Anak Indigo

Anak Indigo
13


__ADS_3

Azka pun menolong Nindya, karena ia terlihat sangat sakit sebab tangan dan kakinya yang sedang di ikat itu, Nindya pun setelah di lepaskan dari ikatan itu langsung memeluk Azka dan menangis di dalam pelukannya, Azka yang tak tega itupun langsung saja memeluk balik Nindya.


"Udah gak papa, di sini sudah ada gue dan Nuga" ucap Azka.


"Aku takut Azka, dia datang tiba-tiba dan langsung membekap mulut ku lalu dia pun membawa ku ke sini" ucap Nindya ketakutan.


"Udah-udah jangan takut nanti kami pasti bakal mencari tahu siapa yang udah buat kamu kayak gini" ucap Azka.


"Azka, Nuga pokoknya kalian cari tahu siapa dalang di balik ini semua, aku takut nanti dia bakal balik lagi" ucap Nindya.


"Iya-iya lo tenang ya, nanti lo harus cerita sama kita apa yang sudah terjadi sama kamu, sekarang sebaiknya kita ke kelas saja karena kita sudah mau masuk kelas" ucap Azka.


Lalu mereka bertiga pun kembali ke kelas, Nindya yang masih sangat ketakutan itupun duduk di dekat Azka karena Azka berjanji akan menjaga dirinya.


"Udah lo tenang ya" ucap Azka.


"Iya Nindya, di sini ga ada yang bakal nyakatin lo, kami berdua bakal menjaga lo dari apapun" ucap Nuga.

__ADS_1


Nindya pun hanya diam dia sudah tidak sanggup untuk berbicara lagi, karena ia sangat ketakutan sekali.


Dan sudah sekian lama mereka menunggu guru yang mengajar untuk masuk ke dalam kelas, tetapi guru tersebut tidak masuk karena seluruh guru sedang mengadakan rapat bersama kepala sekolah.


"Pengumuman, guru yang mengajar saat ini tidak masuk ke kelas, karena sedang ada rapat bersama kepala sekolah, jadinya kita free" ucap ketua kelas.


Semuanya murid pun senang, karena kelas mereka saat ini sedang free, mereka semua banyak yang keluar dari kelas ada yang ke kantin, ke wc, ke rooftoop dan juga ada yang sedang tidur di kelas karena menikmati kenyamanan kelas yang sedang free ini. Lain hal nya dengan Nindya yang masih saja seperti orang yang ketakutan, ia masih saja memikirkan kejadian tersebut, Azka pun tidak dapat menghibur Nindya, karena Nindya sudah seperti orang depresi.


"Nin, gimana kalau kita ke rooftoop??" ajak Azka.


"Iya Nin, biar lo bisa cerita di sana dengan tenang" ucap Nuga.


"Nah Nin, kita udah sampai di sini lo bisa cerita sama kita sekarang" ucap Nuga.


"Tadi pagi itu aku udah sampai sekolah dan baru aku yang sampai duluan dan tak lama pun kalian berdua sampai juga ke sekolah, aku pun sudah menunggu kalian di dalam kelas dan kamu Azka, kamu juga sempat kan lihat aku di kelas tadi pagi?? nah itu aku awalnya mau manggil kami, karena di sana aku seperti melihat seseorang, tapi aku tidak tahu siapa, lalu selepas aku mau manggil kamu ternyata orang itu sudah duluan untuk membekap mulutku dia pun membawa ku ke Labor yang sudah tidak terpakai itu, sebelum kalian datang menemui aku di dalam kelas" ucap Nindya panjang lebar.


"Kamu lihat ga wajah nya??" tanya Azka.

__ADS_1


"Aku cuma lihat sekilas, dia berdua satu perempuan dan satu laki-laki, nah yang membekap ku itu yang laki-laki dia di suruh sama perempuan itu" ucap Nindya.


"Mereka pakai topeng??" tanya Nuga.


"Iya, mereka pakai topeng" jawab Nindya.


Azka dan Nuga pun terdiam, fikiran mereka pun sama mereka memikirkan satu orang yang sudah lama mereka tidak melihat nya.


"Apa jangan-jangan itu si dia ya??" ucap Azka dan Nuga dalam hati.


.


.


.


Hayoo siapa nih??

__ADS_1


jan lupa like and comment ❤️❤️


__ADS_2