
Pelayan kedai merasa jengah pada Richard yang begitu lama berdiri di depannya dan masih belum membeli apa pun.
"Pak, sebaiknya bapak menyingkir sekarang juga! Atau saya panggilkan penjaga!" Ancam pelayan kedai. Dia merasa Richard hanya seorang perusuh yang tidak berniat membeli barang dagangannya.
"Saya bilang tunggu sebentar." Richard menekankan nada suaranya, masih dalam mode bersabar.
"Tapi keberadaan bapak mengganggu di sini, jadi sekarang sebaiknya bapak pergi dari sini. Dan saya lihat bapak ini gak punya uang sama sekali, bapak ingin mencuri kan, menunggu saya lengah." ujarnya menuding Richard.
Deg...Deg...!!
Kemarahan Richard mulai tersulut, matanya menusuk tajam pada pelayan itu. Namun dia tetap berusaha menahan diri sembari mengepalkan tangan.
"Saya beli Ice cream beserta tokonya!" Ujar Richard mengeraskan suaranya.
Hahahaha!!!
Gelak tawa semua orang yang ada di ruangan itu seketika menggema, mendengar perkataan Richard, membuat ruangan itu bergetar "cih, belagu banget tuh orang, paling cuma so-soan doang." Cibiran dan ledekan yang ia dapati dari orang-orang yang tidak tahu siapa dia sebenarnya, membuat Richard merasa kesal.
Richard menyalakan ponsel dan menghubungi Ken, "Ken dalam lima menit datang ke kedai Ice Cream depan sekolah Nici." Ucapnya tegas, tanpa ingin mendengar penolakan sama sekali.
__ADS_1
Nici yang berjalan bersama Cherry juga Bibi Marry menatap heran pada kedai Ice Cream yang tiba-tiba ramai, banyak orang ber jas hitam, berjaga di depan pintu. Namun Nici menangkap sosok yang ia kenali di antara mereka yang baru saja keluar dari kedai tersebut, dengan wajah gusar.
"Om mata panda!" Teriak Nici memanggil Ken sambil melambaikan tangan.
"Nici!" Ken lekas menghampiri dengan wajah tegang.
"Nici, Presdir sedang marah. Tolong tenangkan dia." Tatapan Ken penuh permohonan.
"Ko bisa?!" Tanya Nici bingung.
"Pelayan toko itu yang bodoh, dia berani mengolok-olok Presdir, dia tidak tahu saja kalau Presdir marah, habislah dia." Ken menepuk dahinya. Ken tahu betul sifat Richard jika dia sudah marah akan sulit untuk menenangkan dia.
Nici, Ken, Cherry dan juga Bibi Marry berjalan menuju kedai Ice Cream tersebut. Mereka menyeruak di antara keramaian orang-orang yang nampak berdiri bak barisan barikade polisi, Tampak Richard tengah duduk sambil menyilangkan kaki di tengah-tengah ruangan tersebut, dia sepertinya tengah melampiaskan kemarahannya dengan menyuruh beberapa bawahannya menghancurkan seluruh barang-barang yang terdapat di ruangan itu. Sang pemilik dan pelayan tadi hanya bisa diam melihat tokonya hancur berkeping-keping.
Richard menyeringai jahat, "Jangan pernah bersikap sombong, karena di atas langit masih ada langit! Aku orang yang baik, jika orang lain memperlakukan aku dengan baik. Tapi jika kalian ingin menyombongkan diri, maka aku akan lebih sombong! Karena bagi aku, kesombongan harus di lawan dengan kesombongan pula." Ujar Richard.
"Hancurkan! Jangan sisakan apa-pun!" Perintahnya, membuat semua bawahannya semakin gencar melancarkan serangan-serangan pada seluruh barang-barang yang terdapat di ruangan tersebut.
"To--tolong, jangan hancurkan semuanya Tuan, saya minta maaf!" Ujar pemilik toko dengan suara bergetar, dia merasa takut dan tertekan dengan aura Richard dalam mode Iblis ini.
__ADS_1
"Cek...Sudah terlambat!" Seringai jahat kembali tersungging di bibirnya, "toko ini sudah menjadi milik ku sekarang, jadi aku ingin menghancurkannya juga terserah aku!" Dia tertawa terbahak-bahak membuat semua orang merasa merinding tak terkecuali Nici.
"Nici, Daddy kamu keren!" Ucap Cherry sambil menatap kagum pada Richard.
"Memang!" Nici melipat tangan di dada, merasa bangga pada sikap Ayahnya. Ken hanya bisa menghela nafas berat, berapa lama lagi dia harus berada di sana semakin lama akan semakin sulit untuk menenangkan Richard yang dalam mode Iblis ini.
Satu ide terbit dalam pikirannya, "Nyonya!" pekiknya.
***
Halo Gaes👋 salam sayang dari othor🤗
Mohon maaf ya jika othor jarang up, kalau pun up pendek-pendek pula🙏 😂
Di karenakan othor sibuk di RL jadi agak susah untuk menyempatkan menulis, jadi sekali lagi othor mohon maaf🙏
Tapi othor janji akan berusaha menyelesaikan tiap novel yang othor bikin, walau pastinya selow update😅 gak tentu juga.
Jadi so, author harap kalian gak bosan nunggu dan tetap mengikuti cerita abal-abalnya othor yang satu ini🤣🤣
__ADS_1
Peluk online dari othor🤗😘 👋👋