
pak RT beranjak dari duduk nya dia hendak ke mesjid terlebih dahulu... seorang warga yang kebetulan lewat disuruh pak RT mengumumkan kepergian ayah,pak RT bergegas pergi menuju rumah sakit di antar oleh supir ambulance desa...
"yang sabar ya Al,aku turut berduka atas kepergian ayah mu.."ucap Rani
"iya nduk kamu yang sabar yah... sekarang kita ke rumah mu pasti warga banyak yang melayat..ibu akan menelpon dulu penggali kubur supaya menyiapkan semua nya...kamu jangan mikirin apa-apa dulu semua keperluan pemakaman biar jadi tanggung jawab saya dan pak RT..."ucap Bu RT menenangkan ku
"iya Bu terima kasih,aku gak tau balas kebaikan ibu dan bapak sekeluarga bagaimana..."
aku Bu RT dan Rani pergi kerumah ku setelah Bu RT menghubungi penggali kubur...Bu RT dan Rani membantu ku membereskan rumah dan menggelar karpet untuk para pelayat...
pukul setengah 4 pak RT sampai dirumah ku, jenazah ayah di turun kan dan di bari gkan di tengah rumah kondisi nya sudah di mandikan dan di kafani...aku di persilahkan melihat ayah untuk yang terakhir kali nya...
ku tatap wajah ayah yang sudah pucat Pasih ingin rasa nya aku memeluk dan menangis tapi aku sadar kalau aku melakukan itu,itu akan memberatkan kepergian ayah...
setelah itu jenazah Aya di solat kan dan di bawa ke pemakaman yang tak jauh dari rumah,makam ayah persis di sebelah makam ibu...
__ADS_1
pukul lima semua proses pemakaman telah selesai dilaksanakan semua warga yang mengantar ke pemakaman sudah pulang menyisakan ku dengan keluarga pak RT...
"Alya ayo kita pulang..."ucap Bu RT merangkul ku
"aku masih ingin disini Bu bersama ayah dan ibu..."
"ini sudah sore na ayo kita pulang besok kamu kesini lagi..."
"tapi Bu,aku..."
aku tak bisa menolak ajakan mereka kami pun pulang..dengan langkah gontai ku langkah kan kaki ku menjauhi pemakaman Bu RT dan Rani memapah ku karena takut aku jatuh...
sampai di rumah ku lihat Bu Retno dan anak-anaknya sedang duduk di teras karena rumah ku kunci sebelum pergi ke pemakaman...
"assalamualaikum.."ucap kami serempak
__ADS_1
bukan nya menjawab salam Bu Retno malah marah-marah "dari mana saja kamu baru pulang kenapa rumah di kunci...kemana juga ayah mu dia sudah berani menurun kan ku di tengah jalan..."bentak Bu Retno
"kamu ini suami meninggal malah marah-marah dimana hati nurani mu.."ucap Bu RT
"apa...?"Bu Retno kaget mendengar kepergian ayah "kalian bohong kan itu tidak mungkin..."
"apa kamu tidak di kabari oleh polisi bahwa suami mu meninggal dalam kecelakaan..."
"hp ku mati jadi aku tak tau...tapi bagus lah jadi semua yang mas Darno punya menjadi miliki ku hahahaha.."bukan bersedih Bu Retno malah tertawa kegirangan
"tidak semudah itu Retno,apa yang Darno punya itu menjadi hak Alya sepenuh nya..."ucap pak RT
"ckk..anak aneh itu aku akan mengusir nya..."
"tidak bisa Retno toh Darno juga tidak mempunyai kekayaan yang berlimpah,dia hanya punya rumah ini yang atas nama Alya dan jelas itu tidak bisa jadi milik mu..."
__ADS_1