Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #61 (S2)


__ADS_3

Hari minggu yang cerah ini Anjani memutuskan untuk jogging, Inilah hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Dia memakai seragam olahraga berwarna hitam, hal itu membuat Anjani tampak sederhana tetapi memukau. Dia berlari perlahan keluar dari rumah, dirinya sudah memiliki tujuan yaitu taman.


Al yang melihat sang istri pergi tanpa mengajaknya hanya mampu menghela napas, bahkan Anjani tidak mau berbicara apa pun padanya dan hal itu meyakinkan jika Jani salah paham dengan kejadian kemarin. Al bersiap menyusul Anjani, dia akan mencoba untuk membujuk Jani.


Dirinya keluar dari rumah hanya dengan memakai celana pendek olahraga dan baju olahraga tanpa lengan, dirinya berlari dengan sesekali menyapa ibu-ibu komplek yang sedang berbelanja.


"Eh, buk. Suami Mbak Jani ganteng banget ya? Beruntung dia punya suami seperti itu, kalau masih lajang aja aku akan jodohkan Mas Al dengan anakku.x" ucap salah satu Ibu yang sedang berbelanja.


Ketiga temannya terkekeh pelan.


"Memangnya, Mas Al mau dengan anak Ibu Suni?" ucap Bu Fatma mengejek.


"Eh, jangan sepele. Anak saya cantik, bertitel, dan sekarang sudah memiliki klinik sendiri. Saya yakin pasti Mas Al mau dengan anak saya,"


"Iya, tapi sayangnya semua itu hanya khayalan ibu Suni saja."


Ketiganya tertawa bersama sementara Ibu Suni mengerucutkan bibirnya.


Satu jam kemudian.


Anjani berlari dengan santai dan tetap menatap lurus ke depan, dia tidak menoleh kebelakang padahal Al sekarang sudah tidak jauh darinya.

__ADS_1


Al mengentikan langkahnya ketika seseorang mengehentikan dia.


"Kak, kakak sering jogging disini juga?" Hanna tiba-tiba datang di hadapan Al.


Al mengerutkan dahi, dia dari tadi hanya fokus menatap Anjani hingga tidak menyadari kedatangan Hanna.


"Sejak kapan kamu ada disini, Han?" Al mengelap keringatnya, terlihat otot lengannya menonjol dan itu membuat siapapun terpesona padanya.


"Baru aja, tadi aku di belakang kakak tapi sepertinya kak Al tidak menyadari kedatanganku." ujar Hanna dengan senyum manis.


Al mencari Anjani tetapi tidak ketemu, dia merasa kesal karena terhalang oleh kedatangan Hanna.


"Kakak sedang mencari siapa?" Hanna ikut menatap ke sekeliling.


"Ngomong-ngomong, kamu kok jauh banget jogging nya sampai sini?" Al berjalan dan Hanna mengikuti.


"Aku sering jogging disini, kak. Bahkan hampir setiap Minggu,"


Anjani tadi melihat Al dan Hanna sedang bersama, dia menggeleng dan merasa kesal. Dirinya berpikir akan segera meminta cerai dari Al karena sikap Al terlihat masih sangat labil.


Al dan Hanna duduk di sebuah bangku, mereka mengobrol ringan sambil meneguk minuman masing-masing.

__ADS_1


'Apa tadi Jani melihat Hanna ada bersamaku? Bisa salah paham lagi dia, meskipun dirinya hanya diam tetapi aku tahu jika dia marah dan tidak suka jika aku dekat dengan perempuan lain. Tapi, Jani 'kan tidak menyukaiku. Lalu untuk apa dia marah?' batin Al berbicara sendiri, dia tidak mendengarkan cerita Hanna.


Hanna heran karena saat dia bertanya tetapi Al hanya diam saja, dirinya menggoyangkan lengan Al.


"Kak, kak Al!" pekik Hanna perlahan sambil menatap wajah tampan Al.


Al menoleh dan mengusap wajahnya. "Maaf, Han. Aku sedang tidak fokus,"


"Jika kakak ada masalah, cerita saja padaku. Barangkali aku bisa bantu," tawar Hanna dengan tulus.


Dia adalah wanita baik, dirinya tidak ingin menyakiti hati sang Mama angkat maka dari itu dia harus ikut andil dalam rencana licik Elvira. Hanna pun belum tahu jika Al sebenarnya sudah menikah.


"Ini masalah pribadi dan aku tidak bisa membaginya dengan siapapun." jawab Al tegas.


Hanna hanya mengangguk, dia maklum jika Al tidak ingin membagi keluh kesahnya.


"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Kak Al sedang banyak pikiran, percuma saja kita mengobrol jika pikiran kak Al melayang entah kemana-mana." Hanna beranjak dari tempat duduk.


Al menyandarkan tubuhnya di bangku itu, dia memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Dia ingin meluluhkan hati Anjani tetapi terlalu banyak cobaan baginya sampai ke titik itu.


__ADS_1



TBC


__ADS_2