Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #54 (S2)


__ADS_3

Anjani semakin risau karena nomor kontak milik Vero tidak aktif dari dua hari yang lalu, dirinya sangat merindukan Vero tetapi sepertinya semua hanya akan jadi perasaan terpendam. Berulang kali Jani menelepon tetapi nomor tersebut tetap tidak aktif, Al pun heran melihat sikap Jani yang terlihat khawatir.


"Miss, apa Anda punya masalah?" tanya Al dengan peduli.


Jani hanya menoleh sejenak lalu kembali terfokus pada ponselnya. Al menghela napas berat karena Jani tidak menjawab ucapannya.


Sesampainya di depan gerbang, Jani langsung turun dan mengucapkan terima kasih kepada Alvarendra. Saat Al hendak melajukan mobilnya, dia melihat ada sebuah mobil sport berwarna biru berhenti tepat di samping mobilnya. Pengemudi mobil itu turun dengan gayanya yang sangat berwibawa dan dewasa. Seketika senyum Jani pun terbit, saat dia melihat seorang pria di hadapannya.


"Sayang," pekik Jani dengan kegembiraan, dia menghambur ke dalam pelukan Vero.


Al hanya mampu menyembunyikan dan memendam rasa sakit hatinya, dia benar-benar iri dengan Vero yang bisa dipeluk bebas seperti itu. Al pun lebih memilih pergi dari sana dibandingkan melihat keromantisan Jani yang bisa membuatnya badmood.


"Aku sangat merindukanmu," Vero masih betah memeluk tubuh Jani.


"Mengapa kamu tidak mengabari terlebih dahulu jika ingin berkunjung ke kota ini?" Jani mengurai pelukan.


"Ya karena aku sengaja ingin membuat surprise, dan akhirnya berhasil." Vero terkekeh pelan melihat bibir Anjani yang mengerucut.


"Kamu masih lama 'kan berada di kota ini?"

__ADS_1


"Mungkin lusa aku sudah pulang. Kamu tau 'kan, aku harus menyelesaikan semua tugas kantor agar tidak menumpuk. Jika nanti kita sudah resmi menikah, maka kita pasti akan berbulan madu dan aku tidak ingin diganggu oleh pekerjaan kantor.''


Anjani tersenyum malu.


"Baiklah, aku merasa tidak sopan karena kita mengobrol diluar. Kalau begitu, ayo masuk."


"Siapa tadi yang mengantarkan kamu pulang?" Vero bertanya karena penasaran.


"Mahasiswa di kampus tempatku mengajar,"


Mereka pun masuk ke dalam rumah sambil mengobrol melepas rindu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Ketukan pintu membuyarkan lamunan Al, dia berbicara dengan setengah berteriak.


Anaya masuk ke dalam kamar dan dia duduk di pinggir ranjang milik Al.


"Nak, kamu kenapa?" Anaya seperti tahu apa yang sedang Al rasakan, dia mengelus rambut Al dengan lembut.

__ADS_1


"Aku sedang patah hati, Ma." jawab Al dengan lesu.


"Apa! Patah hati? Anak Mama sudah mengenal cinta rupanya?" Naya mengacak rambut Al.


Al hanya berdecak, Mamanya itu sangat suka menggoda dirinya.


"Ayo katakan pada Mama, gadis mana yang sudah berani membuat anak Mama ini patah hati?"


Anaya sangat menyayangi Al karena dia sangat sedih jika mengingat kehidupan masa lalunya yang harus menjaga Al saat masih dalam kandungan, membesarkan Al dan harus mendapat celaan buruk dari orang sekitar karena hamil tanpa seorang suami. Namun, rasa kasih sayang Anaya kepada Al dan Zahra tidaklah beda sebab keduanya sama-sama anak kandungnya.


"Aβ€”" Al ingin mengatakan ada deh tetapi ucapannya terpotong karena sebuah panggilan masuk di WhatsApp.


Anaya tersenyum tipis, dia menunjuk ponsel Al mengunakan dahinya.


"Baru juga di omongin, eh dianya udah menghubungi kamu. Itu 'kan gadisnya, Nak?"


"Bukan, Ma. Ini adik kelas Al yang menelepon," jawab Al kesal, dia langsung menjawab panggilan masuk dari Hanna.


β€’

__ADS_1


β€’


TBC


__ADS_2