Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #36


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Anaya sangat menikmati tugasnya menjadi seorang ibu rumah tangga, ada beberapa Asisten yang membantu dirinya dalam mengerjakan tugas rumah dan menjaga baby Zahra. Abi sengaja mencari empat orang pekerja, satu mengurus halaman, dua mengurus rumah dan satu membantu mengurus Zahra. Anaya sebenarnya menolak akan keputusan Abi tetapi Abi tetap bersikeras karena tidak ingin membuat Anaya kelelahan.


Anaya hanya bisa pasrah menerima permintaan dari Abi, dia tidak ingin berdebat karena semua ini demi kebaikannya juga. Naya saat sedang berada di halaman bersama dengan Zahra, mereka berjemur karena jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Semakin hari, Zahra semakin menggemaskan dan imut.


Abi yang kala itu ingin masuk ke dalam mobil segera menghentikan langkahnya, dia menoleh ke taman dan ternyata sang istri ada disana.


"Sayang!" sapanya sambil berjalan menghampiri Anaya dan Zahra.


"Mas, kamu udah mau berangkat ke kantor?"


Abi mengangguk sambil mencium pipi gembul milik Zahra.


"Tumben pagi banget?"


"Aku hari ini ada meeting penting dengan klien dari Jepang maka dari itu harus berangkat pagi. Aku juga sekalian mau mengantar Al pergi ke sekolah."

__ADS_1


"Kamu hati-hati, ya?" Anaya merapikan jas yang Abi gunakan.


Abi mengecup dahi Naya dan terlihat Al berjalan ke arah mereka.


"Pa, Al sudah siap. Ayo kita berangkat sekarang," pinta Al dengan bersemangat.


Inilah yang dia harapkan, bisa berkumpul dengan kedua orangtuanya dan sekarang dia juga sudah memiliki adik. Al tidak menyangka dirinya telah menjadi kakak.


"Dedek," Al menyapa baby Zahra. "Dek, kakak pergi ke sekolah dulu ya? Nanti siang kita main lagi," ucapnya dengan menggenggam jemari mungil milik Zahra.


Abi bergegas pamit pergi ke kantor begitupun dengan Al yang berpamitan pergi ke sekolah.


Anaya melambaikan tangan sambil menggendong Zahra. Setelah mobil milik Abi pergi, Anaya mengajak Az-Zahra masuk ke dalam rumah karena matahari sudah sangat tinggi dan sedikit panas.


Sesampainya di dalam, mereka langsung masuk ke dalam kamar bernuansa biru putih dengan gambar dolphin yang terlukis indah di tembok kamar tersebut. Itu semua adalah permintaan Abi karena anaknya berjenis kelamin perempuan. Mengapa tidak pink? Karena Abi rasa warna pink sangat mencolok jika di gabungkan dengan Dolphin.


Anaya meletakkan Zahra di dalam box bayi karena Zahra sudah terlelap. Dia bergegas merebahkan diri di ranjang tepatnya samping box bayi milk Zahra, beginilah setiap hari kerjaan Naya selama dua bulan ini. Dia hanya tidur, makan, menemani Zahra dan jangan lupa kebiasaannya satu ini yaitu membaca novel online.

__ADS_1


"Apa lagi yang ingin aku lakukan, mau tidur tidak mungkin karena hari masih sangat pagi. Sebaiknya aku membaca novel terlebih dahulu, barangkali Author kesayanganku sudah update bab baru."


Anaya mulai membuka ponsel dan mencari aplikasi Noveltoon, sebuah platform online yang menyediakan begitu banyak cerita menarik dan berkualitas. Sementara Anaya, dia sangat suka membaca novel dari Author Mom AL, menurutnya cerita karangan dari Mom AL sangat mudah dipahami dan menarik.


Dirinya segera membaca novel yang berjudul Pembalasan Untuk Suamiku, disana sang wanita di duakan dan dikhianati oleh suaminya. Anaya suka terbawa emosi karena novel dari Mom Al berhasil membawa suasana hatinya seperti ikut masuk ke dalam novel tersebut.


"Hoam." Naya menguap karena sudah selesai membaca novel tersebut hingga beberapa bab, dia pun bergegas untuk menunaikan sholat Dhuha terlebih dahulu karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Dirinya tidak pernah melewatkan sholat pagi itu karena diyakini sebagai pembuka pintu rezeki.


Selesai menunaikan ibadah sholat, Anaya memutuskan untuk tidur karena matanya sangat berat. Dirinya begadang karena Zahra terkadang rewel tengah malam maka dari itu meskipun masih pagi tetapi matanya sudah sangat mengantuk.




TBC

__ADS_1


__ADS_2