Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #66 (S2)


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Kedekatan antara Anjani dan Al sudah terlihat, mereka sering pulang dan pergi bersama ketika ke kampus. Jani tidak bisa menolak permintaan Alvarendra karena Al memaksanya, Angel sendiri mulai dari Jani pertama menikah dia pergi ke sekolah menggunakan taksi online. Entah mengapa dirinya tidak ingin pergi bersama dengan sang kakak.


Di depan pagar, Vero menatap rumah milik Jani yang sangat megah. Dirinya menghembuskan napas karena sudah pernah menyakiti Anjani. Saat dia ingin pergi, pintu gerbang terbuka dan sebuah mobil melaju keluar dari sana. Vero menghentikan langkah, dia menoleh kebelakang dan mobil yang tadi keluar pun berhenti.


Al keluar dari mobil itu bersama dengan Anjani, kebetulan mereka ingin makan malam bersama diluar dan sebelum makan malam mereka memutuskan untuk berkeliling di Mall. Tetapi siapa sangka, di tengah kedekatan mereka yang semakin ada kemajuan ternyata masa lalu Jani datang kembali.


"Jani," lirih Vero menyebutkan nama Anjani.


Anjani kaget dengan kedatangan mantan kekasihnya, dia melirik Al sejenak lalu mendekati Vero.


"Kenapa kamu bisa ada disini?" Jani bertanya sambil menatap Vero dari atas hingga ke bawah, begitu banyak perubahan dalam diri Vero setelah mereka berpisah selama enam bulan lebih.


"Jani, aku datang kesini untuk meminta maaf." ucap Vero tulus dari hati.


Dia dan Sania sudah bercerai tiga bulan yang lalu, Sania tidak tahan hidup dengan Vero karena bayang-bayang dari Anjani. Vero selalu bersikap kasar, bahkan tidak pernah bertutur kata lembut padanya. Sania tidak ingin makan hati dan menjadi kurus kering hanya karena cinta, dia lebih baik merelakan Vero berbahagia dengan orang lain.

__ADS_1


Al hanya menyimak pembicaraan keduanya dari kejauhan, dia tidak ingin ikut campur karena ini masalah pribadi.


"Maaf? Kenapa baru muncul sekarang dan baru mengatakan maaf? Kemana saja kamu selama ini? Apa belum puas mempermalukan keluargaku?" Jani memberondongkan pertanyaan.


"Aku tidak bisa berkutik saat orang tuaku memintaku untuk menikahi Sania, tetapi kami saat ini sudah bercerai karena aku tidak bisa hidup dengannya, aku tidak mencintainya."


"Lalu? Kamu datang kesini untuk meminta kembali padaku? Tidak, Vero! Aku tidak bisa lagi menerimamu karena kamu sudah menyakiti hatiku dan membuat keluargaku malu."


"Berikan aku kesempatan sekali saja, Jani dan dengarkan penjelasanku. Aku butuh bicara berdua denganmu," Vero melirik Al sejenak.


"Memangnya kenapa? Apa kamu keberatan jika ada dia? Asal kamu tahu, dia itu suamiku!" jelas Jani dengan nada penuh penekanan.


"Suami?" Vero tidak habis pikir karena Anjani tenyata sudah menikah.


"Ya, saat kamu memutuskan meninggalkan aku dialah laki-laki yang mau bertanggungjawab menikahiku karena tidak ingin keluargaku menanggung malu. Apa kamu tahu itu? Perbuatanmu sangat keterlaluan, dan kamu datang untuk meminta kembali? Apa aku sudah tidak punya malu?" Jani mencibir Vero.


Vero tidak bisa berkata-kata, dia diam seribu bahasa dan memilih untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Setelah Vero pergi, Alvarendra menatap Jani. Dia meminta penjelasan tentang Anjani yang menganggapnya sebagai suami.


"Jani, yang kamu katakan tadi apa?" Al menatap Anjani dengan lekat dan penuh harapan.


"Em, itu. Lupakan saja," Anjani berjalan masuk ke dalam mobil.


Al pun menghela napas, dia berharap Anjani mengatakan ingin rujuk dengannya.


"Ya, aku rasa aku harus sabar dan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hatinya." gumam Al menyemangati dirinya sendiri.


Dia berjalan menyusul Anjani yang sudah duduk tenang di dalam mobil, mereka pun bergegas menuju Mall agar tidak terlalu malam pulang ke rumah.




TBC

__ADS_1


__ADS_2