Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #69 (S2)


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Anjani dan Al memutuskan untuk rujuk kembali, mereka sudah menjalani pendekatan dan akhirnya sama-sama nyaman. Jani sudah tidak lagi menyembunyikan perasaan istimewanya untuk Al, meskipun dia sedikit gengsi tetapi ini semua demi kebaikannya. Seluruh keluarga bahagia mendengar keputusan putra-putri mereka karen telah memilih jalan yang benar. Pernikahan keduanya tidak lagi di tutup-tutupi, mereka melaksanakan resepsi dengan kemewahan, mengundang begitu banyak teman serta membiarkan wartawan meliput acara itu.


Jani tidak peduli jika banyak orang yang akan mem-bullynya karena menikah lelaki di bawah usianya. Bagi Jani yang terpenting adalah rasa nyaman dan ketulusan.


"Bagaimana menurutmu, sayang? Apa ada yang kurang dengan dekorasinya? Atau kamu ingin request sesuatu?" Al merangkul pundak Anjani.


Jani menatap seluruh penjuru gedung yang terlihat sangat sempurna dengan pernikahan impiannya, dia hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Semuanya terlihat bagu, aku menyukainya." Jani melirik Al sejenak, dia melingkarkan tangannya di pinggang Al.


"Kalau begitu kita akan lihat di bagian lainnya karena ini baru pelaminan."


Mereka memutuskan pergi ke tempat lainnya.


Gedung itu sudah dihias begitu mewah, dekorasinya terlihat sangat indah serta elegan, Al menyewa gedung itu menggunakan uangnya sendiri dan semua menghabiskan bajet kurang lebih tiga ratus juta. Namun, semua lengkap dengan catering, hiburan, dan lain lain. Kedua orang tua Al membantu sesuai permintaan Al dan mereka tidak ingin mengeluarkan lebih karena pasti Al bisa marah.


🌺🌺🌺🌺


Keesokan paginya.


Elvira, dia mendengar jika akan dilaksanakan resepsi pernikahan mewah dari anak pengusaha ternama yaitu Abimanyu Pamungkas. El tersenyum licik, dia memiliki ide untuk menghancurkan semuanya. Dia memutuskan pergi ke suatu tempat dan meminta seseorang untuk membantunya menjalankan rencana itu.


Elvira tersenyum ketika rencananya kali ini pasti akan berjalan lancar, dia segera menjalankan rencana awal dengan cara menyamar sebagai pelayan disana. Begitupun dengan kedua anak buahnya yang mengikuti jejak Elvira.

__ADS_1


Sesampainya di gedung, terlihat sudah banyak sekali tamu undangan yang datang. Ijab kabul sebentar lagi akan dimulai dan banyak para wartawan yang meliput disana.


Sepasang calon pengantin sudah duduk berhadapan dengan penghulu, Rahul Sharma mengulurkan tangan kanannya lalu menarik napas panjang.


"Ananda Alvarendra Maulana Pamungkas bin Abimanyu Pamungkas, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Anjani Sharma binti Rahul Sharma dengan mahar sebuah rumah berlantai tiga, satu set perhiasan dan uang sebesar seratus juta di bayar tunai!" Rahul mengucap dengan lantang dan tegas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Anjani Sharma binti Rahul Sharma dengan mahar tersebut tunai!" ucap Al dengan satu kali tarikan napas.


"Bagaimana saksi, sah?" teriak penghulu mewakili.


Sah!


Sambut semuanya dengan serempak dan sepasang suami-istri itu tersenyum bahagia. Selanjutnya adalah pembacaan doa dan sungkem.


Selesai semuanya, sekarang tinggallah acara resepsi dan sepasang mempelai sudah ada di atas pelaminan. Mereka melihat begitu banyak tamu yang datang dan para wartawan lainnya, Anjani tidak menyangka jika pada akhirnya dia bisa menerima Alvarendra. Itu semua berkat kesabaran hati, ketulusan, dan perjuangan Al selama ini. Ada pepatah mengatakan jika usaha tidak akan mengkhianati hasil dan itulah yang saat ini terjadi pada Al.


"Semua rencanaku selama ini gagal dan inilah rencana terakhirku, jika aku tidak bisa melihat kalian menderita setidaknya aku bisa melihat kalian tiada di depan mataku." El tersenyum sinis.


Beberapa saat kemudian.


Salah satu tamu kaget karena melihat suara bunyi yang seperti bom, dia mencari asal suara dan ternyata ada disebuah selipan bunga. Wanita itu berlari dan mulai mengatakan pada semua orang jika di gedung ini ada bomnya, semuanya berlari kocar-kacir dan pesta yang tadinya meriah kini berubah menjadi kepanikan.


"Al, ada apa ini?" Anjani terlihat heran.


''Entahlah, aku juga tidak mengerti. Tapi semuanya terlihat kebingungan dan berlari kesana-kemari." Al turun dari pelaminan, dia menggandeng Anjani.

__ADS_1


Mereka mencari keberadaan keluarga dan bertanya apa yang terjadi.


"APA! BOM?" pekik Al dan Jani bersamaan.


Mereka ikut panik dan bergegas melarikan diri. Abi dan Rahul mencoba mencari bom itu tetapi para istri mereka tidak mengijinkan dan menarik mereka keluar dari gedung tersebut.


Jani menenteng gaun indahnya, dia kesulitan karena gaun itu sangat panjang menjuntai ke lantai, Al masih setia menggenggam jemari Jani.


"Jani, aku akan menggendongmu." Al memasukkan Jani dalam gendongannya.


Anjani sangat sedih, dia tidak tahu mengapa semuanya terjadi disaat hari bahagianya ini.


Saat mereka semua sudah keluar, tinggallah Jani dan Al yang tertinggal karena kesulitan berlari.


BOM!


Gedung itu mengeluarkan api yang sangat besar dan asap yang banyak. Semuanya histeris sebab sepasang pengantin baru masih berada di dalam.


"AL!" teriak Naya ingin mendekati gedung tetapi di larang oleh Abi.


"Sayang, percayalah jika anak kita pasti sudah keluar dari gedung itu." Abi memeluk tubuh Anaya.


Sementara Silvana, dia pun tak kalah histeris memikirkan nasib putri dan menantunya. Dia memberontak hingga akhirnya terjatuh pingsan di dalam pelukan Rahul.


β€’

__ADS_1


β€’


TBC


__ADS_2