
Hanna keluar dari cafe tepat pukul setengah enam sore, dia mengintip langit karena terlihat mendung. Dirinya dengan cepat berjalan menuju halte bis, dia berdoa semoga bus datang sebelum hujan turun.
Petir sudah menyambar dan gelegar juga sudah terdengar, Hanna menutup telinga karena terkejut. Perlahan gerimis turun membasahi bumi, hal itu membuat Hanna semakin bingung bagaimana caranya untuk pulang ke rumah. Derasnya hujan semakin menjadi, sebuah mobil berhenti tepat di depan Hanna.
"Siapa itu? Semoga saja bukan orang jahat." gumamnya berdoa sambil menatap sang pengendara yang turun dari mobil tersebut.
Saat pengendara itu sudah turun, Hanna memutarkan bola matanya. Dia mendengus kesal saat seorang pria berdiri disampingnya.
"Kenapa dimana-mana saya selalu bertemu dengan Anda?" Hanna langsung bertanya dengan ketus.
"Itu kemauanku, mungkin takdir yang sudah merencanakannya."
Hanna berdecak. ''Sok banget sih om-om satu ini,"
"Jangan panggil saya om karena saya bukan om kamu!" Vero pun semakin kesal, dia tidak tahu jika Hanna-lah yang ada di halte itu, mungkin jika dia tahu dirinya tidak akan berhenti disana.
Saat keduanya saling diam dengan menjaga jarak, sebuah motor gede berhenti di dekat mobil Vero. Pria dan wanita turun dari sana lalu mereka berjalan ke halte.
Vero melongo ketika dia melihat mantan kekasihnya yaitu Anjani bersama dengan Alvarendra. Begitupun dengan Hanna, dia mengerutkan dahi ketika melihat Al bersama dengan dosen di kampusnya.
"Miss, kalian pulang bersama? Aku baru tahu jika ternyata kalian sedekat ini." ujar Hanna.
"Kamu mengenalnya?" Vero pun membuka suara sementara Anjani dan Al hanya mampu diam.
"Ya, Miss Anjani dosen di kampus saya dan kak Al kakak senior saya di kampus."
"Hah! Benarkah?" Vero terkejut dengan penuturan Hanna. "Tapi, mereka ini suami-istri." lanjutnya yang mana membuat Hanna tercengang.
__ADS_1
Dia akhirnya paham dengan alasan Al sewaktu menolaknya, ternyata istri yang Al katakan adalah Anjani.
'Aku tidak menyangka jika kak Al menikah dengan wanita yang lebih tua darinya,' batin Hanna.
Anjani dan Al seakan bingung membuka topik pembicaraan sehingga mereka lebih memilih diam.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Zahra sedang bermain ponsel, dia menscroll media sosial pribadi milik Akbar sang duda muda yang berprofesi sebagai seorang polisi. Akbar menceraikan sang istri karena istrinya itu ketahuan selingkuh saat Akbar bertugas ke luar kota selama beberapa minggu. Bahkan, mereka hilang kontak karena tempat kerja Akbar terbilang cukup pedalaman sehingga sulit mendapatkan sinyal.
Zahra tergila-gila dengan Akbar, bahkan dia ingin sekali bertemu dengan duda berusia dua puluh delapan tahun itu.
"Dia masih muda, tampan, gagah, dan duda. A! Aku jadi sangat ingin bertemu dengannya secara langsung." Zahra menghentakkan kakinya di lantai karena dia gemas melihat foto-foto Akbar.
Zahra berinisiatif mengirim pesan lewat Instagram tersebut, dia mengatakan say hello kepada Akbar.
"Semoga saja dibaca dan dibalas, duda seperti ini harus dikejar." Zahra terkekeh sendiri sambil memeluk ponselnya.
[Hai, juga. Salam kenal π] pesan balasan dari Akbar.
Zahra berdiri dan dia melompat kegirangan di atas ranjang.
"Yes, yes, akhirnya dibalas. Untung saja aku memiliki inisiatif untuk mengirim pesan padanya, jika tidak pasti aku hanya akan menjadi penggemar gelap." Zahra masih melompat-lompat.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka dan membuat aktivitas Zahra terhenti, dirinya nyengir kuda sambil duduk di ranjang dengan perlahan.
__ADS_1
Anaya menghampiri Zahra, dia heran ketika melihat wajah putrinya yang bersemu merah.
''Sayang, kamu kenapa?"
Zahra tersenyum lebar dan dia menunjukkan ponselnya yang berisi pesan balasan dari Akbar.
"Ma, Ra lagi tergila-gila dengan pak polisi. Dia tampan loh, Ma. Selain itu dirinya juga gagah, keren, dan profesinya polisi."
"Terus? Apa kalian saling mengenal?" Naya terlihat heran.
Zahra menggeleng. "Ra gak terlalu kenal dengannya, cuma kepoin tentang media sosialnya aja. Ada lagi kelebihan dari polisi itu, Ma."
Naya mengerutkan dahi. "Apa?"
"Dia seorang duda, usianya masih dua puluh delapan tahun. Jadi, Ra menyebut dia sebagai duta, duda muda dan tampan." Zahra tertawa sendiri.
Tubuh Naya terhuyung kebelakang hingga dia jatuh ke ranjang saat mendengar jika Putrinya sedang tergila-gila dengan seorang duda muda.
β’
β’
TBC
PENGEJAR MAS DUDA
__ADS_1
DUDA MUDA (AKBAR)