Anak Indigo

Anak Indigo
4


__ADS_3

Masih nuansa di sekolah


Nindya pun masih sangat penasaran sekali dengan orang-orang yang sedang berada di dekatnya ini, Nindya pun ingin menerka-nerka siapa mereka, namun tetap saja Nindya tidak tau siapa mereka. Mereka semua seperti ingin menutup diri dari orang lain dan menutup rapat-rapat soal identitas mereka supaya tidak seorang pun yang dapat mencari tau tentang identitas mereka.


"Baiklah nona, apa yang kamu ingin tau dari kami?? Ahh atau kamu sangat penasaran dengan siapa?? Dengan Aku (Azka), Nuga atau dengan Jihan??" Ucap Azka


"Kalau aku meminta kalian untuk menceritakan tentang kalian satu persatu, bagaimana??" Ucap Nindya


"Tidak masalah, tetapi nanti saja setelah pulang sekolah kamu ikut kami pergi dan kami akan menceritakan apa saja tentang identitas kami yang sangat ingin kamu ketahui itu" Ucap Nuga


"Ahh baiklah" Ucap Nindya


Selanjutnya mereka pun sudah pulang dari sekolah dan sudah menaiki mobil yang di kendarai oleh Nuga, lalu di dalam mobil tersebut Nindya pun mengikuti kemana mereka bertiga pun pergi. Nindya pun curiga kemana mereka ingin membawa Nindya pergi, karena daerah itu cukup jauh dari permukiman warga-warga, Nindya sedikit ada rasa cemas akan tetapi dia tidak ingin bilang kepada mereka bertiga, karena Nindya takut bahwa mereka akan marah kepada Nindya, karena Nindya tidak mempercayai mereka bertiga.


"Ada apa nona?? Apakah kamu takut dengan kami??" Ucap Azka


"Ahh tidak-tidak" Ucap Nindya


"Lalu?? Mengapa dari tadi kamu membicarakan kami di dalam hatimu?? Kami risih" Ucap Azka


"Ehh, maaf kalau kalian selalu risih ketika aku membicarakan kalian" Ucap lirih Nindya


"Nindya kalau kamu ingin membicarakan sesuatu, berbicara saja langsung jangan dari hati, soalnya kami selalu tau apa yang kamu bicarakan. Apalagi si Azka dia selalu tau apa yang kamu lakukan meskipun kamu tidak bilang langsung dengannya" Ucap Jihan


"Ahh baiklah, maafkan aku yaa" Ucap Nindya


"Yasudah tidak usah terlalu di fikirkan perkataan sii gunung es ini, dia memang kalau berbicara suka pedas sekali" Ucap Nuga


Dan si Azka pun hanya melirik dengan tatapan tajam ke arah Nuga seolah ingin menghajar Nuga, soalnya Nuga telah membicarakan sifatnya di depan orang yang di sukai oleh Azka tersebut.

__ADS_1


Setelah menempuh jauhnya perjalanan akhirnya mereka pun sampai pula di daerah yang menurut Nindya sangat terpencil dan jauh dari jangkauan warga sekitar dan di situ juga mereka turun dari mobil, lalu mereka memasuki rumah yang telah lama sekali tidak di huni oleh pemiliknya, mereka pun memasuki rumah tersebut. Azka pun duluan untuk memasuki rumah itu dan mereka bertiga mengobrol dulu sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk memasuki rumah kosong tersebut.


"Ehh, ini rumah siapa?? kenapa kita masuk ke sini?? nanti pemiliknya marah, bagaimana??" Ucap Nindya


"Kamu tenang saja Nindya, rumah ini telah lama sekali di tinggalkan oleh pemiliknya jadi tidak akan ada yang marah kalau kita masuk ke dalam sini" Ucap Jihan


"Ayoo kita masuk, nanti kalau lama kita masuk si gunung es malah marah-marah" Ucap Nuga


Akhirnya mereka pun memasuki rumah tersebut dan terlihat oleh Nindya bahwa rumah kosong yang telah di tinggal lama oleh pemiliknya itu pun terlihat sangat rapi sekali seolah memang ada yang merawat dan menjaganya agar tetap terlihat rapi.


