Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing

Anak Genius : Mengandung Benih Pria Asing
Bab #56 (S2)


__ADS_3

Sah!


Sebuah kalimat yang masih terus terngiang di benak Anjani, dia tidak menyangka jika hidupnya akan jadi serumit ini. Menikah dengan seorang lelaki yang lebih muda darinya, itu tidak pernah Jani bayangkan. Dia tidak bisa menolak permintaan orangtuanya untuk menikah dengan Al, meskipun kedua orangtuanya tahu jika usianya dan Al berbeda. Jani merasa seperti predator karena dia harus menikahi pria yang tiga tahun lebih muda dibawahnya, dan lagi pria itu adalah muridnya di kampus.


Ceklek!


Suara pintu kamar mandi terbuka menyadarkan Anjani dari lamunannya, dia menoleh sejenak lalu kembali fokus menunduk.


Al berjalan ke ranjang, dia ingin duduk di samping Anjani tetapi di larang.


"Jangan mendekati saya!" Anjani mengangkat sebelah tangan tanpa melihat Al.


"Jani, maafkan aku karena—"


Anjani langsung berdiri dan dia menatap Al dengan cara mendongak karena Al lebih tinggi darinya.


"Kamu bilang apa? Jani? Al, bahkan usiamu lebih muda dari saya." Anjani merasa tidak terima.


"Itu berbeda karena sekarang aku adalah suamimu."


Anjani tersenyum miring. "Suami? Sebutan itu hanyalah sementara, Al."


Al mengerutkan dahi, dia sengaja mengajukan diri untuk menggantikan Vero tetapi sepertinya Anjani tidak terima dengan niat baiknya ini. Bahkan mereka tidak melakukan resepsi karena Anjani ingin pernikahannya dan Al dibuat tertutup tanpa ada siapapun yang tahu. Seluruh keluarga sempat keberatan dengan permintaan Anjani, tetapi Al mencoba untuk membuat keluarganya mengerti dan setuju dengan permintaan Anjani.

__ADS_1


"Al, kamu menikah dengan saya hanya karena ingin menyelematkan nama baik keluarga saya! Tidak lebih. Setelah beberapa bulan, kita akan bercerai. Aku tidak bisa hidup dengan orang yang sama sekali tidak aku cintai," keputusan Anjani.


Al merasakan sesak di dada, Anjani sepertinya tidak akan luluh dengannya. Namun, Al akan berusaha membuat Jani agar nyaman bersamanya dan melupakan tentang perceraian.


"Apa tidak ada kesempatan untukku? Jani, cinta tidak memandang perbedaan usia."


Anjani menaikkan sebelah alisnya sambil bersidekap.


"Cinta? Apa kamu mengerti arti dan makna dari cinta?" ejeknya dengan senyum remeh.


"Cinta, harus didasari dari kasih sayang dan dibuktikan dengan perbuatan. Aku yakin jika kedepannya aku pasti bisa membuatmu mencintaiku, Anjani Sharma." Al berkata dengan serius dan pasti.


"Sepertinya kamu sedang berkhayal karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu." Anjani pergi keluar dari kamarnya, dia akan menenangkan pikiran di taman belakang rumah.


Di halaman belakang rumah, Anjani duduk di bangku panjang yang ada disana, dia menatap ke atas langit dan terlihat begitu banyak bintang serta ada satu bulan bersinar terang, bulan yang selalu menemani bintang setiap harinya. Dulu dia dan Vero telah membuat janji akan seperti bulan yang selalu bersama bintang.


'Malam ini sangat cerah ya?' Anjani menatap ke atas langit, dia dan Vero sedang duduk di bangku panjang.


'Benar, aku ingin kita seperti bulan dan bintang yang selalu saling mendampingi.' Vero memeluk tubuh Jani, mereka sama-sama menatap ke atas langit.


Anjani belum bisa melupakan Vero karena begitu banyak hal indah yang selama ini mereka jalani. Saat Jani masih setia melamun, tiba-tiba Angel mendorong pundaknya dari belakang. Sontak hal itu membuat Anjani terkejut dan langsung berdiri.


"Angel, apa-apaan kamu? Tidak sopan seperti ini." Jani terlihat marah.

__ADS_1


"Gak usah sok marah, kakak bahagiakan karena sudah resmi menikah dengan kak Al?" Angel menatap Anjani dengan tajam.


"Maksud kamu? Angel, kakak benar-benar tidak mengerti apa maksud dari ucapanmu," Anjani menurunkan nada bicaranya.


"Kakak tau, aku tertarik dengan kak Al dan aku menyukainya!" Angel membentak Anjani.


"Kamu masih kecil, kenapa memiliki pemikiran seperti itu? Fokus saja dulu belajar, jangan memikirkan hal lain apalagi masalah pria!" Jani sangat marah karena Angel memusuhinya hanya karena laki-laki.


"Dasar kakak tidak tahu malu! Gak perlu sok mengajariku, menceramahiku, pikirkan saja tentang perbedaan usiamu dan kak Al. Bahkan kakak lebih tua dari kak Al, apa kata orang jika mereka tahu kakak menikah dengan laki-laki yang lebih muda dari kakak?" Angel menunjuk wajah Anjani dengan emosi, dia pun langsung pergi tanpa ingin mendengarkan jawaban dari Anjani.


Anjani kembali duduk di bangku dengan lesu, dia benar-benar dibuat pusing dengan hal yang terjadi hari ini.




TBC



ANJANI


__ADS_1


BABANG AL LAGI PUSING MEMIKIRKAN ISTRINYA 🥲


__ADS_2