pernah melihat sosok putra Abi karena saat dia melakukan video call dirinya tidak pernah bertanya masalah Al begitupun kedua orang tua Abi yang tidak pernah membahas masalah Al karena mereka tidak kepikiran jauh kesana.

__ADS_1


"Ma?" Agnes mendekati Mama.


"Kamu jangan heran, Sayang. Dia itu Al, anak kakak kamu."


"Hah?" Agnes semakin bingung.


Oma hanya tersenyum lalu menjelaskan kepada Agnes.


"Nak, laki-laki yang kamu ajak bicara tadi adalah cucu Oma. Dia masih bujangan dan kamu jangan heran jika Al memanggil Denis dengan sebutan Papa karena dari kecil Al jauh dari Papa kandungnya."


Agnes mencoba mencerna ucapan Oma. 'Oh, jadi dia itu anak kakak dan kakak ipar? Mama tidak menceritakan dengan detail masalah tentang kakak.' batinnya.


Oma dan Mama hanya saling tatap melihat Agnes yang terdiam.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Bu, sepertinya dia itu memang Anaya kita." ucap Sarah antusias.


Bibi terdiam sambil terus memperhatikan sang pengantin wanita.


"Kita harus pergi, Nak. Ibu sangat penasaran dengan pengantin wanitanya."


"Apalagi yang Ibu ragukan? Di undangan pernikahan sudah jelas tertera nama Anaya Putri dan ada juga nama Ibu di alamat undangan itu." Sarah pun menjadi kesal.


"Ibu ingin pergi, tetapi Ibu malu." Bibi menunduk.

__ADS_1


"Kenapa Ibu mesti malu? Sudahlah, Bu! Lupakan masa lalu dan kita hadir saja ke pesta meriah itu, aku yakin disana pasti banyak laki-laki tampan dan kaya. Siapa tahu salah satu dari mereka ada yang melirikku dan mau menikahiku. Kita bisa jadi orang kaya, Bu!" pekik Sarah kesenangan padahal nyatanya semua khayalan dia hanyalah sebatas mimpi.


"Diam! Ibu lagi pusing, malah kamu mikirin laki-laki." pungkas Bibi dengan nada marah.


Sarah hanya terdiam sambil tersenyum sendiri ketika membayangkan dia mempunyai suami kaya.


'Jika aku mempunyai suami kaya, pasti semua bisa aku beli. Tidak perlu lagi capek-capek bekerja dan nguras uang pria lain.' Sarah berbicara dalam hati, dia mempunyai keinginan yang sangat tinggi.


"Bu, lupakan gengsi Ibu. Ibu bisa saja


minta maaf pada Naya atas semua kesalahan yang sudah Ibu perbuat, aku tahu jika Ibu malu untuk datang ke pesta itu pasti karena Ibu pernah mengusir Anaya, bukan?"


Bibi hanya mengangguk.


"Sudah, sebaiknya kita segera bersiap sebelum kesorean." Sarah beranjak dari kursi dan dia akan memakai gaun terindahnya.


β€’


β€’


**TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN πŸ₯°


TERIMA KASIH BANYAK 😘

__ADS_1


🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️🏡️**



__ADS_2