"Loh, kok rumahnya masih tetap rapi ya?? kan sudah lama di tinggalkan oleh pemiliknya??" Ucap Nindya


"Iya Nindya, rumah ini masih ada yang menjaga dan merawatnya supaya rumah ini tetap rapi dan terjaga" Ucap Jihan


Lalu mereka berempat pun duduk di sofa yang tersedia di sana, Nindya dan Azka duduk bersebelahan, sedangkan Nuga duduk bersebelahan dengan Jihan.


"Baiklah nona, apa yang ingin kamu ketahui tentang kami bertiga??" Ucap Azka


"Ahh iyaa Nindya, aku dari kecil memang sudah terbuka mata bathin ku itu pun yang membukanya adalah kakek ku, karena kata Kakek ku, dulu aku banyak sekali yang ingin membunuhku dari dunia ghaib jadinya mata bathin ku di buka oleh kakek ku sendiri, sedangkan aku juga adik kandung dari kak Azka yang dimana kak Azka di amanahi oleh kedua orang tua ku untuk menjaga ku, karena kedua orang tua ku sudah tiada" Ucap Jihan


"Ahh begitu yaa, maafkan aku karena sudah membuka luka lama mu" Ucap Nindya


"Ahh tidak apa-apa Nindya, kan kamu penasaran denganku" Ucap Jihan


"Baiklah nona, selanjutnya kamu penasaran dengan siapa??" Ucap Azka


"Aku penasaran dengan Nuga" Ucap Nindya


"Kamu penasaran denganku??" Ucap Nuga

__ADS_1


"Oke baiklah, aku juga sama seperti Jihan hanya saja kemampuan ku sedikit lebih besar dari Jihan yang dimana Jihan hanya mampu melihat saja, sedangkan aku, aku bisa melihat dan bisa menangkap nya lalu bisa membinasakannya" Ucap Nuga


"Ahh begitu, apakah kamu juga termasuk saudara dari mereka berdua??" Ucap Nindya


"Ahh tidak, aku hanya sudah berteman dari kecil kemana-mana kami selalu bertiga dan juga ketika Azka tidak sedang berada di dekat Jihan, maka aku yang menjaganya" Ucap Nuga


"Ahh baiklah, lalu terakhir aku ingin tau tentang mu Azka" Ucap Nindya


"Baiklah, aku juga sama seperti mu dan seperti mereka berdua hanya saja kemampuan ku lebih besar di bandingkan kalian bertiga yang di mana aku bisa keluar masuk di dalam dunia ghaib dan aku juga bisa selalu meminta bantuan kepada mereka ketika aku sedang membutuhkan bantuan, karena aku adalah king starseed" Ucap Azka


"Hah?? apa?? tunggu-tunggu kau tidak bercanda?? king starseed kan adalah king dari segala alam ghaib, bagaimana bisa kau menjadi king??" Ucap Nindya yang saat itu sedang kaget


"Nindya, aku di tunjuk oleh kakek ku untuk menjadi king, karena memang dari kecil kakek sudah melihat kemampuan yang ku punya hanya aku yang dapat menaklukkan alam ghaib tersebut, karena kalau Jihan yang di tunjuk, maka Jihan bisa mati di dalam alam ghaib tersebut Jihan memiliki penyakit yang sangat mematikan jika kita memaksakan dia untuk menjadi pemimpin di alam itu. lalu kalau Nuga dia juga tidak bisa, karena kakek tidak melihat kemampuan yang lebih dari dalam diri Nuga. jadi itu alasan mengapa kakek memilih ku untuk menjadi king di kerajaan ghaib" Ucap Azka


"Ahh jadi karena itu kau bisa membaca fikiran kami dan kami tidak bisa membaca fikiran mu?? lalu kau juga bisa selalu mengetahui masa lalu seseorang hanya dengan melihat mata nya saja dan kau juga bisa cepat mengetahui apa yang ingin di lakukan seseorang??" Ucap penasaran Nindya


"Iya Nindya" Ucap Azka


"Ahh begitu, baiklah. tetapi masih ada yang membuat ku penasaran" Ucap Nindya


"Apa itu??" Ucap Azka


"Aku juga ingin melihat bagaimana suasana di alam ghaib tersebut" Ucap lirih Nindya


.


.


.

__ADS_1


Ahh, apakah Azka akan membawa Nindya ke alam ghaib tersebut?? tunggu episode selanjutnya


jan lupa like and comment ❤️❤️


__ADS_2