
Azka dan Nuga pun masih menerka-nerka siapakah perempuan yang berada di dekat mereka dan menyukai Nuga itu.
"Ga lo ada suka sama cewek?" tanya Azka.
"Gak ada" jawab singkat Nuga.
"Masa iya gak ada?" tanya Azka.
"Kalau pun ada mungkin gue udah cerita-cerita sama lo Azka" jawab Nuga.
"Iya sih, tapi cewek ini udah lama suka sama lo mungkin dia orang terdekat sama lo atau tetangga lama lo gitu" ucap Azka.
"Ada sih dulu tetangga gue cewek, tapi dia udah pindah itupun gue gak pernah ketemu sama dia" ucap Nuga.
Azka pun masih memikirkan siapa cewek yang dimaksud oleh Andri tersebut, kalaupun cewek itu adalah orang-orang yang di sekolahnya itu tidak mungkin karena Nuga di sekolah cuek dengan cewek-cewek lain selain Jihan dan Nindya.
Tapi gak mungkin Nindya juga kan yang menyebabkan Jihan kayak gini? Nindya aja baru kenal sama Nuga, tapi tidak menutup kemungkinan kalau saja Nindya yang bisa membuat celaka Jihan ini.
"Apa mungkin Nindya Ga?" tanya Azka.
"Heh apa-apaan lo bawa-bawa nama gebetan lo itu?" tanya balik Nuga.
"Ya bisa jadikan si Nindya yang menyebabkan Jihan jadi seperti ini" jawab Azka.
__ADS_1
"Lah lo nuduh gebetan lo sendiri gitu?" tanya Nuga.
"Gue menebak bukan menuduh" ucap elak Azka.
Nuga hanya menyebikkan bibirnya, karena mendengar elakan dari Azka yang memang dia menuduh Nindya, namun ia tidak mengakui itu.
Dan Nuga pun masih dengan fikirannya yang dimana ia masih memikirkan siapa perempuan yang sudah berani mencelakai gadis kecilnya itu.
Padahal Nuga sudah menyukai Jihan dari dulu, tetapi Nuga belum berani untuk mengungkapkan semuanya.
"Lo kenapa diam aja Ga?" tanya Azka.
"Gue masih mikirin siapa cewek itu lah" jawab Nuga.
"Mending kalian berdua pulang saja mandi dan berganti pakaian, lalu kalau kalian ingin kesini lagi Kakek persilahkan" ucap Kakek.
"Baiklah Kek, kami pulang dulu nanti malam kami kesini lagi" ucap Nuga.
"Jihan Kakak dan Kak Nuga pulang dulu ya, nanti malam kami berdua kesini lagi dan semoga nanti malam kamu sudah sadar" ucap Azka lembut
"Dan kamu Andri silahkan pulang dengan Azka dan Nuga" ucap Kakek.
Lalu mereka bertiga pun pulang kerumahnya masing-masing dan tak butuh waktu lama untuk mereka mandi dan mengganti pakaian.
__ADS_1
Malam pun telah tiba mereka berdua pun segera untuk menaiki mobilnya dan melajukannya ke rumah sakit tempat Jihan tersebut.
Dan mereka pun heran mendengarkan Kakek mengobrol dengan seseorang di dalam ruangan Jihan ini, sedangkan Jihan pun belum sadar dari komanya.
Lalu Nuga yang sudah sangat penasaran dengan siapa Kakek mengobrol akhirnya ia pun memutuskan untuk membuka pintu tersebut dan mereka berdua pun kaget + juga bahagia.
"Ya Allah Jihan kamu sudah sadar?" tanya bahagia Azka.
"Jihan kamu sudah sadar?" tanya bahagia Nuga.
Jihan pun hanya membalas perkataan mereka dengan tersenyum saja sebab sang Kakek sudah menceritakan semuanya tentang Azka dan Nuga yang sangat khawatir dengan keadaan sang adik tersebut.
Akhirnya Jihan pun merentangkan tangannya karena ia menginginkan sang kakak untuk memeluknya, ia sangat rindu dengan Azka dan juga Nuga tersebut.
Tetapi didepan pintu ruangan Jihan ada seorang perempuan dengan wajah yang tidak suka terhadap Jihan, karena ia sedang memeluk erat Nuga tersebut.
.
.
.
Siapakah dia? dan apa yang akan dia rencanakan nanti?
__ADS_1
jangan lupa like and comment ❤️❤️