
Assalamualaikum semuanya 🤗
Selamat malam dan semoga diberikan kesehatan dimana pun kita semua berada 🤲 Othor hari ini datang membawa rekomendasi novel terbaru dari Othor dan baru netas 2 bab 🤗 Yuk bantu ramaikan, jangan lupa tinggalkan jejak seperti biasanya 😍 Terima kasih untuk yang sudah mendukung karena Othor tidak akan menjadi apa-apa tanpa kalian semua 😘
Ayo cek novel baru dari Othor segera, karena Othor akan mengadakan give away disalah satu novel terbaru nanti 🤗
Terima kasih sekali lagi, sampai jumpa di novel sebelah 😘
BLURB:
Persahabatan adalah sesuatu hal yang sangat rekat, harus saling memahami, mengerti, mengalah, dan membuang keegoisan. Kebersamaan juga membuat persahabatan itu akan menjadi lebih sempurna karena semakin dekat. Mengenal sifat satu sama lain sangat sulit. Lalu, bagaimana jadinya jika sahabatmu memiliki sifat yang berbeda dari dulu hingga sekarang?
Adiba Khanza rela menjadi wanita malam hanya karena ingin melunasi hutang ibunya dari rentenir. Hingga suatu ketika, Vania Larissa, sahabat Diba menawarkan sebuah persyaratan dengan embel-embel akan membantu melunasi semua hutang Diba. Tetapi siapa sangka jika persyaratan Vania sangat tidak masuk akal hingga Diba bingung harus memilih apa.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Dan persyaratan apa yang Vania katakan pada Diba?
__ADS_1
So stay tune ❣️
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Novel ini menceritakan tentang perjalanan tiga hati yang terikat hubungan rumit 🥺 Mampukah mereka menjalani semuanya dengan baik?
Cuplikan bab:
Di sebuah desa yang cukup jauh dari kota, hiduplah seorang gadis cantik bernama Adiba Khanza. Dia seorang anak yatim-piatu dan hanya tinggal sebatang kara di desa tersebut, dirinya bekerja keras untuk membayar semua hutang peninggalan keluarganya. Kebetulan keluarga Adiba atau sering disapa Diba memiliki hutang kepada rentenir, pada waktu itu untuk biaya pengobatan sang Ayah.
Dia saat ini berusia dua puluh lima tahun, dia harus merelakan harga dirinya dengan menjadi seorang wanita malam. Namun, meskipun begitu Diba belum pernah berhubungan dengan pria manapun. Dia selalu menolak dan lebih memilih memuaskan dengan caranya sendiri.
"Diba, kenapa kamu tidak mencoba mencari pekerjaan di luar kota? Barangkali ada kerjaan yang cocok untuk kamu." saran dari teman Diba.
Diba terdiam sambil berpikir. "Apa itu bisa dipastikan? Aku malah takut akan menjadi gelandangan di kota itu nantinya.'' Diba masih sedikit ragu.
"Ayolah, Diba. Kamu jangan ragu dan bulatkan tekadmu, aku jadi tidak tega melihat kamu bekerja menjadi wanita penghibur seperti ini hanya karena sebuah hutang." ujar Mecca—teman Diba sambil mengelus rambut.
__ADS_1
"Tapi, bagaimana dengan hutangku? Aku tidak mungkin pergi dan meninggalkan hutang, bagaimana jadinya jika para anggota rentenir itu mengejarku?" Diba menjadi bingung.
"Kamu butuh uang berapa?"
"Seratus juta,"
"Apa!" pekik Mecce histeris mendengar nominal uang yang Diba butuhkan. "Diba, seratus juta itu bukanlah jumlah yang sedikit." lanjutnya.
"Aku tau, kak. Namun, memang segitu hutang Almarhumah Ibuku. Sebenarnya ibu meminjam uang sebesar lima puluh juta tetapi berbunga dan menjadi seratus juta."
"Gila apa, ya? Rentenir itu benar-benar ingin mencekik keuangan kamu,"
"Namanya rentenir, kak. Sudah hukum akan seperti itu," Diba menunduk lesu.
"Baiklah, aku akan mengatakan pada pelangganku untuk memberikan cek sebesar seratus juta atau tidak berbentuk uang saja. Bagaimana?''
"Maksudnya, kakak ingin membantuku?" Diba menatap Mecca dengan lekat.
__ADS_1
Mecca pun mengangguk dengan senyum tulus, keduanya berpelukan dan Adiba sangat berterima kasih kepada Mecca.