
Halo, assalamualaikum semuanya 🤗
Apa kabar? Tentu saja, Othor harap kalian dalam keadaan baik dan sehat serta selalu dalam lindungan Allah SWT 🤲. Alhamdulillah kita bisa bertemu kembali di novel Anaya namun tidak dengan melanjutkan perjalanan mereka, tetapi Othor ingin mempromosikan novel baru yang pastinya tidak kalah seru dengan cerita Naya dan Abi.
Penasaran?
Yuk langsung ke lapak Mas Duda 🤗 Insyaallah kalau ada rezeki, Othor akan bagi-bagi pada pembaca setia semuanya 🤲😚
Mohon dukungan agar Othor semangat update, karena tanpa kalian Othor ini bukanlah apa-apa 🌹
KOLABORASI BERSAMA AUTHOR AYU ANDILA 🤗
Bab Full:
Bab. 10. Kesalahan Fatal saat Emosi.
Riko segera membawa Nita untuk kembali ke rumah, sementara Nita sendiri hanya diam sambil mengikuti langkah suaminya.
Brak.
Pintu rumah itu dibuka paksa oleh Riko sampai menimbulkan suara benturan yang cukup keras membuat Nita tersentak.
"Bagus, bagus sekali. Setelah pergi dari rumah, kau malah berduaan dengan laki-laki lain." Riko menatap Nita dengan sinis yang di balas dengan gelengan kepala wanita itu.
"Tidak, Mas. Aku, aku baru saja dari rumah Nisa, dan-"
"Diam!"
Nita terlonjak kaget mendengar teriakan Riko. Tubuhnya bergetar hebat karena takut dengan kemarahan laki-laki itu.
"Ternyata laki-laki itu, ya. Kau menyiapkan kejutan untuk laki-laki itu,"
"Tidak, Mas. Itu tidak benar." Nita menggelengkan kepalanya sambil menggenggam kedua tangan Riko, tetapi laki-laki itu langsung menghempaskan tangannya dengan kasar.
__ADS_1
"Dasar perempuan murahan. Selama ini aku berpikir kalau mungkin saja aku yang terlalu mengekangmu, tapi ternyata aku salah. Aku salah menikahi wanita ular sepertimu."
Deg.
Hati Nita serasa seperti ditusuk oleh besi panas saat mendengar ucapan yang dilayangkan oleh Riko. Lidahnya terasa keluh dan tidak bisa untuk mengucapkan apa-apa, hanya air mata sajalah yang menjadi saksi kesakitannya saat ini.
"Sekarang terserah kau mau melakukan apa, aku tidak akan peduli lagi." Riko beranjak ke arah meja untuk mengambil kunci mobilnya, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi melihat wanita si*alan itu.
"Tunggu, Mas. Kau salah paham, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan,"
"Cukup. Aku tidak mau mendengar apapun lagi, dan tutup mulutmu itu sebelum aku hilang kendali."
Nita menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir deras. Tangannya mencengkram erat dan enggan untuk membiarkan Riko pergi.
"Aku mohon dengarkan aku dulu, Mas. Semua ini karna wanita itu, wanita itu yang sudah memfitnahku. Dia pasti iri dengan kebahagiaan kita, dia iri dengan rumah tangga kita," ucap Nita dengan sesenggukan. Sejujurnya dia sudah lelah dengan semua ini, tetapi dia tidak ingin kehilangan Riko karena ulah Nisa.
Riko memandang Nita dengan tajam, keningnya mengerut dalam sampai membuat kedua alisnya hampir menyatu. "Siapa yang kau maksud, hah? Apa kau ingin menyalahkan orang lain aras perbuatanmu sendiri?"
"Tidak, Mas. Semua ini karna Nisa. Dia yang telah memfitnahku, dia sengaja ingin membuat kita bertengkar,"
"Apa kau pikir aku bod*oh?" teriak Riko sambil mencengkram kedua bahu Nita dengan erat. "Bagaimana mungkin dia sengaja melakukannya, hah?" Dia mengguncang tubuh Nita sampai membuat wanita itu meringis kesakitan.
Plak.
Untuk sekali lagi, Riko kembali melayangkan tamparan ke pipi Nita membuat wanita itu tersungkur ke atas lantai. "Bukannya mengakui kesalahanmu, tapi kau malah menyalahkan orang lain. Hah, j*a*l*a*ng?"
Riko benar-benar murka. Dia yang tadinya ingin pergi untuk menenangkan diri semakin dibuat panas oleh sang istri. Bagaimana mungkin wanita itu tidak sadar diri, dan malah menyalahkan orang lain? Benar-benar menganggapnya seperti orang bod*oh.
Nita yang juga sudah tidak tahan lagi beranjak bangun sambil menatap Riko dengan tajam. Apapun yang dia katakan, laki-laki itu tetap tidak akan percaya. Bahkan dari dulu, Riko memang tidak mau mendengar apa yang dia katakan.
"Baiklah, aku salah. Aku memang salah," teriak Nita sambil memegangi pipinya yang memerah. Dadanya naik turun karena emosi yang sedang merasukinya saat ini.
"Hah, sekarang kau mengakui semua kesalahanmu?" ucap Riko dengan sinis.
Nita menatap Riko dengan sangat tajam sampai membuat kedua bola matanya hampir melompat keluar. "Ya, aku sudah menyadari semua kesalahanku." Tatapannya tetap menajam dengan sorot penuh kemarahan.
__ADS_1
"Aku sudah sadar kalau kesalahan terbesarku adalah menikah denganmu." Nita menunjuk tepat ke wajah Riko membuat laki-laki itu terdiam. Tangannya bergetar dengan jantung berdegup kencang.
"Aku salah karena sudah mempercayai laki-laki sepertimu, aku salah karna sudah mencintaimu. Dan aku salah karna sudah menikah dengan laki-laki egois, keras kepala dan juga berpikiran kotor sepertimu,"
"Cukup, Nita!" bentak Riko dengan wajah yang merah padam, terlihat jelas kemarahan dalam dirinya saat ini.
"Kenapa, hah? Apa kau tidak mau mendengarkan ucapanku?" Nita semakin dibakar emosi. "Kau benar-benar laki-laki picik yang tidak kau mendengar ucapan orang lain, kau laki-laki posesif yang tidak punya hati dan juga akal pikiran."
"Nita!"
"Apa, kenapa? Apa kau mau memukulku lagi, hah?" teriak Nita seperti orang yang sedang kesetanan. "Pukul aku, pukul aku sampai kau puas." Dia menyodorkan wajahnya ke hadapan Riko.
"Pukul aku, pukul aku sampai aku mati. Aku memang wanita murahan, aku memang seorang j*a*l*a*ng yang selalu kau hina dan kau rendahkan. Dasar bajing*an,"
"Nita!"
Plak.
Riko kalap dan tidak bisa lagi untuk menahan diri, beberapa kali dia menampat bahkan sampai menendang tubuh Nita membuat wanita itu kembali tersungkur di atas lantai.
"Kau benar-benar wanita yang tidak bisa dikasi hati!"
Plak
Plak
Plak
Riko terus memukuli Nita yang saat ini sudah tidak berdaya, wanita itu bahkan sama sekali tidak melakukan perlawanan dan hanya diam saat dipukuli oleh Riko.
"Baiklah. Biarkan saja dia membunuhku, percuma aku hidup di dunia ini dengan segala rasa sakit yang aku dapatkan."
•
•
__ADS_1
•
Tbc