
Azka dan Nuga pun bergegas ke kamar Jihan untuk memastikan kenapa Jihan berteriak di dalam kamar nya sendiri.
"Jihan, buka pintu nya, kamu kenapa??" tanya Azka
"Jihan, ayoo buka pintu nya" ucap Nuga
"Gimana kalau kita dobrak aja??" tanya Nuga
"Yasudah di dobrak aja biar cepat" ucap Azka
Lalu mereka pun segera mendobrak pintu kamar Jihan dan mereka pun terkejut setelah mengetahui keadaan Jihan.
"Ya ampun Jihan kamu kenapa??" tanya Azka khawatir
"Jihan, heii peri kecil kamu kenapa??" tanya Nuga khawatir
Jihan pun hanya menangis sambil menatap jendela kamar nya, karena kejadian tadi dia pun belum bisa bercerita dia masih takut untuk mengingat hal yang sudah menimpa nya tadi.
"Jihan jawab kak Azka, kamu kenapa??" tanya Azka
"Maafkan kak Azka sayang, terpaksa kk maksa kamu seperti ini" ucap Azka dalam hati
Azka pun membaringkan Jihan di atas kasurnya, lalu kemudian Azka menutup kedua mata Jihan dan kemudian Azka pun membacakan sesuatu sehingga ia bisa melihat apa yang terjadi sebelum nya.
"Hah, ya ampun Jihan kamu di ganggu mereka sayang?? kenapa kamu tidak bilang??" tanya Azka
"Kenapa Azka??" tanya Nuga
"Dia di ganggu sama mereka (makhluk ghaib" jawab Azka
"Mereka sebenarnya mau ganggu Nindya, akan tetapi aku sudah membuat pagar di sekitar Nindya jadi mereka tidak bisa mengganggu nya" ucap Azka
"Jadi mereka sekarang berusaha mengganggu Jihan??" tanya Nuga
__ADS_1
"Iyaa, aku mau saja membuat pagar untuk Jihan, akan tetapi nanti fisiknya tidak bisa menerima dan membuat dia semakin down" ucap Azka
"Lalu, bagaimana sekarang?? mereka akan lebih mudah mengganggu Jihan kalau seperti ini jadinya" ucap Nuga
"Ya mau bagaimana lagi, kita harus bisa menjaga Jihan dimana pun dan kapan pun itu" ucap Azka
"Tetapi kan kita tidak bisa selalu berada di sekitar Jihan, tujuan utama kita di sekolah itu adalah untuk menjaga Nindya bukan Jihan" ucap Nuga
Azka pun bingung akan bagaimana nasib adik semata wayang nya itu, dia mau saja menjaga adik nya akan tetapi tujuan utama mereka saja baru akan di mulai. Azka juga tidak bisa meninggalkan Jihan begitu saja itu akan lebih besar resikonya kalau meninggalkan Jihan sendirian.
Lalu bagaimana dengan Nindya kami berdua di suruh menjaga Nindya, tetapi kasian Jihan 😔😔.
"Huuh, coba saja kakek masih berada di sini akan lebih baik Jihan di jaga bersama kakek" ucap Azka
Dan tak lama hp Azka pun berbunyi menandakan ada yang menelpon nya.
"Hp lo bunyi tuh" ucap Nuga
"Huuh kakek nelpon, pasti mau nanyain Jihan" jawab Azka
Lalu dengan berat hati Azka mengangkat panggilan dari kakek nya tersebut.
"Halo Azka" ucap kakek
"Halo kek, ada apa??" tanya Azka
"Apa Jihan di sana baik-baik saja?? tanya kakek
Huuh kakek selalu mempunyai feelling yang tepat untuk Jihan.
"Hmm, begini kek sebelumnya maafkan Azka yang belum bisa menjaga Jihan, Azka sangat sayang dengan Jihan kek. maafkan Azka tadi Jihan di ganggu oleh mereka ketika Jihan mau masuk ke dalam kamar nya Azka baru mengetahuinya kek, sedangkan tadi Azka dan Nuga masih berada di ruang tamu" jawab Azka
"Lalu, bagaimana keadaan Jihan??" tanya kakek
__ADS_1
"Jihan masih menangis dan belum bisa tenang kek" jawab Azka
"Bagaimana bisa kalian membiarkan mereka mengganggu Jihan?? kalian tidak bisa menjaga Jihan?? atau kalian memang tidak mau menjaganya??" tanya kakek
"Bu..bukan begituu kek, tapii..." jawab Azka
"Tapi apaa?? apa kau memang tidak mau menjaganya, kalau memang tidak mau biarkan ia bersama kakek di sini biar ia kakek bawa ke sini di sini banyak yang akan menjaga dan merawat nya" ucap kakek.
"Kakek, Azka tulus menjaga adik Azka sendiri" ucap Azka
"Lalu, bagaimana bisa Jihan seperti itu?? atau kalian sedang menjalankan suatu rencana dan kalian sedang menjaga seseorang, lalu kalian sudah melupakan Jihan??" tanya kakek
"Hah?? bagaimana kakek bisa menebak begitu tepat seperti itu??" ucap Azka
"Sudahlah lebih baik Jihan bersama kakek dan kakek tidak akan membiarkan kau dan juga Nuga bertemu lagi dengan Jihan" ucap kakek
"Tapi kek...." ucap Azka terpotong karena sang kakek sudah memutuskan telepon nya
"Bagaimana??" tanya Nuga
"Kakek akan membawa Jihan pergi dan kita tidak akan di perbolehkan untuk bertemu dengan Jihan lagi" jawab Azka
Lalu mereka berdua pun hanya bisa memandangi Jihan sebelum Jihan akan di bawa pergi jauh dengan kakeknya tersebut.
"Semoga kamu lekas sembuh dek" ucap Azka dalam hati.
"Semoga kita bisa bertemu lagi dan semuanya kembali normal seperti dahulu" Ucap Nuga dalam hati
.
.
.
__ADS_1
jan lupa like and comment ❤️❤️