Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #50 (S2)


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Tepat tanggal 25 Januari adalah tanggal kelahiran Zahra, dia merayakan bersama dengan teman-temannya dengan membuat sebuah pesta. Kedua orang tua Zahra tidak keberatan selagi pesta itu tidak terlalu vulgar, dia mengundang teman sekolahnya dan sahabat lainnya.


Zahra tengah mencari gaun pestanya yang paling bagus, meskipun banyak pakaian yang belum pernah dipakai tetapi hal itu tidak membuat Zahra mudah memilih. Dia harus mencari pakaian yang cocok dengan aksesorisnya karena Zahra ingin terlihat sempurna malam hari ini.


"Malam ini adalah pestaku, aku harus mencari pakaian yang sangat bagus dan serasi dengan riasanku," gumamnya sambil mengeledah semua isi lemari, Zahra mencampakkan pakaiannya di atas ranjang.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, Anaya masuk ke dalam dan dia menggeleng karena melihat kelakuan anak gadisnya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Mau kamu apakan baju-baju ini?" Anaya menatap pakaian Zahra yang berserak di ranjang.


"Ma, Ra bingung harus memakai pakaian yang mana." Zahra mengerucutkan bibirnya.


Anaya tersenyum tipis. "Kenapa kamu harus bingung? Pakai baju mana saja yang menurut kamu cocok, anak Mama ini 'kan cantik tentu saja mau pakai gaun apa pun pasti akan terlihat sangat cantik." Anaya menangkup pipi Zahra.


"Hm, Mama paling bisa deh," Zahra memeluk tubuh Anaya.


Anaya melirik pakaian Zahra, dia mengambil sebuah gaun di bawah lutut, bagian bawah gaun itu sedikit mekar dan bagian lengannya tidak terlalu terbuka. Dia mengetes di tubuh Zahra terlebih dahulu lalu kemudian mengangguk.


"Kamu pakai gaun ini saja, menurut Mama ini sangat cocok untukmu. Nanti Mama akan membantu kamu untuk merias wajah dan memilih aksesoris. Setengah jam lagi teman-temanmu pasti datang, kamu harus segera bersiap." Naya memutarkan tubuh Zahra ke arah kamar mandi.


Zahra pun pasrah dengan berjalan gontai masuk ke dalam kamar mandi, dia sangat menyesal karena membuat pesta mendadak seperti ini.


Lima belas menit kemudian, Anaya mengetuk pintu kamar mandi karena Zahra tidak kunjung keluar. Dia memanggil nama Zahra berulang kali lalu setelah itu pintu pun terdengar dibuka. Mata Naya membulat sempurna ketika melihat Zahra yang sangat anggun bak putri dongeng.

__ADS_1


"Sayang, kamu cantik sekali. Apa Mama bilang, gaun ini sangat cocok di tubuh kamu." Naya tersenyum puas karena pilihannya tidak salah.


Zahra pun ikut tersenyum lalu mereka berjalan ke meja rias.


Anaya mulai membantu Zahra merias wajah dan memilih aksesoris.


🌺🌺🌺🌺🌺


Anjani dan Angelina sedang bersiap untuk menghadiri pesta lebih tepatnya pesta ulang tahun Zahra. Anaya sengaja menghubungi Silvana dan mengatakan jika dirumahnya sedang ada pesta, Naya meminta agar keluarga Sharma turut hadir tetapi berhubung kediaman Sharma ada di luar kota hal itu membuat mereka tidak bisa hadir karena Rahul ada pekerjaan dan tidak bisa ditinggal.


Anaya pun memaklumi, dia tidak ingin memaksa. Namun, Silvana meminta agar Anjani dan Angel hadir di pesta milik putri Anaya karena mereka berada di satu kota. Silvana tidak enak karena menolak undangan dari sahabatnya maka dari itu dia meminta kedua putrinya untuk menjadi wakil. Naya pun sangat bahagia, setelah beberapa tahun akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan kedua putri Silvana.


"Mama ada-ada saja, aku jadi batal datang ke pesta Zahra gara-gara hal ini." Angel menggerutu di sepanjang perjalanan.


"Udahlah, dek. Kenapa kamu harus marah? Sesekali tidak masalah jika kita menuruti permintaan Mama 'kan?" Anjani tetap fokus menyetir.


Angel tidak tahu jika pesta yang akan dia datangi adalah pesta milik temannya.


"Kak, benar ini rumahnya?" Angel mengintip keluar jendela.


"Dari alamat yang dikirim Mama sih ini benar, coba kita turun dan tanya pada satpam." Anjani memilih turun sementara Angel tetap berada di dalam mobil.


"Permisi, Pak." Anjani menyapa satpam yang berjaga.


"Iya, Non. Ada yang bisa saya bantu?"


"Maaf, Pak. Apa benar ini kediaman keluarga Pamungkas? Dan di dalam sedang mengadakan pesta ulang tahun?"

__ADS_1


"Benar, Non. Silahkan masuk," ujar satpam itu dengan sopan.


Anjani langsung mengangguk dan masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya ke halaman rumah.


Saat hendak keluar dari mobil, Angel di kejutkan dengan kedatangan teman-teman sekolahnya. Dia heran mengapa bisa semua temannya ada di tempat ini.


"Hai!" teriak Angel menyapa dan meninggalkan Anjani begitu saja.


Semua teman Angel menoleh dan mereka saling berpelukan.


"Kok kalian ada disini sih? Bukannya datang ke pesta ulang tahun Zahra?" Angel bertanya dengan nada polos karena dia memang tidak tahu jika ini adalah rumah Zahra, temannya.


"Kamu lagi kesambet apa, Ngel? Ya ini 'kan rumah Zahra." jawab salah satu teman Angel.


Angel melongo tidak percaya, dia tidak pernah berkunjung ke rumah Zahra karena dirinya juga murid pindahan. Kedua orang tua Angel berada di luar kota, pada waktu itu Angel meminta bersekolah di kota S dan tinggal bersama dengan Tantenya. Rahul dan Silvana mengizinkan Angel bersekolah diluar kota, hingga pada akhirnya Anjani pun ikut menyusul di pindahkan bertugas ke kota S. Hal itu membuat kedua orang tua mereka lega karena ada Jani yang bisa menjaga adiknya. Angel baru enam bulan bersekolah di SMA TUNAS BAKTI, dia sangat ingin merasakan bersekolah di luar agar mendapatkan pengalaman.


"Ada apa ini?" Anjani bertanya karena melihat wajah Angel yang bingung.


"Kak, ternyata ini rumah teman aku." Angel berbisik di telinga Jani.


"Bagus dong, berarti Mama kita berteman dengan orang tua teman kamu."


Angel mengangguk.


"Udah ayo masuk, takut kemalaman nanti pulangnya." Anjani menarik tangan Angel dan mereka masuk, tak lupa keduanya membawa kado masing-masing untuk Zahra


β€’

__ADS_1


β€’


TBC.


__ADS_2