Anak Indigo

Anak Indigo
9


__ADS_3

Keesokan harinya.


Jihan pun sudah kembali seperti biasanya dan Jihan pun menuruti permintaan sang kakek untuk ikut tinggal bersamanya, karena juga Jihan berfikir untuk apa ia tinggal bersama dengan Azka dan Nuga sedangkan mereka saja selalu perhatian dengan Nindya di bandingkan dengan dirinya sendiri. Jihan pun keluar dari kamar dan segera menemui sang kakek di ruang tamu tersebut.


"Kakek??" tanya heran Jihan.


"Iya sayang, kemarilah" jawab kakek.


"Kakek kesini kok tidak memberi tahu Jihan??" tanya Jihan cemberut.


"Kakek tidak mau mengganggu tidur mu sayang" jawab kakek.


"Tapi, kakek tidak menggangu ku" ucap Jihan.


"Sudahlah, yang penting sekarang kan Jihan sudah bertemu dengan kakek. Apakah Jihan mau tinggal bersama Kakek di luar negeri?? di sana banyak yang akan menjaga Jihan" tanya kakek.


"Hmm, lalu bagaimana dengan sekolah Jihan kek??" tanya Jihan.


"Kakek akan memindahkan mu ke sekolah di luar negeri, sayang. kamu akan bersekolah di sana yang dekat dengan rumah kakek dan kakek akan menyuruh orang untuk menjaga mu" jawab kakek.

__ADS_1


Jihan pun masih mempertimbangkan apa yang di suruh dengan kakek nya tersebut, ia sebenarnya masih sangat ingin dekat dengan kakaknya maupun dekat dengan sahabat nya tersebut, akan tetapi jika ia masih kekeh ingin tinggal di sini, maka ia akan menjadi seorang yang sangat asing dan juga ia tidak akan di jaga oleh mereka berdua dengan begitu protect nya lagi. Lalu Jihan pun sudah memikirkan matang-matang jawaban yang akan ia berikan kepada sang kakek.


Dan Jihan pun menjawab...


"Baiklah kek, Jihan ikut dengan kakek, Jihan tidak mau di sini" ucap Jihan


Azka pun terkejut dengan apa yang adiknya ucapkan, padahal Azka masih menginginkan sang adik untuk tinggal bersamanya dan ia berjanji untuk selalu menjaga Jihan. Dan tak lama pun Nuga keluar dari kamar dan segera turun ke arah ruang tamu, Nuga pun terkejut dengan kedatangan kakek dari sang sahabat nya itu.


"Loh?? kek, kapan datang??" tanya Nuga.


"Semalam kakek datang" jawab kakek.


"Hei kau, dasar anak nakal, kakek sudah jauh-jauh kemari ingin menjemput Jihan kau malah berbicara seenaknya saja. Apa kau tidak merindukan aku ha?? anak nakal??" tanya kakek.


"Haha, bercanda kakek baperan sekali kakek ini, Nuga sangat merindukan kakek" ucap Nuga.


Lalu, Nuga pun memeluk sang kakek, ia pun melepaskan kerinduan nya dengan sang kakek, karena ia sudah lama sekali tidak pernah bertemu lagi dengan sang kakek.


"Lalu, ada apa gerangan kakek ke sini?? kan tidak mungkin kalau kakek merindukan Azka" tanya Nuga.

__ADS_1


Azka pun hanya menatap Nuga dengan tatapan malasnya.


"Hei anak nakal, sudah kakek katakan bahwa kakek ke sini ingin menjemput Jihan dan membawanya ke luar negeri" jawab kakek.


"Loh? ada apa ini? kenapa kakek ingin membawanya?" tanya heran Nuga.


"Karena kakek tahu Jihan di sini tidak pernah kalian perdulikan dan kalian tidak pernah menjaganya, kalian hanya fokus dengan wanita yang baru kalian temui itu saja" jawab kakek.


"Eh, mana ada kakek kami seperti itu, kami sangat menyayangi dan menjaga Jihan, kami senang Jihan berada di sini, kami sangat menginginkan Jihan berada di sini" ucap Nuga.


"Sudahlah tak usah berbicara panjang lebar lagi, keputusan kakek sudah bulat untuk membawa Jihan tinggal bersama kakek, karena di sana akan ada banyak orang yang menjaga Jihan" ucap kakek.


Nuga pun tidak bisa membuat keputusan sang kakek berubah, ia hanya bisa memandangi Jihan sebelum ia di bawa pergi jauh oleh sang kakek, padahal ia sangat ingin sekali Jihan di sini berada dekat dengannya, namun sang kakek sangat menyayangi Jihan dan sang kakek pun tahu apa yang sudah di perbuat oleh Azka dan juga Nuga adalah tindakan yang bisa membuat Jihan terluka.


.


.


.

__ADS_1


Jan lupa like and comment ❤️❤️


__ADS_2