
Pukul dua belas siang, Al dan ketiga temannya memutuskan untuk makan siang di kantin. Setelah sampai di kantin dan duduk, ketiga teman Al saling menyenggol pasalnya ada seorang wanita cantik yang tidak pernah mereka lihat di kampus itu.
"Ada cewek, cakep." Arman mengucek matanya berharap ini bukanlah halusinasi.
Al hanya melirik sejenak tetapi dirinya terpaku ketika menatap wanita cantik itu, dia seperti pernah mengenal tetapi lupa dimana tempatnya. Al mencoba mengingat, namun semua sia-sia.
"Apa dia dosen baru yang lagi ramai di perbincangkan?" Robi menyambung.
"Bisa jadi, tapi sumpah beneran cantik banget. Wajahnya tuh khas orang India, Lo pada ngerasa itu gak sih?" Anjar menatap Jani yang berjalan menuju ke ibu kantin.
"Iya, atau jangan-jangan dia keturunan India?" Robi pun tak ingin tinggal diam.
Al baru ingat saat temannya mengatakan jika wanita itu keturunan India, dia pun merasa begitu tetapi dirinya masih belum percaya jika wanita itu adalah seorang pemilik hatinya.
'Apa mungkin dia Anjani? Anjani Sharma, ya mungkin saja. Tetapi dia sangat berbeda.' batin Al terus menebak.
"Apa kalian tahu siapa nama dosen baru itu?" Al akhirnya memutuskan untuk bertanya.
__ADS_1
Ketiga teman Al hanya menatapnya dengan heran karena menurut mereka Al tidak biasanya mencari tahu tentang nama seorang wanita.
"Kamu nanyea? Kamu bertanyea-tanyea, iya?" Arman mengikut gaya Arif cempek.
"Gue serius," Al menjadi kesal.
"Gue dengar dari Mahasiswi sebelah, nama dosen itu Anjani—" Robi menjeda ucapan karena lupa. "Anjani Sharma atau Anjani Prayoga ya? Akh lupa gue," lanjutnya.
Seketika detak jantung Al bertalu lebih kencang, ini bukanlah pertemuan pertamanya dengan dosen baru itu tetapi dia sering melihat saat dirinya mengantarkan Zahra ke sekolah.
Ketiga teman Al heran dengan sikap Al, mereka bersama-sama mengangetkan Al hingga beberapa pasang mata tertuju ke meja mereka.
"Teman laknat!" cibir Al.
Mereka bertiga hanya tertawa.
Setelah makan siang datang, mereka pun langsung menyantapnya.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
Vero Abraham, dia adalah putra kedua dari pasangan Aldino Abraham dan Rose Abraham. Sebuah hal yang tidak kedua orang tua itu sukai yaitu saat Vero memutuskan untuk menikah dengan Anjani karena kedua orang tua Vero sudah mencarikan jodoh untuk putra bungsu mereka itu. Namun, Vero tetap bersikeras hingga akhirnya dia memaksa kedua orangtuanya untuk melamar Anjani.
Kedua orang tua Vero telah menyembunyikan hal besar yang tidak Vero ketahui, mereka menyetujui keinginan Vero hanya karena menutupi rencana mereka.
Saat ini, Mama Vero bersama dengan wanita yang akan dijodohkan oleh Vero. Wanita itu bernama Sania Mirza, dia adalah pewaris perusahaan nomor 2 di Asia. Kedua orang tua Vero menjodohkan anak mereka agar perusahaan keduanya saling bekerja sama dan mendapat keuntungan besar.
"Sayang, kamu harus sabar menunggu hari pernikahan itu. Tante sudah mengatur semuanya dengan baik dan matang, kamu tidak perlu ragu." Rose mengelus lembut rambut Sania karena beberapa hari ini Sania mengeluh takut jika Vero akan menjadi milik wanita lain.
"Tante yakin jika Vero mau menerima semuanya? Aku takut dia lebih memilih wanita itu,"
"Kamu meragukan Tante? Tenang saja, semuanya akan aman dan berjalan sesuai rencana." Rose mencoba menenangkan hati calon menantunya.
Sania pun pasrah, dia sangat mencintai Vero maka dari itu dirinya hanya bisa mengikuti rencana orang tua Vero.
•
__ADS_1
•
TBC