Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #41


__ADS_3

Agnes baru saja selesai mandi, handuk kecil di kepalanya masih terus menempel karena dia memutuskan untuk keramas. Dirinya merasa rambutnya sangat lepek karena sehabis kena keringat. Di sela-sela kebingungan harus melakukan apa, Agnes pun segera berjalan ke balkon dan duduk di salah satu kursi yang ada di teras balkon kamarnya. Dia iseng mengambil ponsel dan melihat media sosial milik Denis, dirinya masih sangat penasaran tentang siapa wanita muda tersebut.


Mata Agnes mendelik saat dia melihat Denis memposting foto bersama wanita muda itu dengan caption Si manis kesayangan. Dia serasa patah hati, sudah tidak punya harapan apapun untuk memperjuangkan cintanya.


Agnes kembali meletakkan ponsel di atas meja, dia menatap lurus ke depan dengan bayang-bayang Denis memanggil wanita muda tadi dengan sebutan sayang dan tutur kata lembut. Agnes menghela nafas pelan, dia ingin beranjak tetapi mendengar bunyi ketukan pintu.


"Masuk!" teriaknya kencang dan kembali duduk dengan tenang di atas kursi.


Abi masuk ke dalam kamar Agnes, dia berjalan menghampiri Agnes yang sedang duduk melamun di kursi.


"Hei hei, ada apa ini? Kenapa wajah cantik adikku berubah menjadi jelek begini? Siapa yang sudah berani melakukannya? Katakan pada kakak." Abi mencolek dagu Agnes sambil duduk di kursi yang berseberangan dengan Agnes.


"Apa-apaan sih, kak. Aku sedang tidak ingin bercanda." Agnes memasang wajah masam.


Abi tersenyum tipis, dia yakin jika sang adik mempunyai masalah saat ini. Meski mereka hanya kakak-adik angkat, tetapi Abi sangat menyayangi Agnes seperti adik kandungnya sendiri. Saat itu Mama Abi di vonis Dokter tidak bisa hamil lagi dan harus melakukan operasi pengangkatan rahim karena suatu masalah, semua itu dijalani hingga saat usia Abi menginjak enam tahun kedua orangtuanya mengadopsi Agnes saat keluarga Agnes terkena musibah yaitu kebakaran sehingga semuanya meninggal dunia.


"Apa kamu ada masalah? Dek, masalah sekecil apapun jika kamu mau membaginya dengan kakak pasti hati kamu akan sedikit lega. Ya, barangkali kakak bisa membantu." ucap Abi dengan tulus, meskipun usia Agnes sudah dewasa Abi tetap menganggap Agnes seperti anak kecil.


"Aku sedang patah hati.'' ujar Agnes yang mana membuat Abi melongo.

__ADS_1


"Astaga, adikku sudah mengerti tentang cinta." ejek Abi dengan raut terkejut.


"Ck, sebaiknya kakak pergi jika kakak hanya ingin meledekku." Agnes terlihat kesal, dia saat ini sedang badmood.


"Baiklah, maafkan kakak. Cepat katakan siapa pria yang sudah berani membuatmu patah hati,"


"Pak Denis." jawab Agnes singkat dan jelas.


"Hah!" Abi melotot dengan mulut sedikit terbuka. "D—denis? Pria itu? Kamu tertarik dengannya?" Abi mengubah posisi duduk agar dia bisa melihat jelas wajah adiknya.


Agnes mengangguk. "Dia ternyata sudah memiliki kekasih, kak. Huft, bodohnya aku yang terlalu berharap bisa mendapatkannya." senyum kecut terbit di kedua sudut bibir Agnes.


"Menurut aku, dia itu baik dan dewasa, mapan juga." Agnes berkata jujur.


"Hm, yang pasti dia tidak lebih dari aku 'kan?" Abi pun tidak ingin terkalahkan.


"Ye, kakak kepedean banget." ledek Agnes dengan tawa renyah.


Abi pun ikut tertawa, akhirnya dia bisa sedikit melihat sikap sang adik yang tidak murung seperti tadi.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita nanti malam pergi ke restauran? Ya, makan bersama diluar. Kakak akan bicara dengan kakak iparmu nanti, kamu mau 'kan? Hitung-hitung untuk melepas patah hatimu, dan siapa tahu kamu nanti disana dapat pria pengganti Denis." Abi menaikan sebelah alis.


Agnes terdiam sejenak lalu kemudian dia menganggukkan kepala.


"Baiklah, aku ikut."


Abi tersenyum dan mereka kembali mengobrol, sementara Anaya sedang membuat cemilan di dapur dan Al bermain bersama dengan Zahra.




TBC



DENIS


__ADS_1


AGNES (SEDANG MEMPERJUANGKAN CINTA) 💪


__ADS_2